Driving Impression – Suzuki Ertiga GX 1.4 Manual, The real baby Innova [Part 2]

Kemarin sudah menilik bagian dari Ertiga secara fisik, sekarang saatnya mengeroyokinya habis habisan lur…. CETEERRRR!! [mecut cambuk]

Sebelumnya bisa cek review pertama di ➡

Impression Driving – Suzuki Ertiga GX 1.4 Manual, The real baby Innova [Part 1]

Ok lur melanjutkan dari artikel pertama Ertiga, saatnya kita gassssssss….. 😉

Eh main gas aja….Cek mesinnya dan kaki kaki dulu oi! 😡

Hehehe lupa… baiklah [halah kapan mlakune kie… ] 😥

KLANG! kap mesin sudah dibuka dan inilah dapur pacu dari Suzuki Ertiga…. menggunakan mesin K14B, pengembangan dari Splash yang berkapasitas 1400 cc dimana swift baru juga menggunakan mesin ini. DOHC dengan teknologi katup VVT 4 cylinder 16 valve dengan tenaga 95 hp @ 6000 rpm dan torsinya 130 nm @ 4000. Wah spec ini sudah cukup untuk menghela Low MPV seperti Ertiga. |_|

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Untuk sektor kaki kaki, Ertiga mengandalkan suspensi Macpherson dengan per keong untuk depan dan Torsion beam dengan per keong di belakang. Oh ya Rem ventilasi dengan ABS dan EBD juga tersemat di depan dengan teromol di belakangnya. Velg alloy 10 spoke R15 menghiasi keempat kakinya dibalut dengan ban GT Radial 185/65 R15. 🙄

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Capture

Capture1

Emmm sudah kan? ya udah lah  mari kita kemon… udah keburu mau pulang kampung nih…. ^^’

Sip mesin dinyalakan dan suaranya halus lur, peredaman kabin juga senyap, nah saatnya isi bensin full tank dahulu. Oh ya seperti yang ane singgung tracknya Jogja – Solo – Ngawi – Madiun, trek ini cukup variatif dengan Jogja – Solo yang jalannya 2 lajur 4 marka dan lempeng, Solo yang macet, Solo – Ngawi dengan jalan 2 lajur 2 marka dan berliku serta terakhir Ngawi – Madiun yang dekat dengan lapangan Iswahyudi dimana angin bertiup kencang disini. 💡

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Saat cruising santai di jalan Jogja – Solo Ertiga ini begitu egronominya nyaman dan anteng lur…. juga tidak membuat capek jarak jauh. Namun jalan yang lebar dan sepi membuat Penuliz agak nakal dengan membejek sampai angka 100 kpj lebih dikit… woh ternyata akseleratif juga lur plus tidak ada gangguan seperti bodi bergetar atau setir bergetar…. aman terkendali lah :mrgreen:

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Mencoba jalan jalan di solo dengan kemacetan yang ngga seberapa pada waktu impression driving yang lalu [soalnya kemarin mudik lur]. Tertulis indikator bensin di MID mencapai 7 kpl… kadang 12 kpl, angka angka yang dikeluarkan memang fluktuatif tapi wajar mengingat yang dimasuki daerah perkotaan. Cuma lucu saja memantau MID ini kadang figurnya naik turun drastis…. 😆

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Peredaman kabin yang ada di Ertiga cukup baik… walaupun sempet macet di Pasar Kartasura dengan kondisi “riot” [sumpah buka kaca ramenya minta ampun] tapi setelah kaca ditutup hening tuh… yang mendominasi suara AC dan lagu dari tape, syahdu tenan broo…. 😎

Mulai meninggalkan Solo menuju Sragen dan Ngawi, jalan pun mulai menyempit menjadi 2 lajur 2 marka. Jalan disini sebenarnya kurang manusiawi untuk motor dan sepeda karena kebagian lahannya sedikit sehingga selip selipan dengan insting ala bus Sumber Kencono kadang perlu juga… nah bagaimana dengan Ertiga ini? ❓

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Saat dibejek dadakan untuk menyelip, ertiga ini cukup nendang di putaran bawah menengah sehingga menyelip 2-3 mobil bahkan tidak jadi masalah [jangan ditiru lur… wong sedeng ki sing nyetir 😛 ]. Kira kira rpm 3000 sudah galak sampai 5000. Sensasinya mirip dengan Luxio. Oh ya saat mau menyelip dan kembali lagi ke jalur semula dengan cepat, pengendaliannya pun presisi, gripnya juga dapet. Berbeda dengan Luxio yang ada gaya tolak sedikit walaupun itu bisa diatasi. 😉

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Oh ya saat bertemu dengan jalan bergelombang, kami mencoba iseng menghajarnya karena penasaran akan suspensinya. Ternyata cukup teredam dengan baik, nggak njrut njrutan… penasaran lagi kami coba hajar speedbump depan Koppasus Kartasura [speedbump yang satu ini terkenal ngga manusiawi 😆 ]… impresinya sama ngga njrut-njrutan… Moderat lah, Luxio sedikit firm dari Ertiga sedangkan Avanza tidak seempuk Ertiga, mungkin Ertiga lebih mendekati Innova dalam hal ini. 🙄

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Problemnya soal FWDnya apa kuat…? tapi selama ini penuliz belum menemukan ada konsumen yang mengeluh soal ini, yaahh penuliz akan terus pantau hal ini  🙄

Nah soal konsumsi bahan bakar … mohon maaf kepada sedulur, penuliz belum mencatat data yang akurat sehingga belum berani menghitung dan memberi angka secara pasti disini. Tapi kalo berdasarkan perkiraan, konsumsi bbmnya lebih irit dibanding avanza sebab dulu dengan jarak trek yang sama [ngga ditambah-tambahi dan ngga dikurang-kurangi], kondisi yang nyaris serupa, waktu membeli bbmnya sama dan uang yg dikeluarkan pun sama [100 ribu]. Jarak tempuhnya kerasa lebih panjang dibanding Avanza… 😀

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Menurut ane sih wajar karena penggerak roda depan memang menawarkan efisiensi yang lebih baik. Namun ya cerita diatas masih opini sah-sah saja kalau masih meragukan. So kapan kapan kalau pinjam lagi penuliz akan cari tahu angka real konsumsi bbmnya dengan pasti. 🙂

Capture2 OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Overall Suzuki sudah membuat produk yang bagus…. dengan model yang easy looking buat dilihat semua orang, suasana kabin yang mewah roomy buat sekeluarga, kelengkapannya memadai dan fleksibel dan mesinnya yang jos serta efisiensi yang memang bukan isapan jempol belaka… tentu saja wajar jika Avanza harus waspada berhadapan dengan spesies yang satu ini. Sebab di angka 200 jutaan kebawah, bahkan dengan harga dibawah Avanza, Ertiga ini berani menawarkan aura yang sama persis dengan Kijang Innova. Maka ngga mustahil jika Ertiga bisa dibilang “The Real Baby Innova”. 😀

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Bagaimana Toyota? tertantang bikin next Avanza menjadi lebih innovatif lagi dibanding sebelumnya? :mrgreen:

Next Impression Driving, stay tuned…. ululululu…..   :mrgreen:
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Nyetir sehat pasti pintar……. salam gendjooooooooossss…….!!!

Advertisements

22 thoughts on “Driving Impression – Suzuki Ertiga GX 1.4 Manual, The real baby Innova [Part 2]

  1. Pingback: Impression Driving – Suzuki Ertiga GX 1.4 Manual, The real baby Innova [Part 1] | Yudakusuma Auto Blog

  2. Pingback: [Daihatsu Espass] Testimoni Pemakai Espass | Maskur's blog

    • wkwkwkwk kelase kok bedo men 😆
      tapi walaupun gl kastanya lebih tinggi ak jane tetep prefer ertiga… ruang kabine lebih luas… selisih tenaganya pas actual ngga sejauh hitam di atas putih 😛

      • ben e.. sik penting harga seken vroh.. wkwkwkw..
        ketoke sik tekon aku kuwi kepentok budget nek meh minang terios tx.. makane isih golek musuh sik iso dibandingke gl 2008.. ditawari kijang diesel ro kuda diesel ra bergeming jeh.. tetep terios tx, gl xv & jazz vtec.. :mrgreen:

  3. Pingback: gambar suzuki ertiga elegant 2014 mulai muncul, mengincar segmen atas low mpv! | kankkunk - blognya nbsusanto

  4. Om Yud, ane ngiler ngeces kalau menatap neng erti, lagi nabung pengen nebus ni mobil, tp setelah bolak balik cari info ttg ini mobil di google ternyata banyak keluhan bunyi2 di kaki2 dan problem di exle beam dan rack steer-nya, bahkan ada yg bolak balik ke beres sampai 4 kali ganti exle beam, ini jelas menyita waktu dan tenaga hanya untuk mengganti part ini. Dengan banyaknya keluhan ini ane jd bingung om Yud.
    Mhn fatwa dari om Yud ttg keluhan ini, sbg bahan pertimbangan tuk memutuskan jadi ngelamar apa tidak ni mobil.
    Sebelumnya ane ucapin suwun tuk fatwanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s