Penampakan Honda Brio Satya di jalanan jogja. Sekilas nyaris tidak beda dengan Brio 1.3

LCGC dari honda ini lumayan tidak terendus publik saat ini, namun konsumennya masih terus bertambah

Sebelum melihat cerita tentang mas rizal tentang agya vs QQ jilid dua nih… penuliz mau menyinggung sedikit pesaing agya, honda brio satya.

Kemarin pas penuliz pulang dari kampus tiba tiba datanglah sesosok makhluk hitam tanpa identitas dari belakang. Tadinya sih diabaikan saja, namun melihat logonya yang banyak di bokongnya apalagi ditambah lambangnya yang beda dari biasanya. Kok malah jadi tertarik ya, hayaaah… rupanya ada honda brio satya. Baru kali ini nemu satu di jogja…

IMG_20131108_144704

^sorry blawur, kamera hp lenopo 2mp 😛
Continue reading

Honda Brio, City Car Dengan Spesifikasi Terkentjangg Special Untuk Indonesia. Harganya Juga Kentjangg!!!

Masih ingat loreca? Low Cost Green Car… berhubung peraturan LCGC belum ditetapkan jadi untuk mobil2 super[mini] seperti ini penuliz sebut loreca saja ya. Belum sepantasnya disebut LCGC heheh…..

So mari kita bahas mobil yang sekarang lagi booming-boomingnya di Indonesia dan di grup Koboys, Honda Brio!! Mobil ini adalah supermini baru keluaran Honda yang sempet menjadi pergunjingan orang-orang apakah mobil ini akan ditakdirkan menjadi loreca? Sayang seribu sayang ternyata PT.Honda Prospect Motor / HPM [APM Honda] nggak sudi memosisikan mobil ini sebagai mobil murah. Hmmm rada gengsian kah Honda untuk menyentuh sektor loreca? Padalah dibandingkan dengan harga Honda Brio di India, Honda Brio disini sekitar dua kali lipatnya.Mbuh lah apa maunya honda…. naah daripada pusing sama Honda Jazz dibonsai mini ini, mari kita lihat apa saja yang menjanjikan darinya…

sepisot auto bild yang memergokinya di sekitar jalanan pabrik karawang

Mari bicara tampang, dari semua sektor nampaknya menurut penuliz Brio memang ada sedikit desain Jazz yang modelnya agak seperti panah. Ya memang itulah bahasa desain Honda saat ini, bisa dilihat dari model Freed, Civic, Oddyssey dan CR-V sekalipun. Namun kalo kita melihat secara detail sebenarnya desainnya ada yang lucu. Bagian depan menghasilkan nuansa besar namun bila melirik sektor belakang justru terlihat kecil. Desain untuk bagian buntut, OMG! terlalu sederhana dan aneh bagi penuliz. So untuk bagian depan gapapa lah ya, justru keren2 aja seperti biasanya Honda [walau rada berbau Mazda juga] tapi kalo lihat sector samping atau belakang, tolong siapkan hati yang tabah saja dalam menghadapi cobaan. Padahal Peugeot 107 yang memakai desain kaca serupa justru terlihat lebih baik. Trus lirik-lirik bannya, ternyata berukuran 175/65 R14 dengan desain mengarah ke kakaknya Jazz, untuk ukuran city car ini sudah mantap lah.

hmmm, terlihat ada nuansa honda life campur honda jazz. model depan sporty dan berdesain ala honda-isme

Ngomong2 apa yang membuat desainnya menjadi salah kaprah di bagian belakang ? Menurut penuliz ada 3 bagian : Bagian kaca belakang yang menjorok ke bawah ini desainnya tertular dari model Peugeot 107 yang dijual sekarang atau kembarannya Toyota Aygo yang berada di Eropa. Lampu model Altezzanya mzbro Reyhan, bagus sih sayang desainnya kurang memikat. Terakhir ada sepatbor belakang super besar yang menonjol. Kesamaan dari 3 benda ini adalah ukurannya yang terlalu besar [komposisinya kurang diperhatikan, beda dengan depannya] dan guratan garis agak bertabrakan [satunya tajam satunya bulet]. Yaah semoga Honda menyediakan desainer body kit yang andal sehingga bisa mengatasi kekurangan tersebut di trim tertingginya.

belakangnya, alamak….. apa bedanya sama ceria??

Mari menilik bagian dalamnya… Bagian tengahnya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan versi India, tapi ada penyesuaian di sector audio. Dilengkapi double DIN yang telah dilengkapi AUX IN, USB, Bluetooth read dan CD Player, sebenarnya ini revisi dari audio versi orinya yang integrated di India sana karena walaupun double DIN tapi justru nggak bisa setel CD Player heheh… Untuk desain walau tidak sebagus Sirion dan March namun kualitas pembuatan dashboard bisa diacungi jempol. Setir 3 spoke dengan tombol audio berprofil tebal dan nyaman digenggam, spidometer juga terlihat mudah dibaca [tapi jangan harap sefuturistik keluarga Honda biasanya seperti jazz, civic, dll.] Oh ya, sebagai salah satu green car yang nggak low cost, Brio juga dilengkapi model eco driving loh.

model kabin mirip dengan versi india hanya saja double din ori yg gak bisa setel CD dicabut dan diganti dengan OEM yang bisa setel CD.

Kursi depan dirancang seperti bucket seat, sehingga modelnya terlihat sporty. Saat duduk juga membekap dengan baik serta kenyamanannya cukup baik. Oke deh kita pindah ke kursi kedua, soal kenyamanan yah… rata-rata city car lainnya, ga begitu besar tapi cukup akomodatif. Tapi untungnya akses masuknya tergolong mudah jadi lebih enjoy masuk ke dalam dan keluar. Soal kompartemen barang, tersedia gloves cukup besar di dashboard, kiri kanan pintu tersedia tempat penyimpanan yang memadai beserta tempat minum ukuran botol seliter, di tengah ada 2 tempat minuman ditambah 1 tempat minuman di belakang. Lalu bagasinya hanya berkapasitas 175 liter, maksimal bisa memuat 2 tas atau 4 kantung belanjaan. Menurut gossip ada beberapa fitur yang katanya tidak ada pesaingnya di segmen city car. Yup, HPM memodali Brio dengan fitur-fitur unggulan . Paling fenomenal ada teknologi ABS-EBD, dual airbag, Drive By Wire, Honda’s G-Force Control alias G-CON dan immobilizer. Drive By Wire bisa dikatakan adalah teknologi yang pertama kali bagi sebuah city car.

model jok recaro-like, memancarkan nuansa sporty, sayang karena memakai warna cerah justru terkesan tipis

belakang bukan tempat orang kelebihan tinggi atau kelebihan berat badan, setidaknya aksesnya gampang.

bagasi? ga perlu dibuka dah kelihatan kan gedenya cuma segitu [lihat dimensi tasnya]. karena pintunya kaca jadi bukanya gampang dan ringan.

Tapi dari semua itu yang mengejutkan adalah spesifikasi mesinnya yang special pake telor khusus Indonesia. HPM memilih menggunakan mesin L13A berkapasitas 1300 cc 4 silinder bertenaga 100 hp @ 6000 rpm dan bertorsi 127 nm @ 4800 rpm. Wow wow wow mesin apakah ini? Ternyata boleh nyomot dari Honda Jazz versi 1300 cc di luar negeri [bukan versi i-DSI seperti dulu loh, teknologinya sudah i-VTEC]. Setelah dicangkokkan, voila! Jadilah city car terkentjaang di Indonesia. Bahkan tenaganya nyaris menyamai hot hatch city car di Eropa yang didesain lebih powerful dari city car biasanya dan umumnya bermain di angka 100 hp lebih. Padahal bobot bersihnya saja hanya 920 kg, dengan power to weight 108 hp / ton ini tentu penuliz memberi gelar “superlegerra” alias super ringan kepada Honda Brio. Terus bagaimana sensasinya di jalan raya? Woooww kentjaaang bener, begitu akseleratif dengan tipikal mesin rpm tinggi ala Honda tanpa menghancurkan keiritan bbm. Pengendaraannya pun begitu rigid ala gokart namun konsekuensinya suspensi cukup kaku mirip Daihatsu Sirion, alamat perut dikocok kalo ketemu jalan tidak rata. Setidaknya performanya dijamin membuat sedulur senyum 5 jari deh heheh….

mesin paling joss buat city car, langsung dinobatkan jadi hot hatch setara ford sportka dan renault twingo 1.4 turbo

lihat jarum rpmnya, menandakan bahwa karakternya high rpm seperti civic dan jazz.

Sekarang masalah harga, Honda Brio tersedia dalam empat varian S manual dengan harga Rp 149 juta, S otomatis (Rp 159 juta) serta E manual (Rp 160 juta) dan E otomatis (Rp 170 juta), semua harga sudah termasuk pajak untuk Jakarta. Dengan semua fitur ini HPM menargetkan penjualan 6000 unit dalam setahun, ini jelas langkah berani apalagi HPM berencana memperbesar pabriknya di Karawang demi Brio. Hum… sebenarnya dengan pemikiran biasa harga segitu sedulur juga bisa saja meminang Toyota Avanza atau Daihatsu Luxio yang lebih besar benefitnya daripada sekedar fitur. Pertanyaan lebih besar lagi adalah ketika kebijakan LCGC diluncurkan, bagaimanakah startegi sebenarnya HPM menghadapi LCGC? Karena HPM sendiri tidak akan menempatkan Brio sebagai loreca [padahal di India dan Thailand diposisikan sebagai loreca ckckck….].

konon thailand sedang siapkan brio versi sedan, tapi aduhhh mukanya bener-bener

Overall sebenarnya menurut penuliz, mobil ini cukup bertalenta menjadi mobil anak muda. Tampangnya yang mungil, eye catching, fun to drive dan mesinnya yang powerfull di segmen city car menjadikan Brio dinobatkan sebagai sleeperz car sejati. Cuma melihat beberapa sisi desain yang kurang bernuansa Honda-isme seperti bokong belakang yang aneh dan dashboard yang kurang futuristik, memang basis tidak bisa bohong kalau Brio hanyalah rebuild dari mobil LCGC alias loreca. Kapan HPM bisa belajar bahwa mahal itu adalah kualitas bukannya sekedar citra.

OOT dikit, Ngomong-ngomong apakah sedulur sudah mempersiapkan mudik dengan aman dan nyaman? penuliz doakan selamat sampai di rumah dan hati-hati dalam perjalanan [khususnya hati-hati sama om kumis, jangan sampai kena jebakan batmannya kayak mas Ali xixixi…]. Oh ya untuk mudik kali ini pun penuliz tetap menyajikan session Impression driving, tunggu saja artikelnya.

saat mudik hati-hati di jalan dan hati-hati juga sama yang satu ini hehehe….

Nyetir sehat pasti pintar! salam gendjoooooooooooossss!!!

picture source from : team-BHP.com, autobildindonesia.com

Ulas Jagoan Baru Nissan, Selayak Apakah Evalia Menghadang New Xeniavanza

Tak disangka-sangka Nissan melakukan gebrakan yang besar untuk 2012. Berdasarkan pernyataan Mr.Takayuki Kimura, head of Nissan Motor Indonesia di Reuters (baca disini), Nissan akan meluncurkan kartu as-nya untuk memposisikan diri setingkat dengan Toyota dan Daihatsu. Rencana ekstrim yang dipelopori CEO Renault-Nissan, Carlos Ghosn ini melahirkan Evalia yang akan menjadi pesaing head 2 head dengan Daihatsu Luxio, Suzuki APV Arena bahkan Toyota New Avanza yang sudah menunjukkan batang hidungnya di lapak mas bro Taufik. Namun pembaca pasti masih bingung seberapa pantaskah Evalia sehingga dia dapat menjadi kartu as Nissan dalam penjualannya. Mari kita ulik lebih dalam tentang mobil tersebut.Thumbs up

hmm dashboardnya cukup lengkap dan informatif, namun soal double DIN-nya dan setirnya masih disangsikan akan seperti di gambar.

modelnya seperti serena wanna be

Evalia atau NV200 adalah mobil global, mobil ini sudah mulai dijual di Jepang, China, India, Eropa (khususnya Inggris) dan Amerika. Di Amerika mobil ini juga digunakan sebagai taksi tepatnya di kota New York. Di Eropa, Evalia diposisikan sebagai mobil kargo seperti Gran Max, lawannya adalah Ford Transit Connect, Peugeot Partner Tepee dan Citroen Berlingo. Namun di India mobil ini sudah head 2 head dengan Toyota Avanza dan Suzuki APV. Akankan Evalia bisa menjadi pasukan terdepan Nissan di Red Ocean ini? Pertama kita tilik dari desain luar, Nissan menanwarkan desain Serena, ya mobil ini seperti baby serena sehingga dapat dijamin semua orang indonesia dapat mencerna desainnya. Sayangnya Nissan tidak merubah tampilan yang khas dari van eropa yang identik kargo. Padahal Daihatsu dan Suzuki saja sudah memvermak Gran Max menjadi Luxio dan APV menjadi APV Arena agar citra kargonya hilang dan menambah kenyamanan.  Bagian belakang lampunya ditaruh agak ke bawah, sebenarnya ini mempunyai kekurangan karena daerah ini rentan terkena blindspot. Untungnya di atas juga ada lampu tambahan seperti Luxio. Bodinya yang mengotak jelas menguntungkan karena posisinya yang lapang. Sementara dari sektor kaki2 kelihatannya mereka memakai ban yang kecil, mungkin R14. Andaikata hal ini benar, hal ini tentu sangat berdampak negatif terhadap kenyamanan. Semoga saja tidak begitu.

sepertinya legroomnya cukup luas

jangan tertipu sama dimensinya, bandingkan dengan bule yang satu ini

Sementara kita lihat dari mesin, walaupun dari luar negeri ia menggunakan mesin HR16 berkapasitas 1600cc, tentu yang NMI masukkan adalah HR15 berkapasitas 1500cc andalan Grand Livina. Masuk akal mengingat pajak dan mesin yang satu ini sudah dipakai GL. Kolong-kah? nampaknya tidak sebab moncongnya cukup besar layaknya mesin yang ditaruh di depan. Sementara dieselnya belum ada sinyal kuat untuk ikut diproduksi, namun media India mengatakan power yang dihasilkan dari kedua mesin ini cukup bagus. Sepertinya Nissan memakai tips GM-Luxio yang memang ringan di akselerasi. Sementara di sasis, Evalia mengandalkan suspensi MacPherson di depan dan per daun di belakangnya, secara fitur hal ini memang minus namun andaikata reboundnya baik (seperti kijang kapsul) penulis rasa nggak masalah. Yang menarik, si doi katanya mempunyai pengendalian yang lincah dan rigid di kota, itu disebabkan Nissan menambahkan anti-roll bar agar tidak limbung, wah solusi tepat nih. Estimasi mereka figur bensinnya kira-kira 1 : 20, berlebihan gak nih ya…

Soal interior memang belum banyak bocorannya, single DIN-double DIN kah? AC kah? yaah abaikan saja yang tidak pasti, yang tidak pasti dirubah adalah cup holder ada dua dan perpindahan gigi seperti GM-Luxio. Yaah kalau melihat dari fasilitas seperti ini sepertinya layak-layak saja menantang Xeniavanza. Ruang lega layaknya Luxio dan mesin depan layaknya Xeniavanza, Evalia tidak sekedar menjahili bahkan menjadi angin puyuh di dalam kancah people carrier. Jelas semakin berdarah-darah segmen ini so kita lihat sajah..

konfigurasi seven seater ala nissan, mungkin lebih lapang dari APV walau tidak selega luxio

kabinnya agak-agak mirip dengan line up van nissan seperti serena dan elgrand

Driving Impression (Mudik) with Toyota Avanza G 1.3 2005 (Cerita 1)

P1010017

Sampai di Madiun, Nasi Pecel dapat menghajar perut yang lapar

Idul fitri sudah lewat, tentu kita masih merasakan bagaimana suka duka dalam menjalankan ibadah puasa dan akhirnya kita merasakan apakah itu kemenangan saat takbiran dimulai. Untuk lebaran kali ini saya beserta keluarga sengaja memunculkan suatu segmen yang disebut “Impression Driving”. Mmm segmen apa itu? ini adalah segmen tentang mengulas, memperdalam ilmu, meng”intim”kan, mendekatkan…. yah pokoknya gitu laah… jadi mengetahui lebih dalam tentang mobil ini dengan mengajaknya jalan-jalan ekstrim sekitar 300kilo-an. Kebetulan jarak Yogyakarta dan kampung tercinta, Madiun lumayan cukup jauh, daripada kami membeli tiket kereta untu 7 orang padahal hanya sehari, lebih baik jika meminjam mobil sehari sambil merasakannya.

P1010056

Isi kabin yang belum full entertaiment

Saya beserta Mas Yoga datang ke tempat peminjaman mobil langganan kami dengan membawa jaminan motor Honda Supra X ’01. Kami sarankan jika anda berniat meminjam mobil pertama-tama carilah sasaran mobil yang dituju, lalu lihatlah berbagai rental mobil yang biasa terdaftar di koran kemudian tanyalah berapa harga sewa yang diberikan rental untuk mobil yang anda inginkan. Bila sudah pas segera datang ke rental mobil dengan membawa jaminan (misalkan motor, namun jangan terlalu bagus karena motor itu hanya akan disimpan oleh rental sebelum anda mengembalikan mobil rental, sayang kan?). Sang pemilik rental akan memberikan kenyaman saat transaksi pinjam-meminjam, namun anda juga harus ramah agar kenyamanan saat transaksi benar-benar nyata. Siapkan KTP atau SIM (motor ato mobil ato bus/truk juga gpp, bajaj? jangan lah…) atau KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) sebagai jaminan juga.Tapi saya sarankan KTP  jangan jadi jaminan karena siapa tahu di perjalanan bisa sebagai jaminan. Soal tujuan meminjam mobil rental, jangan meminjam untuk bepergian sangat jauh (lebih dr 300-400km) niscaya rental akan mengundurkan niatnya. Untuk kasus ini saya masih tergolong lazim ukuran Jogja-Madiun.

Kami meminjam Toyota Avanza G tahun 2005 seharga Rp.400 ribu,- / hari. Harga aslinya sekitar Rp. 250 ribu,- ini dikarenakan hari lebaran cukup banyak peminjam maka harga dinaikkan. Untuk harga Rp.400 ribu,- di hari biasa anda bisa mendapatkan Toyota Kijang Innova atau KIA Pregio. Setelah melengkapi prosedur dan membayar uang dan cek fisik, akhirnya kami langsung bergegas ke rumah untuk mengepak barang-barang. Perjalanan dilakukan malam hari, sesudah membeli minuman + makanan di sebuah mini market dan mengisi bensin hanya denagn uang Rp.50 ribu,- agak miris (kalo beruntung anda mendapatkan tangki 1/2 penuh dari peminjam sebelumnya, namun kami sial, tangki bisa dikatakan hanya 1/5-nya saja isinya)  kami pun berangkat ke Madiun.

STAGE 1 = JOGJA-SOLO

P1010144r

Lumayan juga cuma agak ilfeel karena banyak pernak pernik

Trek lurus menyapa kami saat keluar dari Prambanan, trek bermarka 2 jalur ini dilengkapi dengan jalur untuk mobil mogok. Disini mobil cukup kencang berlari, sekitar 60-80km/jam kami dapatkan dengan berjalanan beriring-iringan. Menurut Mas Yoga, tipikal Avanza ini agak lamban di putaran bawah, maklum kenyamanan yang dijualnya. Namun kami agak kesusahan menghadapi motor-motor (terutama bebek) yang cukup menghalangi kami. Namun yang lebih membuat kami terkejut adalah bus bernama Sumber Kencono atau kami sebut “SR”, dia sangat agresif dengan bodi yang besar di jalanan. Membuat semua orang agak Jiper (takut) terhadapnya, namun kami sudah terbiasa. Walau terlihat seperti ugal-ugalan, SR sangat sigap di belokan dan remnya sangat presisi, suspensi pun kuat, dia masih bisa berlari walau jalan bergelombang yang memaksa semua orang menurunkan kecepatannya. Sopir SR sangat berpengalaman di trek jalur selatan, Jogja-Surabaya, Bus Non-AC ini Bahkan sempat mematikan semua lampu saat menyelip terpaksa head to head dengan kendaraan lawan agar kendaraan lawan tidak kagetan dan ia mengalah. Acung jempol deh sampe jari kaki gw pajang buat kalian.

Baack… Kami tiba di Klaten, kami memutuskan untuk melewati jalan lingkar klaten dan itu berarti lewat jalur KA. DUGH…DUGH…DUGH… woow, suspensi masih keras walau tidak setipikal Gerobak (Red. Daihatsu Zebra). Mungkin karena mobil ini racikan Daihatsu yang mengedepankan handling yang presisi seperti Honda, perbaikan pasti sudah dilakukan pada Avanza Mk2. Setelah melalui semua tahapan kami melanjutkan dengan  jalan yang lurus, hembusan AC cukup nyaman, membuat saya sedikit ngantuk. Tapi dalam kasus ini saya jadi navigator, bisa-bisa tidak nyampe Madiun kalau semua tidur. Sesampainya di Solo, kami terhalang dengan kemacetan mudik lebaran. Tetapi kami cukup santai di kabin Avanza, dengan lantunan lagu dari tape yang walaupum masih sistem kaset. Peredaman kami akui cukup apik, yaahh sayang suspensinya itu lohh.

Stage 2 akan kami ceritakan saat cerita beikutnya, oceeh…!!??

Spesifikasi Toyota Avanza 1.3

1.3 G M/T Minor Change 1.5 S M/T Minor Change
Transmisi Manual 5 Kecepatan Manual 5 Kecepatan
Perbandingan Gigi ke-1 3,769 3,769
Perbandingan Gigi ke-2 2.045 2.045
Perbandingan Gigi ke-3 1.376 1.376
Perbandingan Gigi ke-4 1.000 1.000
Perbandingan Gigi ke-5 0.838 0.838
Perbandingan Gigi Reverse 4.128 4.128
Perbandingan Gigi Terakhir 5.125 4.875
Suspensi Depan Mac Pherson Strut dengan Pegas Koil & Stabilizer Mac Pherson Strut dengan Pegas Koil & Stabilizer
Suspensi Belakang 4 Link dengan Pegas Koil dan Lateral Rod 4 Link dengan Pegas Koil dan Lateral Rod
Rem Depan Cakram Cakram
Rem Belakang Tromol Tromol
Sistem Rem Tambahan Proportion Valve (PV) Anti-Lock Braking System (ABS)
Ukuran Ban Alloy Wheel,. 185/70 R14 Alloy Wheel, 185/65 R15


1.3 G M/T Minor Change 1.5 S M/T Minor Change
Panjang | mm 4,120 4,120
Lebar | mm 1,635 1,630
Tinggi | mm 1,695 1,695
Jarak Sumbu | mm 2,655 2,655
Jarak Pijak Depan | mm 1,405 1,415
Jarak Pijak Belakang | mm 1,415 1,425
Berat Kosong | Kg 1,045 1,070
1.3 G M/T
Tipe Mesin 4 Silinder Segaris, 16 Katup, DOHC
Isi Silinder cc 1,298
Diameter x Langkah mm x mm 72.0 x 79.7
Daya Maximum ps/rpm 88 /6,000
Bahan Bakar – Kapasitas Tangki L 45
Bahan Bakar – Jenis Bensin Tanpa Timbal
Bahan Bakar – Sistem Sistem Bahan Bakar Elektronik
Mesin K3-VE
Torsi Maksimum Kgm/rpm 12.2 / 4,400