Jalan-Jalan di Kemacetan Ibukota

 

Jakarta adalah Ibukota Indonesia dengan kepadatan penduduk yang sangat banyak. Ledakan penduduk terjadi disini, semua orang pasti mengetahui hal itu. Tapi, tahukah kalian bahwa 70% kendaraan yang dijual di Indonesia berada di sekitar Jabodetabek, Sisanya 20 % berada di luar daerah Jabodetabek. Ini menandakan begitu padatnya Jakarta. Kemacetan yang selama ini kita lihat di jalan-jalan adalah dampak dari rapatnya kepadatan tersebut.

 

Melihat survey yang gw baca di suatu majalah automotif  baru baru ini, menambah penasaran gw. Ternyata tidak hanya gw aja yang memendam penasaran ini, kakak gw juga ikut-ikutan penasaran atas tulisan majalah tersebut. Apa iya Jakarta sudah separah itu, karena keempat kakak gw sudah lama tidak datang ke Jakarta (domisilinya di Jogja) dan tiga orang berhasil datang ke Jakarta. Jadilah kami melakukan ekspedisi besar-besaran “KELILING JAKARTA PADA JAM PULANG”.

 

Satu tahun lebih tidak balik ke Jakarta adalah tempo yang dinilai kakak gw cukup lama. Image yang terbayang adalah Jakarta, sebuah surga Indonesia. Itulah image yang membuat urbanisasi di Indonesia derasnya minta ampun. Keluar dari rumah tercinta udah ketemu aja kemacetan yang bisa dibilang membosankan. Untung di Jalan Pangeran Antasari masih dapat jalan sedikit-sedikit jadi masih bisa leluasa deh…

 

Step1 (P.Antasari) : aman-aman aja tapi motornya banyak banget kayak bebek beneran aja, HUZ!! HUZ!!

Mulai masuk ke Jalan Protokol Jendral Sudirman, kami bisa merasakan derasnya aliran kendaraan hanya dari satu jalur. Kakak gw yang namanya Mas Yoga sudah Senewen, bagaimana tidak, Jalur Busway yang disamping kanan dia sudah berkali kali dilewati oleh Busway. Masalahnya, Busway yang lewat jalannya sering cepet abis. Selain bikin kaget, sering kali terjadi gejala earthquake yang membuat mobil kami mirip mobil goyang. Itu sih masalah pribadi tapi masalah umumnya, gimana ya kalo gw jadi penumpangnya? Berdiri lagi! Pasti kepelanting kesana-kemari, ampuun.

    

Step2 Sisingamangaraja : KENA DEH!!   

 

Step3 Sisimangaraja : Taksi Sapa nih, dari tadi gw motret dihalangi sama kampret ini!!! Barangsiapa yang nyupir ni taksi, empat mata sama gw!!!

Step4 Tugu Api Nggak Bakal Padam : Satu-satunya fasilitas umum yang bertemakan pornoaksi dan pornografi 

 

Mendadak Sudirman lancar saat melewati Semanggi, mengapa begitu?? Ternyata orang-orang kebanyakan bukan mau ke Monas malah mau ke Gatot Subroto, Jack-S!! Lucunya, tiba-tiba kita ketemu sesosok Ford Ranger Polisi bawa cukup banyak tanaman hias. Ehem, habis belanja anggrek di Ragunan ya? Korupsi waktu lo!

 

Step5 Jendral Soedirman : “Ayo bapak2, ibu2, anthuriumnya cantik2 lho…” 

Step6 Semanggi : 3 in 1 starts from now, udah badannya gede, isinya cuma supir doang, nebeng lewat Sudirman lagi. PARAH!

Nggak masalah saat kita jalan sampai M.H. Thamrin, Mas Budi iseng-iseng mengusulkan buat belok ke Jalan Budi Kemuliaan. “Coba aja lewat ke situ”, Sekilas info di benak Mas Yoga. Ketemunya malah perempatan jalan yang benar-benar nggak bisa dihandle oleh lampu lalu lintas yang tegak berdiri. Seolah-olah hanya bisa meratapi keruwetan lalu-lintas akibat keruwetan di masing-masing otak orang-orang disitu. Mereka sama sekali nggak peduli tanda tanda dari lampu lalu lintas. Semuannya terabas aja. Ada yang mau kearah sana ditahan sama yang mau kearah situ ditahan lagi sama yang kearah sono tapi ketahan juga sama yang mau kearah sini. RIBET GILA!!!

 

Step7 M.H.Thamrin : Bajaj yang membelah Jalan Protokol

Step8 Budi Kemuliaan : Semua mobil serempak bermain galaksi

Step9 M.H.Thamrin (Reverse) : Oooh, Jakarta….

“UDAH AH PULANG, GW CAPEK!”, Jerit Mas Budi yang diikuti. Erangan Mbak Sinta mau Buang Air Kecil, dasar cewek, ya udah kita mampir aja ke pom bensin. Kami jalan lagi dan melewati rute yang sama (M.H. Thamrin – Jendral Sudirman) tapi keadaan tetap sama. Ngadat karena macet, HUAAHH!!!. Berberapa kali melihat rombongan para menteri yang ingin cepat-cepat pulang. Di depan mobilnya ada polisi dengan mogenya membuka jalan di tengah kemacetan, enak banget, BASTARD!!! Tapi gw melihat moge harley polisi lagi buka jalan diikuti biker Suzuki Spin dan ditutup dengan harley polisi lagi.

“Keenakan tuh Suzuki Spin dikawal ama polisi”, Mbak Sinta merespon. Gw malah berpikir jangan-jangan itu juga menteri, tapi kok melarat banget ya pakenya Spin bukannya Volvo atau Camry pada umumnya.

 Step10 M.H Thamrin (Reverse) : kristalisasi keringat abang supir taksi, padahal taksinya pake AC.

Step11 Jendral Sudirman (Reverse): Bukti bahwa anjing itu makhluk tercerdas –> Bisa Nyetir Xenia!!!

Step12 Jendral Sudirman (Reverse) : Satpol PP terburu-buru, habis tugas apa habis nyerang PGI??

Step13 Semanggi : Huaah… akhirnya lancar juga….!!

 

Report gw sebenarnya lebih banyak dari ini tapi dengan bukti cerita gw dan berberapa gambar ini kayaknya cukup buat io bikin puyeng liat kegaduhan Ibukota. Duuh, moga-moga esoknya kemacetan Jakarta nggak makin banyak, nggak bikin syndrome buat orang-orang. Bikin penyakit! Oke deh, peace buat automotive !!!!   ^_^

By. Yudha.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Jalan-Jalan di Kemacetan Ibukota

  1. Report yang menyenangkan ya, nggak nyangka dari kemacetan yg menyebalkan terdapat berbagai aktivitas org2 yg berbeda n lucu juga.

    ^erztazh
    setuju! bang yud, sambung lg donkz!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s