Leaked! ternyata seperti ini toh sosok dari Toyota Evonza… Avanza mesin Evo… Bodinya polos gan……

Avanza mesin Evo… beberapa ada yang mengapresiasi dan ada pula yang mencibir… tapi tentu saja idenya bisa dibilang gokil!

malem lur…

Dulu masih inget penuliz pernah membahas sebuah Toyota Avanza yang sedang di dyno…. dan buka kap mesin terlihat kotak merah di dalamnya… Dari bentuk mesin yang sederhana ini orang biasa mungkin menggangap biasa saja. Tapi engine bentuk kotak merah ini bukan mesin biasa…. inilah mesin dari Mitsubishi Evo.

Artikel dulu bisa dibaca disini >>>

Edaann Gan! Toyota Evonza…. Avanza Bermesin Lan Evo minibus pembunuh sportscar, sleeper mania… Mantap!

1456077_10152055187319403_1177717224_n

 

Continue reading

Advertisements

Edaann Gan! Toyota Evonza…. Avanza Bermesin Lan Evo minibus pembunuh sportscar, sleeper mania… Mantap!

 

Cukup banyak sekarang mobil city car atau mobil diesel yg jadi langganan riset dengan spek gila gilaan… namun siapa sangka ada yang tertarik spek gila gilaan di avanza.

Toyota Avanza…

Apa yang ada di benak sedulur? mobil sejuta umat? mobil seven seater? mobil dengan harga jual yang tinggi? mobil dengan sparepart tiada batas? mobil yg ngerawatnya cukup merem doang? mobil kaleng? [halah…] Namun pada intinya mobil ini memang masih menjadi idola keluarga indonesia dan tentu saja dimana mana ada [selama masih indonesia loh ya]. Bahkan ada yang berkata ngga bakal bisa menang deh lawan avanza, sekalinya dibalap pasti di depan ada lagi.

1912042_726946767336521_734570031_n

Continue reading

Ashok Leyland Stile, kembaran Nissan Evalia rasa negeri bollywood.

Hasil kerjasama Nissan dengan Ashok Leyland menghasilkan evalia dengan muka yang lebih emm….  meriah?

halo lur… lama nggak ngeblog… UTS je….

Kali ini penuliz lagi pengen bahas kembaran nissan evalia di india ini, sebenarnya evalia punya banyak kembaran. Tadinya sih rencananya mau ane bahas dalam satu artikel tapi kayaknya bakal panjang neh… kalo infonya dikit kok rasanya kurang gizi… ya udah deh satu per satu dulu aja biar enak.

Dare-launch

Continue reading

Driving Impression Toyota Avanza 1.5 S 2010, Seberapa Layakkah dia beremblem “S”?

Mudik tahun ini bisa dibilang merupakan mudik yang lebih meriah dan ramai dari biasanya, apalagi banyak terdeteksi mobil-mobil baru, dimana plat plat putih dari berbagai kota sudah mengerumuni jalanan aspal panas jalur utara [pantura] dan jalur selatan. Tadinya sih penuliz dijanjikan akan bertemu dengan Suzuki Ertelu untuk diuji coba ke kampung halaman, ternyata sudah ada yang mengambil di rentalan, huhuhuhuuu…. rupanya faktor lebih banyaknya orang yang minjam mobil daripada tahun lalu dan waktu tempo meminjamnya lebih lama [sampai seminggu] menjadi faktor penuliz kalah rebutan Ertelu. Yaah mobil baru dan gres dengan berat hati urung penuliz dapatkan. Sebagai gantinya penuliz mendapatkan Toyota Avanza 1.5 S lansiran 2010 facelift akhir, bukan versi Veloz sih … tapi berhubung belum pernah penuliz coba versi 1500cc-nya ya sutra lah …. gak papa….

syukuri apa yang ada…. yaah sebagai avanza teratas lumayan lah, modelnya juga nggak katro-katro amat…

Toyota Avanza 1.5 S adalah model Avanza yang paling bagus menurut penuliz, bodykit seluruhnya memang terasa menyatu dan tercium aura racing elegant style. Beda dengan Nissan Grand Livina Highway Star yang malah terasa seperti pakai sarung. Apalagi ada diferensiasi mesin 1500cc yang membuat versi S tidak hanya diambil dari inisial kata “sport” tapi juga “special”. Kalau boleh bilang sih, jenis kasta Avanza ini seperti jenis kasta mobil kelahiran Eropa umumnya seperti divisi M-nya BMW, RS-nya Ford, Type-R-nya Honda yang versi racingnya berada di kasta tertinggi. Dan hasilnya nggak buruk juga mengadopsi marketing ala Euro Domestic Market begini.

trek yang bakal dilalui oleh penuliz untuk membantai avanza “big grin” ini. yang dikiri bukan gempa bumi loh ya xixixi….

Setelah minjem malam-malam akhirnya pagi tanggal 23 Agustus, penuliz beserta keluarga menyiapkan perlengkapan untuk mudik. Tujuannya? Biasa, ke Madiun… menuju kampung ibu penuliz… lagipula trek madiun ini selain jaraknya dekat, juga strukturnya bervariatif. So… setelah mulai berkemas, kami ke kaliurang dulu. Eitttss… bukannya mau wisata, tapi lewat jalur alternatif. Soalnya diprediksi Prambanan bakal menjadi biang kemacetan arus mudik, jadi kami harus melewati Cangkringan dulu.

siap-siap dulu di jogja, sekaligus sarungin si “gerobak” soalnya ditinggal agak lama

Di Cangkringan, kami dihadapkan pada kondisi jalan yang meliuk-liuk dan naik turun. Dari beberapa tikungan memang penuliz mendeteksi sedikit limbung daripada versi terdahulu, namun sebenarnya tidak begitu seheboh Innova dan bisa dieliminir dari teknik mengemudi saja. Namun sisi positifnya bantingan versi S cukup manusiawi dibandingkan para pendahulunya, akhirnya terlhat hasil riset suspensi yang cocok untuk mobil sejuta umat ini. Sayang walau lebih empuk namun tetap saja tidak bisa menahan ganasnya jalanan turunan Cangkringan yang sudah sangat rusak karena sering dilewati truk penambang pasir, duh mbok diaspal dong….

demi menghindari kemacetan, penuliz harus nyasar ke goa jepang. jauh ya, soalnya tahunya jalan alternatif cuma ini hehe….

Setelah masuk ke jalan Jogja – Solo akhirnya kami melakukan eco riding saja, sebab arusnya cukup ramai dan 4 lajur. Memang karakter jalannya mengundang banyak orang untuk melakukan pedal to the metal, tapi niat itu disimpan sajalah untuk jalur Solo – Ngawi yang karakternya banyak tikungan dan 2 lajur. Biar agak seru heheh…. Eco riding menghasilkan figur konsumsi 1 liter 14 km, wew lumayan mengingat jalanan penuh sehingga masih berkarakter stop n go. Lucunya Toyota Avanza 1.3 G yang dulu pernah penuliz coba figurnya sekitar 1 liter 12 km. Kok bisa nggak hemat ya? Ada yang salah? Padahal karakter pengemudian dan jalanannya sama.

kapasitas bagasi nggak jauh beda sama ertelu, tapi kalo dibandingkan dengan evalia, luxio dan “gerobak” yaah angkat tangan si doi.

Mulai masuk Solo artinya mulai dihadapkan kondisi stop n go sesungguhnya, disini lumayan menguji kesabaran saking sumpek dan macetnya. Namun AC-nya yang dingin cukup menenangkan perasaan, apalagi suasana dalam interior cukup akomodatif untuk semuanya. Tersedia cup holder di sisi samping penumpang dan penyimpanan cukup besar. Sektor bagasi jelas nggak begitu sebesar Evalia, Luxio dan APV apalagi “Gerobak” penuliz. Setidaknya masih bisa menampung 6 tas travel kecil. Yang patut disayangkan adalah sektor double din ori Toyota yang sudah K.O memutar CD player, memang ada gossip bahwa double din ori Toyota rentan rusak. Waduh kirain cuma opini doang… moga-moga saja versi Veloz yang integrated sama dashboard sudah direvisi. Namun bila ada yang tertarik dengan Avanza second, tidak ada salahnya kalau mengecek sektor audio lo….

posisi setir cukup ideal walau tak ada tilt steering. acnya dingin, penyimpanannya banyak, sayang double din ori sudah tidak bertaji untuk putar cd player.

Setelah belok kiri dari pertigaan Palur, jalanan Solo – Ngawi pun berhasil disentuh, jalanan ini maunya dijadikan 4 jalur tapi kelihatannya belum selesai dibuat, yaah semoga saja dipercepat pembangunannya. Setelah menjadi 2 jalur, mulailah saat-saat thriller, banyak para mudikers yang mulai main kucing-kucingan mulai dari panther gen 2, Luxio, Lancer, Innova, Avanza sampai sekelas Camry dan Vellfire . Penuliz pun ikutan sekalian menguji seberapa akseleratifkah anak ini? Sempet googling dulu cari spesifikasi mesin 1500cc ini, menurut spek torsi 130 nm-nya bisa didapat saat 4300 rpm, dan benar saja, langsung kuat melaju saat dipanteng 4300 rpm. Saat harus selap-selip melawan Avanza 1.3 G yang menguntit penuliz dibelakang, mesin 1500cc pun bekerja dan penuliz bisa meninggalkan versi G tersebut. Walau kami sama-sama gazzpollll tapi perbedaan mesin terlihat nyata. Sayangnya dibandingkan Luxio yang bermesin sama, perbandingan rasio giginya terbilang buruk sehingga kadang sulit untuk mendapatkan momentum menyelip mobil, bahkan memaksa penuliz menurunkan gigi.

bersanding dengan motuba josss chevrolet zafira, dimensi si eropa nyaris sama dengan avanza tapi pridenya lebih!

Walau menggunakan mesin Daihatsu 1500 cc anehnya Avanza S juga tidak seakseleratif Luxio, sedikit agak sulit untuk memainkannya di putaran menengah [60 kpj – 100kpj]. Untuk hal ini bahkan Avanza G 1300 cc lebih baik untuk putaran menengahnya. Mungkin mesin ini bertaji saat keadaan top speed saja [penuliz belum coba topspeednya karena jalanan begitu ramai]. Satu kelemahannya lagi adalah sasisnya kurang presisi, ini terbukti saat melakukan pedal to the metal di jalanan lurus Ngawi – Maospati. Lebih ngeri lagi saat di tes di jalan Maospati – Madiun yang Anginnya cukup kuat karena disampingnya Pangkalan Udara Iswahyudi. Rasanya gejala yang ditimbulkan bukan limbung, lebih tepatnya agak ngebounce alias goyang. Padahal hanya diisi 6 orang dan 6 tas travel kecil saja di dalam, tidak separah Avanza Saipul Jamil yang kalau gak salah diisi sampai 9-10 orang di dalamnya [belum tas2nya].

mampir di hutan konservasi jati @ ngawi buat beli furniture. oh ya, avanza 1500cc ini punya tipikal mirip kijang kapsul yang cenderung kurang lihai ngebut, harus pintar2 main rpm.

baris pertama dan kedua no problem tapi baris ketiga bukan untuk orang berpostur 170cm, sempittt mak!

Setelah bertahan dengan padat merayapnya jalanan luar kota, akhirnya sampai juga di Madiun, menempuh perjalanan sekitar 6 jam memang terasa capek apalagi perut emang sudah nyanyi “keroncong” protol dengan nada tinggi. Saatnya makan dengan menikmati Bakso yang gurih dan hangat. Puazzzzzzzz gan!!!

nyampe deh, walau kali ini jalannya agak santai, tapi kalo soal makan ngebut aja deh wkwkwk….

1.3 G M/T Minor Change 1.5 S M/T Minor Change
Transmisi Manual 5 Kecepatan Manual 5 Kecepatan
Perbandingan Gigi ke-1 3,769 3,769
Perbandingan Gigi ke-2 2.045 2.045
Perbandingan Gigi ke-3 1.376 1.376
Perbandingan Gigi ke-4 1.000 1.000
Perbandingan Gigi ke-5 0.838 0.838
Perbandingan Gigi Reverse 4.128 4.128
Perbandingan Gigi Terakhir 5.125 4.875
Suspensi Depan Mac Pherson Strut dengan Pegas Koil & Stabilizer Mac Pherson Strut dengan Pegas Koil & Stabilizer
Suspensi Belakang 4 Link dengan Pegas Koil dan Lateral Rod 4 Link dengan Pegas Koil dan Lateral Rod
Rem Depan Cakram Cakram
Rem Belakang Tromol Tromol
Sistem Rem Tambahan Proportion Valve (PV) Anti-Lock Braking System (ABS)
Ukuran Ban Alloy Wheel,. 185/70 R14 Alloy Wheel, 185/65 R15


1.3 G M/T Minor Change 1.5 S M/T Minor Change
Panjang | mm 4,120 4,120
Lebar | mm 1,635 1,630
Tinggi | mm 1,695 1,695
Jarak Sumbu | mm 2,655 2,655
Jarak Pijak Depan | mm 1,405 1,415
Jarak Pijak Belakang | mm 1,415 1,425
Berat Kosong | Kg 1,045 1,070
1.3 G M/T
Tipe Mesin 4 Silinder Segaris, 16 Katup, DOHC
Isi Silinder cc 1,298
Diameter x Langkah mm x mm 72.0 x 79.7
Daya Maximum ps/rpm 88 /6,000
Bahan Bakar – Kapasitas Tangki L 45
Bahan Bakar – Jenis Bensin Tanpa Timbal
Bahan Bakar – Sistem Sistem Bahan Bakar Elektronik
Mesin K3-VE
Torsi Maksimum Kgm/rpm 12.2 / 4,400

LOVE IT :

Mobil investasi, value for money masih tinggi, lebih tinggi “pridenya” dibanding avanza dibawahnya, topspeednya lebih panjang, fitur lengkap dan serbaguna, sparepart dimana-mana dan bisa plug n play sama daihatsu, suspensi lebih empuk dibanding mk1 dan mk2, bodykit nggak sarungan [pas lah sama bodi], kit variasinya juga banyak.

LEAVE IT :

Gengsi kurang karena mobil sejuta umat, kaki-kaki masih berbau sedan jadi kurang stabil bawa orang banyak di kecepatan tinggi, double din ori kurang bandel, baris ketiga dan bagasi pas-pasan, mesin kurang akseleratif dibanding avanza 1300cc, harga masih terlampau tinggi dibanding people carrier berharga sama dengan fitur lebih.

harga pasaran : 130 juta- 140 juta, masih tinggi yah….

impression driving sebelumnya :

Impression Driving (Mudik) with Toyota Avanza G 1.3 2005 (Cerita 1)

Impression Driving (Mudik) with Toyota Kijang LGX 1.8 EFI

Semoga impression driving kali ini menambah info bagi sedulur yang minat dengan Avanza S kali ini, biar makin mantep dengan pilihannya, oke….?!

Nyetir sehat pasti pintar, salam gendjoooooooooooooossss!!!!

Tata Aria, Kereta Kencana Dari India Hasil Kerjasama Land Rover, Lawan Berat Kijang Innova?

Sebagai primadona keluarga Indonesia, Toyota Kijang Innova (TKI) memang mempunyai kharisma yang sangat besar. Walaupun ia naik kelas, yang berarti juga ia naik harganya, namun tidak bisa dipungkiri semakin modern dan semakin hebat ia dapat mengakomodir kebutuhan keluarga di tanah air ini. Bagi penuliz, TKI ini seperti Crossover setengah jadi, bayangkan saja walaupun bentuknya masih kalem ala MPV kebanyakan namun berani menerjang jalanan semi offroad. Durabilitasnya sudah tidak perlu dipungkiri, sasis ladder frame dan penggerak belakang serupa legenda ketangguhan Toyota Hilux, membuatnya dia bisa seperti crossover yang kini banyak digandrungi di dunia. Bahkan TKI bisa disandingkan ketangguhan dan kenyamanannya setara mobil MPV Amerika Serikat. Bahkan borosnya pun dapat kita sandingkan heheh…

primadona keluarga indonesia, banyak kelebihan dan banyak kekurangan tapi tetap pas buat selera kita

Hanya saja kini sebagai pemain global, TKI punya penantang serius, apalagi dia sudah naik kelas jadi banyak juga yang tertarik mengadu andalan masing-masing dengan TKI. Bila di Proton mereka membuat Exora, maka di Tata mereka membuat Aria. Perusahaan asal negeri Taj Mahal ini memang terkenal dengan Tata Nano yang serba murah, serba minimalis dan serba mesakne [ini mobil kok kayak bajaj tigaroda sih zzzzz~~]. Memang PT.Java Motors sekalu distributor Land Rover yang telah dibeli oleh Tata ini bakal menjual Tata Nano di Indonesia. Namun menurut penuliz mobil ini bukan satu-satunya kartu as, coba penuliz tanya… seberapa banyak orang indoenesia yang mau city car yang kebangetan minimalisnya? Jelas city car seperti ini bukan jiwa kita orang Indonesia yang doyan guyub. Oleh karena itu bukannya tidak mungkin Tata Aria bakal masuk sebagai kartu as kedua PT.Java Motors.

desainernya kayaknya kebanyakan ngelamun telor kali yaa… maklum mahal sekarang, lebaran [apa hubungannya?]

agak mirip cr-v tapi kok kaku gitu yaa??

Apa istimewanya Tata Aria ini? Well… bodinya memang banyak kontur membulat tapi rada kaku, mirip seperti karoseri indonesia sekarang-sekarang ini. Walaupun rada berbau Citroen C3 diperbesar, tapi dari segi bodi ia sangat menjanjikan [mungkin karena gendut ya] dan proporsional. Saking menjanjikannya bahkan ia lebih pantas battle dengan TKI daripada Proton Exora. Apa yang lebih menjanjikan lagi? Jangan lupa bahwa ia sudah membeli saham Land Rover, sehingga sasis yang digunakan Aria serupa dengan yang digunakan Land Rover Defender baru. Menurut penuliz, masalah ketangguhan, Aria bisa bersaing dengan TKI. Namun tercium hal yang kurang lazim bagi penuliz yaitu sector wiper depan mirip dengan model2 bus dan pilar d nya rada patah, mirip Honda CR-V sih.

perbandingannya dengan generasi lama [kanan], campur tangan land rover telah mengubah hidupnya sekarang.

sasis konstruksinya sami mawon dengan innova, sama-sama ladder frame

Kelengkapannya apa aja, kebetulan Aria termahal dilengkapi system All Wheel Drive tapi rasanya kalaupun masuk ke Indo ya paling versi 2WD. Oke, selain itu? Ada 6 airbag (sisi samping dan belakang), ESP + system traksi kontrol, ABS + EBD, disc brakes depan & belakang, GPS navigation system, kamera belakang, climate control, air-conditioner depan dan double blower, auto headlamps, auto wipers, box pendingin, cruise control, 6 speaker music system, audio & phone yang dapat dikontrol di setir, bluetooth pairing bisa sampai 5 handphone, height adjustable driver seat, electric adjust & retract for ORVMs, full leather and alloy wheels 17 inchi. Lengkap bukan? Namun mungkin saja ada penyesuaian untuk mereduksi harga karena di asalnya sendiri Aria dihargai lebih mahal dari TKI (TKI di India dihargai 13.18 lakh tapi Aria top level berharga 17.50 lakh). Tapi bisa jadi tidak, karena kebanyakan produk India mengandalkan value for money tinggi, apalagi kalau modelnya 2WD dimungkinkan harganya merosot drastis.

dashboard juga tertular rasa landroverisme, sayang karena mutu plastiknya jadi agak kurang enak dilihat

ada laci dan kulkas, silahkan masukkan es kelapa muda sekalian sayuran belanjaan dari pasar.

Segi interior, Aria mengadopsi dashboard ala Land Rover, ini bisa dilihat dengan adanya in-dash display untuk In Car Entertainment [ICE], sensor kamera belakang dan GPS seperti mobil eropa umumnya. Untuk kenyamanan kabin yang jadi problem cuma kabin belakang yang muat untuk anak kecil saja, lainnya nyaman-nyaman aja. Melihat dari segi kabin juga ada beberapa hal yang tak lazim menurut penuliz, banyaknya tempat penyimpanan memang bagus, tapi kalau penyimpanan yang ditaruh berjejer di atas rasanya agak lucu, mirip tempat penyimpanan bus AKAP. Satu lagi, double blower ditaruh di sudut pilar untuk baris kedua dan ketiga, untungnya sih sisi kanan dan kiri juga dapet. Setidaknya nggak kayak Nissan Evalia yang cuma satu di samping kanan kursi belakang, mesakne men ckckck…

kursi baris ketiga bisanya buat anak-anak, apa bedanya sama avanza dan ertiga, padahal kelasnya inopah

laci sebanyak ini kira-kira buat masukin apa ya??

double blower ac ditaruh di pilar masing-masing satu, setidaknya ga separah evalia lah ya

Mari kita intip mesinnya, wew ternyata memakai diesel common-rail turbo 2,2 Liter yang bertenaga 138hp @ 4000rpm dan torsinya 320nm @ 1700-2100rpm. Berkat turbo, Aria dapat mengungguli TKI dari sector tenaga. Saat diajak gazpooolll, Aria bisa berjalan stabil di kecepatan 140-150 kpj [topspeed 168 kpj]. Berapa figur konsumsi untuk si Aria? Cukup 13,5 kilo per liternya, mantaff lah untuk sebuah diesel. Lalu kaki-kakinya? Mengadopsi sasis ladder frame LR Defender adalah suatu hal yang bijak untuk melawan TKI, untuk mengombinasinya diperlukan double wishbone di depan 5-link rigid axle di belakang. Jadi masuk medan semi offroad bukan masalah buat si doi tapi penyakitnya handlingnya limbung seperti MPV sasis ladder frame kebanyakan.

mesinnya 2.2 diesel udah common-rail plus turbo, lebih niat ngegazzz polll lah yak…

perbandingan spec aria versi inopah versi india, 2 baris di tengah adalah ladder frame india lainnya, endeavour = ford everest versi india, captiva? udah tau lah ya

Bagaimana, tertarik dengan MPV India landrover-like pesaing TKI ini? Berharap saja semoga PT.Java Motors mengimpor saja yang satu ini daripada Nano yang malah bajaj3roda-like.

Hmm tapi process building productnya ala India masih rada diragukan konsumen Indonesia sih….

pokoknya salam gendjoooooooosssss!

source from : team-bhp.com

Test Interior Nissan Evalia. Seberapa Roomykah dia Untuk Mengakomodasi Duet Bongsor Ini?

Kemarin penuliz sudah janji untuk menghadirkan report tentang Nissan Evalia, tapi kali ini penuliz hanya menyajikan Evalia dari segi interior. Untuk masalah eksterior dan siksaan siksaan lainnya bakal penuliz terangkan bila rental mobil langganan penuliz sudah membeli unitnya. Untuk kali ini penuliz ditemani kakak penuliz untuk menilai seberapa egronominya ruang yang ada di dalam Nissan Evalia ini. Berhubung kami personil dari “gerombolan siberat” maka pastinya tidak akan terhindarkan dari siksaan berat kami…. Wkwkwk….

jeng jeng jeng…. penantang avanza versi kedua telah tibaa!!!!

Begitu nemu Nissan Evalia, jujur kami seperti anak kecil melihat es krim magnum di supermarket. Langsung saja dihajar tanpa ba bi bu lagi, malah saking antusias sendiri, salesnya pun sampai nggak dateng. Sepertinya sales ini cuma bisa diajak ngomong kalau menyangkut soal harga, yo wes ben… malah bagus… biar agak leluasa dalam mengebiri makhluk yang satu ini. Oh iya… tipe yang kami coba adalah versi XV otomatis alias termahalnya.

Oke pertama masuk dulu ke kabin depan, disini terlihat sekali penyusunan dashboard dan desainnya yang dihadirkan sangat apik. Walaupun di trim ini hanya mendapati audio single DIN namun perlengkapan seperti tombol pengaturan AC, hazard, tatanan AC dan kontur dashboard dapat mengakomodasi kebutuhan. Tuas perseneling di dasbor serupa dengan Luxio diyakini lebih gampang dipergunakan karena dekat dengan setir. Cup holder di 2 sisi dan berdekatan dengan AC sehingga minuman tetap dingin. Penyimpanan juga dapat ditemukan dimana-mana sehingga lebih praktis. Oh iya kalo biasanya di luar negeri bagian pintunya hanya dilapisi triplek tipis seadanya (mungkin karena di luar negeri posisi Evalia setara Gran Max sih) tapi kalo disini sudah well build dengan bodi plastic dan berkontur sehingga hilang kesan gerobaknya. Soal pandangan dia 11-12 dengan kompetitornya Luxio dan APV, lingkupnya luas, apalagi ditambah spion super gambot sehingga melihat ke belakang cukup leluasa. Oh iya, trim ini juga dilengkapi airbag untuk pengemudi, MID, immobilizer dan parking camera. Kelengkapan terakhir ini adalah kartu as evalia dibanding kompetitornya yang masih menggunakan parking sensor, sebab kita bisa memantau secara langsung di belakang dengan kamera saat parkir. Salah satu fitur premium yang hanya bisa didapat lewat Alphard dan Caravelle. Tapi sebenarnya sih kalapun mobil sedulur pengen dipasang seperti ini, bisa juga beli di Aftermarket Variasi.

cockpit modern dan nyaman, apalagi dashboard ciri khas model nissan terpampang jelas disini. Manteb… Manteb…

di depan ga ada kendala dalam penempatan barang serta cup holder. Sip deh…

Mulai kami menjajah baris tengah… karena mesinnya benar2 ditaruh di depan… alias di moncong, alhasil bagian lantai baris dua ini cukup lapang, benar-benar rata. Model kursi masih mirip dengan NV200 di Inggris… ala kargo dengan konstruksi ala kadarnya… yah serupa dengan Gran Max mungkin namun sedikit lebih tebal. Bagian atap ada TVnya, untuk fitur ini hanya ada di tipe XV. Untuk keleluasaan kabin sebenarnya bagus2 saja namun sayang dicederai dengan jendela yang kecil. Negatifnya ruangan jadi berasa terkungkung tapi positifnya kalo mau ganti baju di dalam kan gak kelihatan orang di luar wkwkwk…. Trus di jendela ini model bukanya tekan jepitan terus geser, fitur ini sami mawon dengan gerobak penuliz, kijang kapsul dan mobil2 tahun ’90-’00. Oh iya model susunan tempat duduk Evalia ini rata sampai belakang… tidak model theater seperti Avanza, Freed dan lainnya. Terserah mo menilai itu positif atau negatif, bagi penuliz sih positif soalnya penumpang kedua dan ketiga gak akan terasa seperti duduk di bangku pertama, gak bakal gampang kagetan dengan lingkungan sekitarnya.

” Mas, ini mobil eropa bukan?” “Ya… ini mobil kargonya eropa pak wkwkwk…”

Di atep adanya TV, bukan double blower (DB)… Trus mana DBnya? waah tempatnya istimewa banget wkwkwk….

model jendela yang bisa ditemui di kijang kapsul dan model nineties lainnya. Jangan harap electric

lipat tempat duduk baris ketiga? cukup tarik saja tali ini. Tarikk mang!

Baris ketiga… disini mulai berasa seperti naik kargo… sedulur bakal terasa seperti “barang” yang ditaruh di belakang. Sempit bung! Kaki para gerombolan siberat ini terjepit dengan bangku baris kedua. Jelas untuk perjalanan jauh sangat tidak nyaman, bangku baris ketiga ini pun bisa diduduki 3 orang asal syaratnya tinggi badan kurang dari 170cm dan 2 dewasa dan 1 anak-anak di tengahnya. Bangku ketiga ini mungkin wajar bagi tipe people carrier macam Avanza dan Ertiga tapi kalau Evalia yang selevel dengan Luxio dan APV… wah minus banget! Kompetitor yang penuliz sebutkan tadi baris ketiganya sangat manusiawi loh. Padahal menilik dari bagasi sebenarnya bisa lapang kalo tempat duduknya digeser mundur sedikit. Fatal berikutnya adalah penempatan double blower AC yang tidak wajar, seharusnya ditaruh di atap tapi kenapa ditaruh di samping kanan di bawah jendela? Jelas bakal tidak merata dinginnya. Juga cup holder yang sayangnya tidak ada di bangku ketiga ini, hikz…

bangku baris ketuiga kalo begini aja sih kesannya lapang, tapiiii…..

adduududuudu… mak! ampoon gak tahan dengkulnya!

kelihatan kan dengkulnya ketahan bangku baris kedua. Mbok ya dimundurkan sedikit posisi bangku ketiganya….

penempatan double blower paling lucu zaman ini wkwkwk….

pelipatan bangku ketiga mirip mirip sama inopah…. simple but nice…

Soal bagasi yaah memang menjadi sedikit lebih besar daripada kompetitornya tapi rasanya itu gak penting karena mengorbankan bangku ketiga… untuk pelipatannya sendiri di bangku kedua cukup dengan menarik tali yang ada di sebelah headrest. Langsung terlipat rapi dan akses ke bangku ketiga sangat lega. Untuk pelipatan di bangku baris ketiga ini metodenya seperti Innova yang dilipat ke samping jendela. Yahh walau konstruksinya model mobil tahun ’90-’00 tapi karena dia penggerak roda depan maka di kabin belakang gak ada gardan yang menggangu, lantainya benar2 landai dan rata sehingga taruh barang lebih leluasa.

Evalia ditawarkan dengan 3 trim, trim S versi terendah hanya dilengkapi manual berharga Rp 145 juta. Untuk SV dilengkapi dengan manual Rp 162 juta dan matic berharga Rp 172 juta. Lalu tertinggi tipe XV dengan manual berharga Rp 175 juta, dan matik berharga Rp 185 juta.

Untuk saat ini pilihan penuliz untuk sedulur adalah trim SV manual agar larinya bisa lebih responsif. Untuk kelengkapannya sendiri bisa ditambah di variasi dengan menambahkan double blower betulan dan ganti jok captain seat.

Sekedar saran penuliz untuk Nissan sih untuk bangku baris kedua dan ketiga yaah setidaknya direvisi penempatan barisnya dan jok tempat duduknya agar ngga terkesan kargo. Apalagi AC di pojok kanan adalah… waah sesuatu banget deh… Semoga facelift berikutnya bisa diatasi. Overall ini mobil yang bagus bagi konsumen yang menginginkan akomodasi dan modifikasi tanpa ubah sana sini. Nahh jabaran sudah cukup luas tentang Evalia ini, setidaknya bisa menjadi bahan pertimbangan walaupun hanya sekedar informasi interior. Tunggu bahasan dari kami untuk pengujiannya di jalanan (walau mungkin agak lama).

pilihlah warna putih, paling berasa JDM ala “serena”nya

Salam gendjooooooooooooooosss, Sleman Sembada!

Jogja Automotive Show 2012, Event yang Terlupakan Tapi Cukup Menghiburrr……..

Hari Sabtu adalah hari yang cukup melelahkan bagi penuliz, karena saat itu penuliz diajak rekan2 satu kelas di perkuliahan untuk main ke Pantai Sarangan Gunung Kidul. Yah jarak Jogja – Sarangan – Jogja memang cukup istimewa (jauhnya). Mungkin mirip dengan Jakarta – Puncak – Jakarta, tapi penuliz benar2 sangat menikmatinya. Penuliz jadi mengerti sensasi touring ala biker, bisa menikmati pemandangan yang belum tentu bisa didapat di tempat domisili kita. Wajar jika banyak bikers Jakarta sering berpergian touring, Jakarta isinya apaan?? Gedung dan rumah dan bangunan yang sama saja…. So… saat pulang malem2 mengantarkan boncengers ke Malioboro dan melewati JEC ternyata ada sesuatu yang menarik disana. Ya penuliz lupa, hari itu adalah hari puncak Jogja International Classic Bike Show. Sangat ramai disana, benar-benar acara konser meriah dipadu dengan acara yang cukup langka, yaitu pameran klasik. Jalanan Janti pun sudah seperti rangkaian semut antri berbaris. Ramai gila! Sayang penuliz baru menyadarinya sekarang hikz… ya sudah penuliz lihat besok saja deh…

lumayan rame walaupun JAS dan classic bike shownya sudah di hari terakhir event.

Jam 10 hari minggu akhirnya penuliz bersama kakak saya mengunjungi pameran ini, memakai karismanis karisma merahputih langsung ngacir ke JEC. Parkir, langsung jalan dan melihat ada Jogja Automotive Show… yaah event yang satu ini sebenarnya kecil2an tapi paling nggak lihat dululah…. Penasaran sama Evalia sih. Masuk karcis Rp 10.000,- malah lebih murah dari event classic bike disebelahnya wkwkwk… Masuk, ada beberapa varian motor yang dipajang juga loh. Ada Bajaj, TVS, Piaggio dan Husqvarna. Asik juga walaupun cuma sekilas, berikutnya kami masuk lebih dalam lagi. Walau jatah standnya cuma setengah gedung JEC namun pemain yang masuk ke JAS ini mantep juga loh. Ada BMW, VW, Toyota, Hyundai, Peugeot, Honda, KIA, Nissan, Chevrolet, dan apa yaa? Di bagian pojok dekat stand Nissan ada panggung penyanyi yang meramaikan suasana (walaupun gak semeriah acara disebelahnya sih) dan ada juga stand toko RC yang memajang dan memunculkan atraksi drift RC (curiga ini sekutunya eyang ali topan dan mzbro ricky Chandra, tapi orangnya sendiri malah nggak ada wkwkwk). Oh iya ada Importir Umumnya segala loh. Memajang Mercedes-Benz SLK baru Cuma yang serinya apa nggak lihat ekekekek…..

bajaj, TVS, dan minerva nangkring di JAS. Takut K.O dijejerin sama norton dan HD di event sebelah kali yeee…..

piaggio juga agak minder sama classic bike show

husqvarna gak hanya jejerin motor trail juga tapi juga motor khusus anak2 dan berbagai apparel motor.

Yang baru apa sih? Yah, stand VW adalah yang terbaru di Jogja dan mereka cukup jor-joran dengan memasang VW Golf dan VW  Touran baru. Touran baru menjadi primadona mereka walau harganya sekarang Rp 400 jutaan (mending nunggu bekasnya aja deh). Di stand Hyundai hadir flagship andalannya bernama Sonetta Sonata, mobil ini menawarkan desain yang ciamik, mirip dengan coupe 4-door Mercedes CLS. Jadi cukup menarik perhatian bagi yang nggak cukup duit beli Camry atau Accord baru. Sebelahnya pemain lama Hyundai H1, tentu ini yang menarik perhatian penuliz. Stand Chevrolet menawarkan Chevrolet Colorado, bisa dibilang inilah “gajah” di pameran ini selain H1, besar coy. Colorado ini double cabin tapi efisiensinya bisa menandingi sedan. Di stand Peugeot mereka munculkan 207 Sedan, harganya memang Rp 270 juta tapi melihat brandnya merek eropa dan Honda City juga sudah main di angka segitu rasanya si doi bakal jadi kuda hitam di Jogja ini. Stand Honda ada Freed baru yang habis cuci muka (red. Facelift), sama Honda Civic versi baru yang dilengkapi tombol ECON, tinggal pencet tombolnya dan Civic akan berjalan kalem demi menghemat tiap tetes bensinnya. Stand Nissan ada Evalia, ini di artikel berikutnya aja penuliz ceritakan. Lihat BMW, Toyota dan KIA hemmmm there’s nothing brand new…. Padahal seri 3 baru sudah keluar tapi di stand BMW masih memamerkan seri 3 lawas.

nongol civic baru, ea! freed dan cr-v abaikan saja (mlayu ra sempakan)….

baru hadir di jogja, vw langsung menggebrak dengan golf dan touran barunya. keren coyy

primadona kali ini di JAS jelas evalia. nantikan artikelnya sob!

peugeot 207 sedan, familiar dengan kisi2 di kanan kap mesin? soalnya masih satu basis dengan 206 kok

hyundai h1, kendaraan para dirut bumn, alternatif murah kalau mau lapang tapi doku nggak sanggup alpard atau karapel

hyundai sonata baru gayanya makin eropa beeud

kok seri 3 E90 masih ada? bukannya baru kemarin launching seri 3 F30 baru?

dari importir umum, menghadirkan mercedes-benz SLK baru…..

Akhirnya setelah 2 jam disana kami mulai angkat kaki dari situ. Baru mau ke Jogja Classic Bike disebelahnya, malah udah kukutan, hadeeehh…. Ya udah next artikel aja penuliz kasih lihat hasil jepretannya di Jogja Int. Classic Bike Show oke broh….

hiburan buat classic bike show

Sorry kebanyakan curhat wkwkwk….  komen plizz….

Ulas Jagoan Baru Nissan, Selayak Apakah Evalia Menghadang New Xeniavanza

Tak disangka-sangka Nissan melakukan gebrakan yang besar untuk 2012. Berdasarkan pernyataan Mr.Takayuki Kimura, head of Nissan Motor Indonesia di Reuters (baca disini), Nissan akan meluncurkan kartu as-nya untuk memposisikan diri setingkat dengan Toyota dan Daihatsu. Rencana ekstrim yang dipelopori CEO Renault-Nissan, Carlos Ghosn ini melahirkan Evalia yang akan menjadi pesaing head 2 head dengan Daihatsu Luxio, Suzuki APV Arena bahkan Toyota New Avanza yang sudah menunjukkan batang hidungnya di lapak mas bro Taufik. Namun pembaca pasti masih bingung seberapa pantaskah Evalia sehingga dia dapat menjadi kartu as Nissan dalam penjualannya. Mari kita ulik lebih dalam tentang mobil tersebut.Thumbs up

hmm dashboardnya cukup lengkap dan informatif, namun soal double DIN-nya dan setirnya masih disangsikan akan seperti di gambar.

modelnya seperti serena wanna be

Evalia atau NV200 adalah mobil global, mobil ini sudah mulai dijual di Jepang, China, India, Eropa (khususnya Inggris) dan Amerika. Di Amerika mobil ini juga digunakan sebagai taksi tepatnya di kota New York. Di Eropa, Evalia diposisikan sebagai mobil kargo seperti Gran Max, lawannya adalah Ford Transit Connect, Peugeot Partner Tepee dan Citroen Berlingo. Namun di India mobil ini sudah head 2 head dengan Toyota Avanza dan Suzuki APV. Akankan Evalia bisa menjadi pasukan terdepan Nissan di Red Ocean ini? Pertama kita tilik dari desain luar, Nissan menanwarkan desain Serena, ya mobil ini seperti baby serena sehingga dapat dijamin semua orang indonesia dapat mencerna desainnya. Sayangnya Nissan tidak merubah tampilan yang khas dari van eropa yang identik kargo. Padahal Daihatsu dan Suzuki saja sudah memvermak Gran Max menjadi Luxio dan APV menjadi APV Arena agar citra kargonya hilang dan menambah kenyamanan.  Bagian belakang lampunya ditaruh agak ke bawah, sebenarnya ini mempunyai kekurangan karena daerah ini rentan terkena blindspot. Untungnya di atas juga ada lampu tambahan seperti Luxio. Bodinya yang mengotak jelas menguntungkan karena posisinya yang lapang. Sementara dari sektor kaki2 kelihatannya mereka memakai ban yang kecil, mungkin R14. Andaikata hal ini benar, hal ini tentu sangat berdampak negatif terhadap kenyamanan. Semoga saja tidak begitu.

sepertinya legroomnya cukup luas

jangan tertipu sama dimensinya, bandingkan dengan bule yang satu ini

Sementara kita lihat dari mesin, walaupun dari luar negeri ia menggunakan mesin HR16 berkapasitas 1600cc, tentu yang NMI masukkan adalah HR15 berkapasitas 1500cc andalan Grand Livina. Masuk akal mengingat pajak dan mesin yang satu ini sudah dipakai GL. Kolong-kah? nampaknya tidak sebab moncongnya cukup besar layaknya mesin yang ditaruh di depan. Sementara dieselnya belum ada sinyal kuat untuk ikut diproduksi, namun media India mengatakan power yang dihasilkan dari kedua mesin ini cukup bagus. Sepertinya Nissan memakai tips GM-Luxio yang memang ringan di akselerasi. Sementara di sasis, Evalia mengandalkan suspensi MacPherson di depan dan per daun di belakangnya, secara fitur hal ini memang minus namun andaikata reboundnya baik (seperti kijang kapsul) penulis rasa nggak masalah. Yang menarik, si doi katanya mempunyai pengendalian yang lincah dan rigid di kota, itu disebabkan Nissan menambahkan anti-roll bar agar tidak limbung, wah solusi tepat nih. Estimasi mereka figur bensinnya kira-kira 1 : 20, berlebihan gak nih ya…

Soal interior memang belum banyak bocorannya, single DIN-double DIN kah? AC kah? yaah abaikan saja yang tidak pasti, yang tidak pasti dirubah adalah cup holder ada dua dan perpindahan gigi seperti GM-Luxio. Yaah kalau melihat dari fasilitas seperti ini sepertinya layak-layak saja menantang Xeniavanza. Ruang lega layaknya Luxio dan mesin depan layaknya Xeniavanza, Evalia tidak sekedar menjahili bahkan menjadi angin puyuh di dalam kancah people carrier. Jelas semakin berdarah-darah segmen ini so kita lihat sajah..

konfigurasi seven seater ala nissan, mungkin lebih lapang dari APV walau tidak selega luxio

kabinnya agak-agak mirip dengan line up van nissan seperti serena dan elgrand