Driving Impression – Honda Mobilio E Prestige 1.5 Automatic, A Definition of Low MPV by Honda [Part 2]

Setelah tadi penuliz menjajal kabin dari low MPV gaya Honda ini, seperti biasa kita akan masuk part 2. Pembantaian mesin habis habisan hahaha….

Malem lur…

Bagi yang belum tahu review Honda Mobilio soal interior dan eksterior maka bisa disimak disini ➡

Impression Driving – Honda Mobilio E Prestige 1.5 Automatic, A Definition of Low MPV by Honda [Part 1]

Oke mari kita bahas tentang peforma, akselerasi, kaki kaki, handling dan segala tetek bengek tentang Mobilio ini lur…. 😆

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Mari buka kap mesin, caranya seperti biasa, masuk kabin, ada tongolan, tekan dan… KLANG! voila… kita bisa melihat mesin dari Honda Mobilio ini. Nah seperti yang sedulur lihat di gambar bawah. Mobilio menggunakan mesin yang serupa di Honda City baru, rupanya mesinnya adalah penyempurnaan dari L15A yaitu L15Z1. Dari segi fisik, mesin ini mempunyai ciri khas dengan engine head plastik resin. Spek-nya berupa 1500cc SOHC 4-cyl segaris 16 Valve dengan i-VTEC. Bertenaga 118 hp @ 6600 rpm dan Torsi 145 Nm @ 4600 rpm. Namun ada penurunan tenaga 2 hp dari L15A Jazz, ya ini wajar karena Honda merubah final gear agar pas buat menghela Low MPV. 😉

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Memasuki kaki-kaki, Honda memberikan McPherson Strut di depan dan H-Shape torsion beam di belakang. Sebenarnya sama sama torsion beam sih ini… seperti Low MPV umumnya. Disini juga tersemat ABS+EBD dengan ventilated disc brake di depan dan drum brake di belakang. Untuk sepatunya, seperti yang disinggung sebelumnya, memakai velg 15 inchi dengan ban GT Radial Champiro 185 / 65 R15. 🙄

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Untuk impression driving kali ini rutenya hanya Tol Jagorawi dan Hambalang. Ya, test yang variatif ini juga sengaja dipersiapkan Autonetmagz untuk menguji ketangguhan dari mobil ini. Sayangnya tempat tidak sesuai untuk uji salip salipan… tapi ngga apa apa… Yang penting kita tahu gambaran karakter mesinnya. Oh ya mobil ini transmisinya Automatic CVT lho, bukan automatic konvensional dimana CVT hanya menggunakan belt untuk perpindahan transmisinya. 😀

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Di jalan tol kita bergantian nyobanya, penuliz rasa sih mobil ini seharusnya akseleratif, namun pada saat digenjos… eh dibejek… lumayan ngeden setelah itu baru ada responnya. Kalau dibilang kenceng sih kenceng [harusnya, wong 118hp jal… ] cuma CVT ini membuat pada saat digas jadi ada jeda. Menurut penuliz sih rada ngga enak rasanya, kurang prefer buat nyelip nyelipan ala supir AKAP di luar kota. mungkin kalo manual akselerasinya bisa galak ya…:roll:

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Namun 0-100kpj bisa dicetak pada 13 detik. Hasil yang lumayan dibanding kompetitor. Oh ya tipe mesinnya juga pada saat 60 kpj ke 100 kpj agak lambat namun saat 100 kpj keatas lumayan cepet naiknya. VTEC kicked in yoooooooo…..! 😎

Perkara soal Handling, kami membawanya ke Hambalang… Bagi yang sudah pernah ke hambalang tentu tahu sendiri kondisinya seperti apa kan? kontur naik turun yang lumayan plus jalannya lebar. Ya cukup ideal buat kami mencoba trek Hambalang Pikes Peak dengan Honda Mobilio ini. :mrgreen:

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Untuk tanjakan, Mobilio sendiri oke juga melahap tanjakan hambalang dengan kontur yang curam… walaupun sih ya agak nggereng tapi ngga terlalu sulit setelahnya, wajar sih untuk kategori FWD namun torsi Mobilio sudah lebih dari cukup untuk melahap tanjakan. Kok nggak spin seperti iklan BC nya merek T? wah namanya juga BC, jelas HOAX lah hihihi…. 😆

Untitled-1

Kerennya mobil ini juga punya handling yang superb seperti Brio… ya Honda memang tidak perlu diragukan kalo bicara masalah handling. Diameter setir yang kecil rupanya punya andil dalam mengendalikan laju Mobilio. Feelingnya seperti mainan game simulator balap di game center hehe… Sayangnya ada gejala pantat ngebuang di Mobilio… wajar sih bila melihat panjangnya dia wkwkwk… :mrgreen:

Untitled-2

Namun kelemahan dari Mobilio tidak hanya dari situ saja… seperti penyakit city car dengan handling mantab, Mobilio punya suspensi yang kurang nyaman saat dibawa ke jalan kurang mulus ataupun polisi tidur… Cukup mengocok perut dan penuliz cukup mules dibawanya. ^^’

Untitled-4

Kelemahan yang lain adalah Peredaman, saat di tol kami merasa terganggu dengan suara luar yang masuk ke interior… suara mesin dia, suara mobil lewat, suara ban pada saat mobil jalan bahkan pada saat berhenti pun ada orang ngobrol di luar kita bisa nguping kok… Yah sangat disayangkan untuk mobil dengan budget nyaris 200 juta. 😦

Capture

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

So Overall mobil ini juga bisa menjadi pilihan bagi sedulur untuk mendapatkan Low MPV, namun ya bila taglinenya Mobilio banyak kelebihan dan keunggulan tapi…  hehe… banyak juga kekurangannya, lur. Jujur harus penuliz akui dari segi tampilan ciamik banget. Interiornya terlega dibanding Avanza, Ertiga dan Spin, mesinnya juga jos. Sayangnya hal ini tidak dibarengi dengan kualitas peredaman, kualitas interior dan suspensinya yang nggak MPV banget. Honda sendiri sebenarnya sudah mempunyai bibit Low MPV yang bagus, tinggal ditingkatkan lagi lebih maksimal. Andaikata semua kelemahannya berhasil diperbaiki, bukan tidak mungkin tren Low MPV bakal berpindah ke dirinya. 😀

Next impression driving broooo….. :mrgreen:

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Nyetir Sehat Pasti Pintar, Salam Genjoooooooooossss………..!!!

Advertisements

12 thoughts on “Driving Impression – Honda Mobilio E Prestige 1.5 Automatic, A Definition of Low MPV by Honda [Part 2]

  1. Pingback: Impression Driving – Honda Mobilio E Prestige 1.5 Automatic, A Definition of Low MPV by Honda [Part 1] | Yudakusuma Auto Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s