Rehat dulu ya gan, Yok Nonton Vantage Point….!!

Hahahaha… judulnya automotive tapi malah bahas film, namanya juga blog, boleh share…. Tapi yang saya kasih lihat disini adalah reviewnya. Barusan saya nonton Vantage Point dan ini adalah pengulangan keempat kalinya, yahh habis mau bikin reviewnya sih. Review itu menurut saya sama seperti impression driving di bawah ini cuma bahannya film. Oke deh daripada omdo terus mending dikilik dulu bro…

Sampul depan

KONDISI SEBELUM MEMBUKA SEGEL

Sampul dari Vantage Point ini (hehe bajakan, abis ga kuad beli aslinya) minimalis namun dapat dimengerti keterangan seperti judul film dan tema film. Pada umumnya ada kalimat penunjang dari film ini, mungkin sejenis sub-judul yang menerangkan tentang apa film ini. “8 strangers,8 points of view,1 truth” adalah sub-judul dari Vantage Point. Hmm… strangers? mungkin maksudnya orang asing yang dipertemukan dengan takdir kali yaa… Oke kita balik aja, langsung ada gambar plot yang tidak dimengerti, masa bodo… yang penting gambar scene dan reviewnya dulu. Namun pembajak lupa sesuatu yang penting yaitu “STOP PEMBAJAKAN” yang biasa ada di cd aseli, masalahnya ini bajakan bung… ketahuan deh copy paste. Ngakak guling2 deh…. 😀

Judul: Vantage Point
Sutradara: Pete Travis
Genre: Action Thriller
Pemain: Denis Quaid, Matthew Fox, Forest Whitaker, Sigourney Weaver

SETEL BUNG…

bawa-bawa presiden palsu

Mari kita putar, film yang diputar tahun 2008 ini berkisah tentang suatu peristiwa yaitu perjanjian penandatanganan suatu traktat KTT Global anti terorisme di Salamanca, Spanyol. Dimana diceritakan Presiden Amerika Serikat Henry Ashton tertembak oleh teroris saat berpidato. Peristiwanya hanya seperti itu namun yang berbeda dari film lain adalah kita diajak melihat berbagai pengalaman orang yang mengikuti peristiwa tersebut termasuk sang teroris. Melihat dari ide cerita ini membuat saya sumringah karena belum ada yang seperti ini. Lanjut…, ngomong-ngomong soal tempat sebenarnya layoutnya berada di Mexico City di negara Mexico bukan asli Salamanca, Spanyol, mungkin penghematan biaya namun landscape tempatnya benar-benar menipu penonton, patut diacungi …

Mari kita lihat pemerannya, ada Barnes (sang “paspamres  senior” presiden) , Rex (produser berita TV Amerika) , Henry Ashton (presiden alias sang korban), Lewis (turis yang lekat dengan handycamnya selama kejadian) , Sam (terdakwa) , Enrique(terdakwa juga) , Javier (sayangnya terdakwa juga karena terpaksa mau menyelamatkan sodaranya) , dan Felipe( terdakwa, berkarier sebagai bellboy di hotel). Harap berkonsentrasi dan memposisikan diri sebagai tokoh utama, karena bisa dibilang film ini dibagi menurut 5 scene individu para tokoh (seluruh terdakwa teroris digabung menjadi satu scene). 5 scene individu di tempat yang sama membuat setting tempat diekspos berkali-kali jadi agak ruwet juga.

Perpindahan kamera alias Camera movement sangat halus disini jadi cukup ringan ditonton, pemilihan angle pun baik namun memang beberapa ada juga yang harus dikoreksi shot-shotnya. Tata artistik juga bisa dikatakan bintang 4 lah ya… Alur cerita (walau agak ruwet) bisa dibilang lancar jaya, 5 scene yang ditampilakan ini bermaksud memperlihatkan alibi 5 saksi dan terdakwa. Bisa dibilang kita dituntut berpikir seperti detektif di suatu masalah. Namun ada juga masalahnya seperti efek bom meledak di Hotel  dan alun-alun Salamanca serta helikopter memakai grafis komputer yang tidak halus jadi tidak dapat memukau penonton. Premis yang dapat ditarik adalah suatu kejadian tidak bisa dirunut dari 1 saksi saja karena masing-masing memiliki alibi yang berbeda. Namun seperti tadi yang sudah dikatakan bahwa kita dituntut seperti detektif untuk mencari sang pelaku. Sebelum scene teroris (scene ke 5) sebenarnya sudah kita sudah mendapatkan gambaran kira-kira sang pelaku seperti apa walau tidak dieskpos. Oh ya… di film ini diceritakan juga tokoh ganda, presiden Henry Ashton yang palsu (saat tertembak) dan asli (sembunyi di hotel) adalah sentilan sang direktor, Pete Travis tentang pemerintah yang pernah memakai peran pengganti dalam berbagai acara.

Kira-kira segitu aja soal film ini, berikutnya bakal ada sesi review seperti ini seperti transporter 3 kemarin. Kebetulan tahun 2011 bakal dirilis Transformer 3 yang menambahkan peran Ferrari 458 Italia sebagai Autobots berikutnya dan ini yang paling ditunggu-tunggu : “Fast Five” sekuel kelima The Fast and Furious di Eropa, ane janji bakal direview di sini.

sementara nikmatin aja Vantage Pointnya :green:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s