Chevrolet Aveo RS, Naah… ini baru namanya Ultra WTCC!!

wueehh, ga perlu bayar lebih buat punya mobil keren

Hahahaha!!! makin sip aja ni berita dari Detroit Motor Show, dikutip dari topspeed.com ada peluncuran dari mobil yang sudah lama dikenal yaitu Chevrolet Aveo RS. Kebetulan kemarin si Aveo ini ganti baju dengan grill serupa Ultra WTCC namun mata masih sama, lebih mencolok dengan warna kuning pisang Camaro-nya Transformers. Naah sekarang perubahannya sudah drastis, dengan mata yang sipit, bodi yang lebih lebar, kisi-kisi bemper yang buuesar, pelek kokoh palang lima dengan ban tipis dan dimiringkan pula layaknya mobil balap. Bahkan crew topspeed memujinya dengan “the very special sport compact”, wah ane likes this gan! Yang lebih seru lagi atapnya itu lo, chop top bangetz buat anak muda. Melihat yang buat adalah Italdesign, akhirnya perancang Italia ini insyaf juga bikin Aveo, hehehe…..

tuh kan chop top, yang menarik adalah knalpotnya ga makan lahan tapi sporty

Bagian belakang juga mengisyaratkan mobil kencang, dia terlihat lebih rendah dari mobil-mobil sebangsa Honda Jazz, Suzuki Swift dan bahkan Proton Satria Neo yang notabene memajukan kepentingan sporty daripada sekedar ngangkut barang. Disini terlihat lampu yang membulat besar seperti booster roket, dan knalpot pipih 2 baris di bawah tengah. Melihat ke dalam interior terdapat kursi yang cukup nyaman dan dasbor berdesain umum di anggota keluarga chevrolet. Paling mencolok adalah tachometer digital dengan penunjuk rpm (yang hanya satu-satunya analog) membulat di sampingnya. Di bawah kap mesin, mobil ini memiliki dapur pacu yang sama dengan Cruze. Mesin yang hanya berkapasitas 1,4 liter dengan Ecotec namun bertenaga 138hp dengan transmisi manual 6-speed, auto seharusnya ada. Cukup bertenaga di kelasnya namun dari segi tampang harusnya bisa lebih dari itu.

Dari segi penilaian saya, mobil ini termasuk berkarakter karena desainnya sebagai mini-MPV yang tidak terlalu umum di kelasnya. Apalagi dengan warna barunya Boracay Blue jelas mengundang perhatian banyak orang. Oh iya ngomong-ngomong ini merek global loh, jadi berharaplah kita bisa menyaksikannya di Indonesia.

kok malah mirip Lanevo X yaa!?

Kabinnya seperti anggota chevy dan cukup suram disini

Aston Martin Cygnet, Sang Englishman Dalam Baju yang Lebih Ketat…

Ceper dan kecil, seperti miniatur kan?

Akhirnyaa datang juga super-compact car dari Inggris ini, setelah kita dipuaskan oleh model clay-nya maka versi besinya hadir dalam bentuk rilisan gambar. Astom Martin mengumumkan mobil yang rebagded dari Toyota IQ ini akan dijual pada Bulan Juni, ini pemenuhan janji mereka terhadap orang-orang yang sedang menunggu bukanya inden si kecil Aston. Menurut Aston-Martin sendiri, Cygnet adalahsebuah konsep kreatif sebagai solusi pasti sadar lingkungan serta efisien bahan bakar namun dikombinasikan dengan laburan prestise mewah milik Aston. Mmm… jelas mobil ini akan berhadapan dengan merek kecil mewah lainnya macam Smart ForTwo buatan Mercedes-Benz.

Mendalami dari semua gambar rilisan Aston ini nampaknya goresan yang tertuang menggambarkan sebuah Compact Car yang cepat namun efisien. ini terlihat dari gril berlapis ala Aston serta ventilasi samping. Lampunya diakali supaya serupa dengan ciri khas Aston. Lalu dilanjut di bagian belakang, lampu yang serupa dengan Vantage V8 dengan LED yang terlihat sinkron. Tentu saja bila dibandingkan dengan saudaranya sendiri Toyota IQ jelas lebih mantap Cygnet. Naah kita tilik bagian dalamnya, dalamnya benar-benar mewah, banyaknya balutan kulit berwarna merah seperti tas bermerek Gucci dan kawan-kawan. Pasang iPhone tinggal di tengah dashboard, cover head unitnya lebih “kempling” daripada Toyota IQ. Uniknya bagasi dashboardnya berbentuk seperti pembuka tas. Mengingat Cygnet dalam gambar bersetir kanan mungkin saja IU mendatangkannya disini, hanya saja anda harus merogoh budget anda lebih dalam dan siap mondar-mandir dipelototi orang.

mmm.. interiornya beda banget sama IQ, lihat dashboardnya dimana IQ hanya plastik saja

Video Reckless Driver – Hit 2 Mobil, Langsung Kabur Ajahh….

Jaman sekarang susah untuk menemukan orang yang punya rasa tanggung-jawab yang besar apalagi kalo menyangkut lalu-lintas. Bayangkan saja, kebanyakan orang yang menabrak seseorang terkadang kabur begitu saja. Namun apabila dia terjebak keadaan alias “gak bisa ngacir” biasanya terlihat cuek, anteng-anteng saja, atau kalau kendarannya juga ikut rusak pasti berkata begini, ” Wah mas, duit saya cuman segini, saya ga punya duit lagi, punya saya  kan juga ikut rusak…” mmm, mau gimana lagi, memang kesadaran kita akan lalu lintas itu sedikit, terbukti dari gampangnya orang-orang mempunyai SIM. Padahal  menurut informasi yang beredar, mengambil SIM di Jepang dan Jerman (dua negara yang terkenal akan produksi mobilnya) rata-rata susah, bahkan paling cepat orang dapat mengambilnya setelah 3 bulan. Namun memang ada juga yang rasa tanggung-jawabnya besar. Seperti cerita teman saya yang mobil Hijet versi lamanya (bahan besi) ditabrak Toyota Hardtop. Mobilnya hanya lecet sedikit namun Hartop itu cukup ringsek. Saat akan pemilik Hardtop itu mau menanggung kerusakan Hijet teman saya, teman saya malah menyarankan uang kerusakan dipakai untuk Hardtopnya saja, sebab Hijet ini hanya baret-baret saja. Naah Pemilik Hardtop ini menunjukkan tanggung jawab yang besar.

Namun kejadian meninggalkan tanggung jawab ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Amerika juga terkadang mengalami problem yang sama, tepatnya di sebuah parkiran GYM di Tumbhill, Ontario. BMW X5 yang sedang memarkir tiba-tiba kebablasan gasnya sehingga menabrak mobil yang parkir di depannya. Ia langsung kabur begitu saja setelah kejadian, melihan dari kejadian ada kemungkinan bahwa X5 ini matic. Matic sangat peka terhadap gas dan rem, sedangkan manual walau ada sedikit error tetap bisa dikendalikan. Ingat Honda Accord yang terjun bebas dari parkir basement bertingkat gedung Jamsostek lalu? Tapi sekali lagi pada akhirnya rasa tanggung-jawab yang diuji apabila kejadian seperti ini menyangkut 2 orang atau lebih.

Impression Driving (Mudik) with Toyota Avanza G 1.3 2005 (Cerita 2 – Habis)

STAGE 2 = SOLO-MADIUN

LANJUT GAN!

P1010143
Ayo! siapa nih yang masuk duluan??
P1010158

Alun-alun Madiun, dipenuhi berbagai mobil berplat nomor luar, termasuk B

So… Kami mulai memasuki kawasan Kartasura, kota yang namanya dibalik doang dari Surakarta alias Solo ini adalah kota satelit Solo, mm… dekat lagi Solo.  Kondisi Avanza pinjaman ini masih fit, Mas Yoga juga tergolong lagi fit-fitnya. Mungkinkan pengaruh sebotol Coca-cola bisa membuatnya ON terus? masa bodo lah, yang penting majoe teroesss!! Sesampainya di Solo sempat kelimpungan dengan kemacetan sial, aduduh… banyak juga pemudik di H+2 (o ya, kami mudik setelah lebaran) namun kondisi ini memang termasuk dalam uji coba Avanza lawas ini. Suhu mesin tetap oke, baguss! AC masih dingin, baguss! Avanza ini masih layak juga peredaman kabinnya sehingga keributan dan asap tidak masuk ke dalam kabin. Kondisi ini ditambah obrolan hangat di dalam mobil, mengomentari mobil apa saja yang lewat. Bahkan kami sempat menemukan Toyota Alphard berplat H dan Honda Elysion berplat L, wah nyali juga bawa mobil CBU Jepang… kedua mobil ini tak disangka-sangka stabil melibas jalan buruk, padahal kami terbanting-banting lo! Setelah Solo lewat Avanza ini diinjak sekuat-kuatnya oleh Mas Yoga, Jalan Solo-Ngawi memang terkenal sangar, stabilitas, kecepatan dan suspensi mobil jadi titik perhitungan disini. Kalo arah Sragen tidak sesangar arah Ngawi namun karena jalur sempit dan kendaraan R4 dan R2 banyak berlalu lalang (ramai lancar) jadinya serem juga. Wuiidih Avanza lawaz ini memang terbukti gak limbung, sokbreker yang keras seperti ini sih keterlaluan kalo handlingnya ga mantab… but, (lagi-lagi) kami terkendala oleh akselerasi yang kurang powerful, alhasil menyelip mobil jadi seperti harus berdoa dulu, pake aba-aba segala.

P1010166

Tarik2an dengan zebra ga bisa lepas2, gila juga gerobak yang satu ini!

Sragen mulai datang, terlihat tugu yang besar dengan gading-gading yang besar, mungkin ini lambang Sragen. Keramaian mulai terihat namun jalan dalam kota yang lapang membuat kami dan mobil-mobil sekitar terus menyemburkan gaz! (ini contoh yang tidak baik jangan ditiru) kondisi 80 km/jam, jalur sragen setengah jam bisa rampung. Kendala hanyalah motor yang menyebrang, memang harus hati-hati. BABLAZ! Sragen telah dilewati jalan 4 marka 2 jalur berubah jadi 2 marka 2  jalur, kondisi ini mulai berbahaya (lagi) namun yang lebih mengerikan adalah jalur hutan Ngawi ini. Walaupun banyak pos tetap saja gelap dan berkelok-kelok serta naik-turun apalagi kondisi membuat kami tetap panteng 60-80 km/jam. Untung Avanza ini tidak kehilangan grip, kami hanya menyelip sedikit saja, selain jalan yang berkelok-kelok, garis marka masih lurus, tidak putus-putus, berarti kami tak boleh menyelip. NAAH! orang-orang sepertinya buta garis marka! banyak yang masih nekat menyelip. Padahal marka tidak hanya sebagai pemisah jalur saja namun sebagai sinyal untuk berbagai kondisi. Makanya anda-anda tolong konsen pada rambu-rambu lalu lintas dan garis marka saat berpergian. Banyak korban berjatuhan di jalur ini hanya karena garis tak dipatuhi lo!

P1010136

AAAHH, LETIHNYAA....

Jalan gelap, masih gelap, belum sampai Ngawi, penerangan masih on tanpa gangguan. Tapi kabut mulai menyergap di jalur ini, pemandangan makin terbatas. Kerja foglamp dibutuhkan disini, dan alhasil jalan tetap terbaca, untung mobil ini pakai foglamp, ini piranti yang penting. Jalan mulai bergoyank! kami mulai terkocok perut oleh suspensi ini (lagi-lagi suspensi!), saat-saat seperti ini biasanya ada “raksasa” bermunculan. Betul saja, SK datang! (yang ga tau SK baca cerita 1), bus satu ini langsung menerjang dengan kecepatan kira-kira 80 – 100 km/jam. Apakah suspensinya benar-benar gokil atau ban yang segede gaban itu yang membuat sang supir masih nyali adu otot? Yang jelas semua mobil pribadi di jalur itu (yang pelan karena ga tahan goncangan) dipermalukan oleh SK satu ini, bahkan Toyota Alphard dan Honda Elysion yang suspensinya tadi saya singgung pun gak berani menguntit SK. Ngawi pun rampung, selanjutnya hanyalah jalan lurus nan membosankan saja sampai Maospati (kota satelit Madiun sekaligus markas AU Lapangan Terbang Iswahyudi, garasinya Sukhoi) dan lurus lagi sampai madiun. Karena jalan ini sudah terpisah dari jalur selatan maka jalanan menjadi sepi. Akhirnya kami pun sampai di Madiun dengan selamat. Wah lapar, walau angka jam menunjukkan pukul 01.00, tapi ada angkringan Nasi Pecel yang terkenal disini. Ya udah de, makan aja baru nyamperin sanak famili yang menunggu malam-malam. Mas Yoga mulai mengecek bensin dan tangki hanya berkurang dikit, padahal isi bensinnya saja saat start hanya modal Rp.50.000,- sajah, kalkulasi untuk 300 km lebih ini menghasilkan angka 1 liter 15 kilo. Mungkin karena kami panteng gas terus di saat tenaga aslinya dan torsinya muncul, fantastis hematnya…!

RESULT TOYOTA AVANZA 1.3 G M/T 2005

Harga mobkas : Rp.90 juta – Rp.120 juta

  • Kelebihan (+) : Peredaman oke, Fitur penting (foglamp, electric mirror, dll…) lengkap, Pemakaian ban R14 masih cocok, handal dalam keadaan stop n go, irit bbm, pengendalian nyaman, harga jual kembali.
  • Kekurangan (-) : Bantingan keras, dashboard besar membuat dimensi seakan besar, kapasitas barang, fitur tambahan (tape, cargo net, dll..) sedikit, akselerasi, kurang lapang.

Kenangan sekaligus impresi mengemudi yang menyenangkan bersama Avanza!

P1010146SAMPAI JUMPA DI IMPRESSION DRIVING BERIKUTNYAA!!!

Toyota FT-86 -Terkuaklah Sudah! Generasi Penerus Hachi Roku-

2010-toyota-ft-86-concept-10w

Wezzz, pintunya panjang, bisa jadi pintu gunting tuh...!

Akhirnya dahaga penggemar Toyota terpuaskan sudah, sejak Supra, MR-S dan Celica di Diskontinyuu.. otomatis para pencinta Toyota tidak bisa mendapatkan kepuasan dari mobil sport Toyota (selain beli mobil seken). Namun titik cerah menyinari, mari kita sambut Toyota FT-86, dengan namanya saja sudah ketahuan bahwa concept car ini mengandung DNA AE86. Bentuknya sangat indah, mengingatkan kita pada Toyota FT-HS yang esoknya bakal berubah menjadi nex_t supra. Mobil ini akan dihadirkan pada saat Tokyo Motor Show tahun ini. FT-86 ini juga dibuat para designer  Toyota dengan kristalisasi keringat, sebab mobil ini harus mempunyai center of gravity yang sangat rendah agar dapat menghasilkan handling yang mantabb dan aerodinamika yang efisien khas Toyota. Paling tidak gambaran dari FT-86 adalah seperti ini : panjang 4,160 mm, lebar 1,760 mm dan tinggi 1,260 mm dengan wheelbase 2,570 mm. Bicara soal kabin juga jempol, setir yang datar layaknya sportscar, pedal alumunium dan jahitan merah sekedar aksen sporty untuk membungkus jok, setir dan rem tangan. Instrument hijau juga terlihat sangat unik dan futuristik.

2010-toyota-ft-86-concept-12_800x0w

Kabinnya mantab!

Bagian yang khas adalah mesinnya, ini proyeknya Subaru, maka disematkanlah mesin 2.0 liter horizontally opposed naturally aspirated 4 silinder bensin. Bensin?? ini yang enggak khas dari Toyota, kecewa? terserah pembaca menilai, yang buat juga Subaru jadi ya lazim aja… O… lupa ding, keluaran tenaganya bisa mencapai 150 hp, kecewa? kembali terserah pembaca menilai. Toh pendahulunya yang bernama AE86 juga bermesin 120 hp begitu juga AE 101 yang naik sedikit, bukan tenaga yang fantastis, tapi handlingnya jempolll!

Mari kita lihat Future Toyota – 86 Concept ini (FT-86) di Tokyo Motor Show 2009 dan bentuk aslinya di 2011. Patut ditunggu!

Mau foto lagi? ayooo….

2010-toyota-ft-86-concept-11w

Instrument yang bernuansa futuristik, jelas ga tega ngerubahnya bagi pemodif

2010-toyota-ft-86-concept-3_800x0w

MANTAB GAN!

2010-toyota-ft-86-concept-4_800x0w

Kaki-kaki palang llima disambut cakram segaban

Tunggu report selanjutnya untuk kembarannya (Subaru), OKE!

Impression Driving (Mudik) with Toyota Avanza G 1.3 2005 (Cerita 1)

P1010017

Sampai di Madiun, Nasi Pecel dapat menghajar perut yang lapar

Idul fitri sudah lewat, tentu kita masih merasakan bagaimana suka duka dalam menjalankan ibadah puasa dan akhirnya kita merasakan apakah itu kemenangan saat takbiran dimulai. Untuk lebaran kali ini saya beserta keluarga sengaja memunculkan suatu segmen yang disebut “Impression Driving”. Mmm segmen apa itu? ini adalah segmen tentang mengulas, memperdalam ilmu, meng”intim”kan, mendekatkan…. yah pokoknya gitu laah… jadi mengetahui lebih dalam tentang mobil ini dengan mengajaknya jalan-jalan ekstrim sekitar 300kilo-an. Kebetulan jarak Yogyakarta dan kampung tercinta, Madiun lumayan cukup jauh, daripada kami membeli tiket kereta untu 7 orang padahal hanya sehari, lebih baik jika meminjam mobil sehari sambil merasakannya.

P1010056
Isi kabin yang belum full entertaiment

Saya beserta Mas Yoga datang ke tempat peminjaman mobil langganan kami dengan membawa jaminan motor Honda Supra X ‘01. Kami sarankan jika anda berniat meminjam mobil pertama-tama carilah sasaran mobil yang dituju, lalu lihatlah berbagai rental mobil yang biasa terdaftar di koran kemudian tanyalah berapa harga sewa yang diberikan rental untuk mobil yang anda inginkan. Bila sudah pas segera datang ke rental mobil dengan membawa jaminan (misalkan motor, namun jangan terlalu bagus karena motor itu hanya akan disimpan oleh rental sebelum anda mengembalikan mobil rental, sayang kan?). Sang pemilik rental akan memberikan kenyaman saat transaksi pinjam-meminjam, namun anda juga harus ramah agar kenyamanan saat transaksi benar-benar nyata. Siapkan KTP atau SIM (motor ato mobil ato bus/truk juga gpp, bajaj? jangan lah…) atau KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) sebagai jaminan juga.Tapi saya sarankan KTP  jangan jadi jaminan karena siapa tahu di perjalanan bisa sebagai jaminan. Soal tujuan meminjam mobil rental, jangan meminjam untuk bepergian sangat jauh (lebih dr 300-400km) niscaya rental akan mengundurkan niatnya. Untuk kasus ini saya masih tergolong lazim ukuran Jogja-Madiun.

Kami meminjam Toyota Avanza G tahun 2005 seharga Rp.400 ribu,- / hari. Harga aslinya sekitar Rp. 250 ribu,- ini dikarenakan hari lebaran cukup banyak peminjam maka harga dinaikkan. Untuk harga Rp.400 ribu,- di hari biasa anda bisa mendapatkan Toyota Kijang Innova atau KIA Pregio. Setelah melengkapi prosedur dan membayar uang dan cek fisik, akhirnya kami langsung bergegas ke rumah untuk mengepak barang-barang. Perjalanan dilakukan malam hari, sesudah membeli minuman + makanan di sebuah mini market dan mengisi bensin hanya denagn uang Rp.50 ribu,- agak miris (kalo beruntung anda mendapatkan tangki 1/2 penuh dari peminjam sebelumnya, namun kami sial, tangki bisa dikatakan hanya 1/5-nya saja isinya)  kami pun berangkat ke Madiun.

STAGE 1 = JOGJA-SOLO

P1010144r

Lumayan juga cuma agak ilfeel karena banyak pernak pernik

Trek lurus menyapa kami saat keluar dari Prambanan, trek bermarka 2 jalur ini dilengkapi dengan jalur untuk mobil mogok. Disini mobil cukup kencang berlari, sekitar 60-80km/jam kami dapatkan dengan berjalanan beriring-iringan. Menurut Mas Yoga, tipikal Avanza ini agak lamban di putaran bawah, maklum kenyamanan yang dijualnya. Namun kami agak kesusahan menghadapi motor-motor (terutama bebek) yang cukup menghalangi kami. Namun yang lebih membuat kami terkejut adalah bus bernama Sumber Kencono atau kami sebut “SR”, dia sangat agresif dengan bodi yang besar di jalanan. Membuat semua orang agak Jiper (takut) terhadapnya, namun kami sudah terbiasa. Walau terlihat seperti ugal-ugalan, SR sangat sigap di belokan dan remnya sangat presisi, suspensi pun kuat, dia masih bisa berlari walau jalan bergelombang yang memaksa semua orang menurunkan kecepatannya. Sopir SR sangat berpengalaman di trek jalur selatan, Jogja-Surabaya, Bus Non-AC ini Bahkan sempat mematikan semua lampu saat menyelip terpaksa head to head dengan kendaraan lawan agar kendaraan lawan tidak kagetan dan ia mengalah. Acung jempol deh sampe jari kaki gw pajang buat kalian.

Baack… Kami tiba di Klaten, kami memutuskan untuk melewati jalan lingkar klaten dan itu berarti lewat jalur KA. DUGH…DUGH…DUGH… woow, suspensi masih keras walau tidak setipikal Gerobak (Red. Daihatsu Zebra). Mungkin karena mobil ini racikan Daihatsu yang mengedepankan handling yang presisi seperti Honda, perbaikan pasti sudah dilakukan pada Avanza Mk2. Setelah melalui semua tahapan kami melanjutkan dengan  jalan yang lurus, hembusan AC cukup nyaman, membuat saya sedikit ngantuk. Tapi dalam kasus ini saya jadi navigator, bisa-bisa tidak nyampe Madiun kalau semua tidur. Sesampainya di Solo, kami terhalang dengan kemacetan mudik lebaran. Tetapi kami cukup santai di kabin Avanza, dengan lantunan lagu dari tape yang walaupum masih sistem kaset. Peredaman kami akui cukup apik, yaahh sayang suspensinya itu lohh.

Stage 2 akan kami ceritakan saat cerita beikutnya, oceeh…!!??

Spesifikasi Toyota Avanza 1.3

1.3 G M/T Minor Change 1.5 S M/T Minor Change
Transmisi Manual 5 Kecepatan Manual 5 Kecepatan
Perbandingan Gigi ke-1 3,769 3,769
Perbandingan Gigi ke-2 2.045 2.045
Perbandingan Gigi ke-3 1.376 1.376
Perbandingan Gigi ke-4 1.000 1.000
Perbandingan Gigi ke-5 0.838 0.838
Perbandingan Gigi Reverse 4.128 4.128
Perbandingan Gigi Terakhir 5.125 4.875
Suspensi Depan Mac Pherson Strut dengan Pegas Koil & Stabilizer Mac Pherson Strut dengan Pegas Koil & Stabilizer
Suspensi Belakang 4 Link dengan Pegas Koil dan Lateral Rod 4 Link dengan Pegas Koil dan Lateral Rod
Rem Depan Cakram Cakram
Rem Belakang Tromol Tromol
Sistem Rem Tambahan Proportion Valve (PV) Anti-Lock Braking System (ABS)
Ukuran Ban Alloy Wheel,. 185/70 R14 Alloy Wheel, 185/65 R15


1.3 G M/T Minor Change 1.5 S M/T Minor Change
Panjang | mm 4,120 4,120
Lebar | mm 1,635 1,630
Tinggi | mm 1,695 1,695
Jarak Sumbu | mm 2,655 2,655
Jarak Pijak Depan | mm 1,405 1,415
Jarak Pijak Belakang | mm 1,415 1,425
Berat Kosong | Kg 1,045 1,070
1.3 G M/T
Tipe Mesin 4 Silinder Segaris, 16 Katup, DOHC
Isi Silinder cc 1,298
Diameter x Langkah mm x mm 72.0 x 79.7
Daya Maximum ps/rpm 88 /6,000
Bahan Bakar – Kapasitas Tangki L 45
Bahan Bakar – Jenis Bensin Tanpa Timbal
Bahan Bakar – Sistem Sistem Bahan Bakar Elektronik
Mesin K3-VE
Torsi Maksimum Kgm/rpm 12.2 / 4,400

Referensi Modifikasi Lexus RX Black Bison by Wald International

lexus-rx450h-by-wald_460x0w

Cukup well build lah...

Berawal dari iseng-iseng belaka eh malah ketemu sesuatu yang menarik, mungkin para pemilik Lexus RX baru bisa mencoba meniru gaya dari Wald. Rumah modifikasi asal jepang ini menamai hasil kerajinan tangannya bernama Black Bison RX. Hasil modifikasi ini membantah semua tuduhan bahwa mobil hybrid juga bisa dihias dengan bodykit. Tampilan yang diberikan nampaknya bertemakan elegant, mmm… tapi kok agak mirip sapi bantet ya? mungkin ini dikarenakan spoiler bodi depan yang terlalu menjorok ke depan seperti memakai rok bahkan matanya terkesan sipit. Namun bagi pembaca yang tertarik untuk mencoba gaya seperti ini tentu sah-sah saja kok. Paling tidak dengan tampilan seperti ini sudah mendongkrak tampilan RX standar yang pipinya mengembang karena kepentingan dari aerodinamika.

lexus-rx450h-by-wald-1_800x0w

Bokong yang bikin pede di jalan tol

Spoiler depan sudah dilengkapi dengan fog lamp dan sepasang pelat garis yang menguatkan kesan elegan, lekukan dari spoiler ini melanjutkan lekukan yang berasal dari grill yang menjorok ke bawah. Berlanjut ke bagian belakang, spoiler ini terlihat bagus dan enak dilihat, apalagi penempatan empat diffuser memperlihatkan RX adalah SUV yang berperforma dan juga anti tanah bila masih mengedepankan efisiensi. Bagian lubang belakang berguna sebagai ventilasi yang mengeluarkan hawa panas mesin, juga terlihat nice. Sementara sektor velg yang mungkin sekitar 20 inci dengan 14 palang logam baja ringan ini sangat pas dengan ukuran bodi RX. Eleganitas yang dikembangkan oleh Wald ini menghilangkan sifat efisien prius pada RX yang ditanamkan Toyota. Cukup well build juga, monggo saja jika anda berminat….

lexus-rx450h-by-wald-8_800x0w

Spoiler yang masih wajar

lexus-rx450h-by-wald-9_800x0w

Velg palang 14 dengan 20 inci

lexus-rx450h-by-wald-12_800x0w

Moncong diffuser 4 dengan ventilasi dan RX ini menjadi anti tanah

Lexus LF-Ch, Penantang baru VW Golf dan BMW 1-series??

2010-lexus-lf-ch-3_180x0w

bagian belakangnya lumayan kan?

Lexus akhirnya membuka selubung tirainya! Lexus baru yang akan menandingi penguasa premium hatchback macam BMW dan VW akhirnya mempublikasikan dirinya. Berkedok Lexus LF-Ch concept, lexus mencoba memenuhi keinginan konsumen premium hatchback dengan cara beda. Memasang hybrid andalannya sebagai optional, dan ini memang strategi jitu melihat LS-series hybrid dan RX-series hybrid cukup mendulang sukses. Melihat dari stylenya seperti mirip-mirip Alfa Romeo 147 GTA, terlihat begitu banyak “gembung”an disana-sini membuatnya mirip jadi kodok ngorek, style yang bagus. Apalagi style ini mempunyai nilai plus terhadap aerodinamika. Lanjut dah, bagian bemper depan meyiratkan akan mobil balap Super GT, tapi kok ga ada lubang tengahnya yaa?

2010-lexus-lf-ch_460x0w

stylenya asik untuk sebuah mobil jepang

Bagian bokongnya ini yang bahenoll…, bodi bemper yang gembung membuat bokongnya seksi dan itu menurut gw memang (sekali lagi) enak dilihat. Apalagi dengan intake belakang yang besar membuat mobil ini keluar roh sportynya, asik… asik… lampunya juga eksotis dan menawan. Yahh, sekedar konsep saja sih namun ini menggambarkan jiwa toyota alias jiwa samurai yang terdapat pada mobil sport jepang lainnya akan terlukiskan disini. Dengan basic mesin hybrid tentu ia akan menjadi mobil premium hacthback yang unik. Yaah kita lihat sajah sosoknya nanti sementara nikmati dulu LF-Ch yang ada di frankfurt ini….

Toyota Kijang Innova J – Kijang Yang Lebih Ekonomis-

Kijang Innova J 01

Ini versi J, dari depan ga beda jauh sama E

Anda Butuh mobil keluarga? Tentu kami menyarankan lebih baik kijang Innova  saja. Mengapa? karena kami juga punya, eee…bukan itu-lah…. sebab apa yang diberikan oleh innova sangat beragam apalagi soal value for money dan nama besar Kijang sangat menentukan harga. Harga? ya, Kijang Innova sekarang bermain di kisaran Rp.200 juta – Rp.285  juta,  Bagaimana kalau bugdetnya terbatas? Tentu sebagai produsen kendaraan keluarga Indonesia harus memikirkan bagaimana Kijang Innova dapat dijangkau Masyarakat Indonesia. Kini bagi yang mempunyai bugdet Rp.180 juta sajah anda bisa mendapatkan Toyota Kijang Innova terbaru Tipe J.

Kijang Innova J 02

Samping sini paling kentara bedanya

“J” adalah produk spec down Toyota yang lebih ekonomis, produk yang dilabeli tipe J baru hanya Toyota Yaris, namun Innova juga turut memakai label J sebagai Jangkauan dibawah 200 juta. Nah, apa saja fitur yang harus “dipreteli” dari Kijang Innova E sehingga menjadi J? Bagian eksterior memang tidak terlihat signifikan perbedaannya namun bila menilik sektor ban, terlihat sebuah velg kaleng berukuran 14 inci. Sektor ini bisa diperkuat dengan mengganti velg yang  lebih besar dan sporty. Atau untuk sementara bisa dengan menempelkan dop, mau peugeot atau mercedes agar terlihat elegan. Sementara bagian depan bisa ditambahkan foglamp, hanya tinggal ” dicoak” rumah lampunya saja. Selain itu juga bisa ditambahkan fitur seperti bemper depan-belakang, sensor parkir bahkan roof rack. Spion juga bisa diganti dengan yang pakai lampu sein.

Kijang Innova E 01

Ini versi E saya yang masih normal, perhatikan bedanya

Menilik bagian interior tampak terlihat bagian dashboard yang kosong melompong, tanpa audio seperti dashboard Hilux  single cabin. Tinggal ditambahin aja double DIN atau single DIN,  Insyaallah bakal mak nyuus kupingnya selama perjalanan, lebih nekat lagi kasih subwoofer. Lalu karena AC-nya hanya untuk bagian depan maka  tambahkan double blower agar kenyamanan penumpang belakang tetap terjaga. Karena Console Box dan tongkat transmisi hilang, sebaiknya dilengkapi saja agar makin menambah kepraktisan (kalo tongkat transmisi ya jelas-lah). Fitur yang masih dipertahankan adalah door trim moulding dengan tombol-tombol untuk power window dan menaruh botol minuman. Jok sebenarnya bentuknya sama, namun materinya berbeda. Pada tipe J ini digunakan vinyl yang lebih gampang dibersihkan. Sedangkan tipe E menggunakan fabric. Sabuk pengaman digunakan pada jok deret kedua dan ketiga tetapi lampu interior tinggal satu, di depan jok tengah, naah yang ini bisa ditambah di bagian depan dan belakang.

Menurut keterangan di dealer, Kijang Innova J Grade dilengkapi dengan tilt dan power stering, air conditioner, power windows dan power door lock serta Toyota auto alarm dan flexible seat arrangement sehingga kenyamanan dan keamanan berkendaraan berstandar Kijang Innova dapat dirasakan. Sementara sektor kenyamanan diklaim tidak jauh beda dengan varian Kijang Innova lainnya seperti suspensi dan seatbelt di 3 baris tempat duduk, jadi gak usah takut  sama ranjau jalan walaupun spec down, ini baru jempolan. Tinggal dibangun saja sesuai yang anda inginkan apalagi saat mudik memang dibutuhkan MPV seperti ini. Kijang Innova J ini bermesin 2000cc seperti Innova E tanpa mesin diesel dan berharga Rp.179.900.000,-

Kira-kira ada gak yang mau bangun Innova racing atau DUB Innova??

Iklan Audi A6 Dengan Jason Statham, Manakah The Real Transporter??

Iklan Audi A6 yang satu ini cukup menarik perhatian gw, sebab ikon merek dari Jerman tersebut adalah pemeran utama Transporter, Jason Statham. Mulanya sih mikir-mikir ini iklan buat Transporter 3 yang kemarin tapi kok kalo diperhatikan sekali lagi ternyata ni mobil adalah Audi A6 bukan A8. Basic ceritanya Jason sedang dikejar penjahat dan dia butuh mobil untuk kabur tapi gak harus mati gaya. Unsur politiknya sangat kental apalagi menyangkut brand pesaing Wolfsburg ini, namun dikemas menjadi sangat lucu.

Audi Superbowl commercial ‘The Chase’ – Jason Statham

Mungkinkah maksudnya Mercedes terlalu Understeer, BMW terlalu Oversteer dan Lexus terlalu spartan atau malah gak keren?? Penekanan di iklan ini adalah Audi mempunyai tampang yang keren dan pengendalian yang rigid dan fun. Terserah pembaca menilai…