KOBOYS Jogja Jalan Jalan ke PARJO 3 [Pasar Jongkok Otomotif] Senayan gan…!

Jujur ane baru tahu seminggu setelah diberitahu lek dipo… feelnya sih… apa bedanya sama otobursa ya?

Siang lur….

Sebenarnya rencana ini baru penuliz tahu jumat lalu… rupanya admin aluvimoto.com [lek dipo] dan admin kankkunk.com [si mbud (tak aminin dotkom deh)] datang dari Jogja ke Jekardah menggunakan drift car pick up ST1000 aka carrynya admin warungdohc.com [lek aziz]. Rencananya lek aziz ini bakal balik ke Jogja dan menjadi enterpreneur…. hee buka usaha apa? nantikan saja kejutannya… yang jelas josss….

1596660_749756608368299_537846281_o
^touring ke jekardah pakai motuba carry st1000…. kok malah kayak uji nyali ini hihi  

Continue reading

Advertisements

Setelah penantian 6 bulan, akhirnya si mojo [BMW 520 E12] balik lagi dengan kondisi ngganteng

Motuba emang ngga ada matinya…. walau kalah dari segi teknologi namun tetap lebih menjual daripada mobil baru

Sore lur… minggu kemarin cukup spesial bagi penuliz…. selain libur panjang, penuliz akhirnya bisa merasakan kembali sensasi si mojo setelah dicat…

Mobil ini adalah BMW 520 dengan kode E12 di famili para BMW. Mobil ini dibeli bapak penuliz saat waktu kecil. Pada saat itu beliau memang lagi ingin inginnya beli motuba dengan pilihan antara Peugeot 504 dan BMW 5 series E12 ini. Namun kakak penuliz yang lebih “petrolhead” [kepala bensin = bahasa slang buat penggemar otomotif] dibanding penuliz menyarankan untuk mengambil BMW saja karena tampilan hiunya… alhasil kami memfokuskan untuk mencari mobil ini.

5374_1221357858721_3570949_n

Continue reading

Kopdar bareng Bimmerische Mataramen Werke, dalam rangka Bimmerfest 2013 Jogja

Menjajal boil dowooo di malam minggu bersama teman-teman mataraman. Om Freema coba menjadi Frank Transporter

Bimmerfest 2013 Prambanan banyak ditunggu oleh para bimmer mania di seluruh indonesia…. sebab ajang ini menjadi moment jambore sekali setahun para bimmer dan sekalian dolan-dolan neng jogja… mumpung hari liburnya mefet-mefet [sabtu, minggu, ada harpitnas, ada idul adha]. Acara ini juga dihadiri oleh komunitas Bimerische Mataramen Werke, komunitas independen beemweh yang berpusat di madiun – kediri – malang…. yang beberapa punggawanya nongol disini. Termasuk Pak RT om Freema. Beliau lumayan sering nongol di motuba juga, apalagi kalo lagi ngomongin soal bimmer. Ada om freema dijamin commentnya bisa 100 lebih entah kenapa. Sayangnya teman satu duetnya, om Sugik malah gak muncul, ada apa dengan maroon ya? 😀

1384278_556417104414155_960324914_n

salah satu icon mataraman adalah mobil e30 maroon yang ada apanya ini 😛

Continue reading

Test Drive KIA Carens generasi 3, kembali ke indonesia dengan tampilan yang memukau

Nyaman, keren dan kencang, bejek gasnya dan lihat anak sedulur sedang gemetaran di kabin kedua.

Pagi lur, cuma cerita klise aja nih, kemarin ane cuma JJS [jalan jalan sore] aja. Tapi malah temen minta dateng ke galeria mall jogjakarta, ya udah nikung aja deh si wagu ke tempat ini. Sambil beli belanjaan juga ternyata ada sesosok yang menarik perhatian. Weh ternyata KIA carens sudah mulai dipajang dimarih, tanpa ba bi bu lagi ane tinggal dulu aja temen ane dan lihat lihat isi kabin dari mobil pesaingnya Honda Freed dan Toyota Kijang Innova. Ingin mencoba test, ane coba untuk minta ijin test drive kepada mas Adhi sang marketing, dan ane dibolehin test, seeeep. Berhubung juga waktu testnya memang ada acaranya, namaya “weekly test drive” yg digelar sebulan sekali oleh Sumber Baru KIA di jalan magelang km 5,8 jogja sana maka ane coba undang aja sedulur koboys dimarih.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

So pertama tentu bahas soal interior, kalo dilihat dari modelnya memang KIA carens ini beda jauuuuuuh dari pendahulunya yang tampangnya “asian car” banget. Model sudah bernuansa eropa beud karena desainernya memang dari benua sana, tepatnya jerman,  Peter Schreyer penggagas tiger nose di mobil KIA sekarang. Bicara kaki-kaki, penggunaan pelek lebar ring 16 alumunium alloy ini berkesan gagah dengan dibalut ban 205/55 R16, wew gambot yee. Lampu depannya juga mantap dengan dilengkapi DRL [day running light] dan projector, sayang belum HID.

???????????????????????????????

Berlanjut ke interior, paduan apik warna beige dan hitam di dashboard menjadikan interior carens serba mewah dan resik. Bahan dashboardnya sendiri well build dan desain dashboard juga apik bernuansa mobil eropah. Nuansa interior ini mirip-mirip dengan spin hanya saja spin lebih kelam dengan warna abu-abu dan hitam. Bagian jok mobil juga beda dengan kompetitor, mirip bucket seat jadi bener2 memeluk pengemudi dan penumpang depan. Untuk interior nanti ada artikelnya sendiri lah.

Soal kelengkapan sendiri dibekali dengan AC single blower, head unit indash dengan layar 7 unit sayangnya digusur. Gantinya audio double DIN merk kenwood yg bisa cd, radio, mp3 dan usb aux in, ipod connection juga ada. Soal fitur safety, naah ini lagi, harapannya ada Lane Departure Warning System (LDWS) agar mobil tidak berpindah jalur dari marka, Smart Parking Assist Sensor (SPAS) [parkir otomatis], Electronic Parking Brake [rem otomatis saat posisi di tanjakan] dan Hill Start Assit [membantu mengendalikan mobil saat nanjak] dan itu semua digusur. Gantinya ya airbag cukup satu di pengemudi, central door lock, tilt steering dan telescopic, electronic power steering [Flex steer], keyless entry, dan power window.

???????????????????????????????

Soal mesin nih, welejh nggak main main bro…. engine bernama Nu 2000 cc DOHC [nah lesukaannya mas aziz nih juragan dohc] dual CVVT bertenaga 152 hp @ 6500 rpm dan torsinya 198 nm @ 4800 rpm. Kalo dilihat dari bore x stroke-nya [81 x97] sih doi lebih mengutamakan torsi [overstroke]. So benar saja gas di putaran bawah berasa joss, namun pas coba di ring road kecepatan 70kpj yg biasanya di avanza 1500cc butuh gear 3 tapi di carens juga butuh gear 3 juga, padahal 2000 cc. Oh ternyata lupa kalo doi 6-speed [kalo mobil biasa kyk avanza cuma 5-speed].

IMG_1316

Soal suspensi, sebenarnya doi rada ceper sih, apalagi dengan pemakaian ban yg besar juga. alhasil guncangan cukup terasa juga di jalan jelek, tapi nggak keras, ya ini memang settingan suspensi firm [agak keras] yg biasa diterapkan di boil eropa. Ayunan juga nggak ngebounce akibat suspensi firm, berasa bener deh kayak naik sedan. Oh ya dengan kaki-kaki seperti ini juga handlingnya mantep loh lur, nikung deras pas puter balik nggak berasa limbung si carens. Mantep deh.

???????????????????????????????

Overall mobil ini mencoba memadukan unsur kenyamanan pure sedan eropa dengan bentuk MPV. Mungkin kalo dipikir-pikir doi ini auranya mirip chevrolet zafira, yaah MPV eropa juga sih. Menyampingkan fitur yang banyak kegusur, sebenarnya si carens ini menawarkan unsur style dan fungsionalitas kepada konsumen. Oh ya harganya kelupaan.

KIA Carens manual                       Rp. 253.000.000,-

KIA Carens automatic                  Rp. 266.000.000,-

So dengan harga segini jelas KIA Carens menyasar konsumen Toyota Kijang Innova, Honda Freed dan Nissan Grand Livina yang masih anteng bermain di pasar MPV 200-300 juta. So pilihannya ya mau carens tampang eropah mesin joss tapi minim fitur atau freed tampang je-de-em ers mesin loyo tapi fitur serba kantong ajaib?

eh ada gosip nih dari bro harist….

Capture

nyetir sehat pasti pintar…………. salam gendjoooooooossss………….!!!

Test Interior Nissan Evalia. Seberapa Roomykah dia Untuk Mengakomodasi Duet Bongsor Ini?

Kemarin penuliz sudah janji untuk menghadirkan report tentang Nissan Evalia, tapi kali ini penuliz hanya menyajikan Evalia dari segi interior. Untuk masalah eksterior dan siksaan siksaan lainnya bakal penuliz terangkan bila rental mobil langganan penuliz sudah membeli unitnya. Untuk kali ini penuliz ditemani kakak penuliz untuk menilai seberapa egronominya ruang yang ada di dalam Nissan Evalia ini. Berhubung kami personil dari “gerombolan siberat” maka pastinya tidak akan terhindarkan dari siksaan berat kami…. Wkwkwk….

jeng jeng jeng…. penantang avanza versi kedua telah tibaa!!!!

Begitu nemu Nissan Evalia, jujur kami seperti anak kecil melihat es krim magnum di supermarket. Langsung saja dihajar tanpa ba bi bu lagi, malah saking antusias sendiri, salesnya pun sampai nggak dateng. Sepertinya sales ini cuma bisa diajak ngomong kalau menyangkut soal harga, yo wes ben… malah bagus… biar agak leluasa dalam mengebiri makhluk yang satu ini. Oh iya… tipe yang kami coba adalah versi XV otomatis alias termahalnya.

Oke pertama masuk dulu ke kabin depan, disini terlihat sekali penyusunan dashboard dan desainnya yang dihadirkan sangat apik. Walaupun di trim ini hanya mendapati audio single DIN namun perlengkapan seperti tombol pengaturan AC, hazard, tatanan AC dan kontur dashboard dapat mengakomodasi kebutuhan. Tuas perseneling di dasbor serupa dengan Luxio diyakini lebih gampang dipergunakan karena dekat dengan setir. Cup holder di 2 sisi dan berdekatan dengan AC sehingga minuman tetap dingin. Penyimpanan juga dapat ditemukan dimana-mana sehingga lebih praktis. Oh iya kalo biasanya di luar negeri bagian pintunya hanya dilapisi triplek tipis seadanya (mungkin karena di luar negeri posisi Evalia setara Gran Max sih) tapi kalo disini sudah well build dengan bodi plastic dan berkontur sehingga hilang kesan gerobaknya. Soal pandangan dia 11-12 dengan kompetitornya Luxio dan APV, lingkupnya luas, apalagi ditambah spion super gambot sehingga melihat ke belakang cukup leluasa. Oh iya, trim ini juga dilengkapi airbag untuk pengemudi, MID, immobilizer dan parking camera. Kelengkapan terakhir ini adalah kartu as evalia dibanding kompetitornya yang masih menggunakan parking sensor, sebab kita bisa memantau secara langsung di belakang dengan kamera saat parkir. Salah satu fitur premium yang hanya bisa didapat lewat Alphard dan Caravelle. Tapi sebenarnya sih kalapun mobil sedulur pengen dipasang seperti ini, bisa juga beli di Aftermarket Variasi.

cockpit modern dan nyaman, apalagi dashboard ciri khas model nissan terpampang jelas disini. Manteb… Manteb…

di depan ga ada kendala dalam penempatan barang serta cup holder. Sip deh…

Mulai kami menjajah baris tengah… karena mesinnya benar2 ditaruh di depan… alias di moncong, alhasil bagian lantai baris dua ini cukup lapang, benar-benar rata. Model kursi masih mirip dengan NV200 di Inggris… ala kargo dengan konstruksi ala kadarnya… yah serupa dengan Gran Max mungkin namun sedikit lebih tebal. Bagian atap ada TVnya, untuk fitur ini hanya ada di tipe XV. Untuk keleluasaan kabin sebenarnya bagus2 saja namun sayang dicederai dengan jendela yang kecil. Negatifnya ruangan jadi berasa terkungkung tapi positifnya kalo mau ganti baju di dalam kan gak kelihatan orang di luar wkwkwk…. Trus di jendela ini model bukanya tekan jepitan terus geser, fitur ini sami mawon dengan gerobak penuliz, kijang kapsul dan mobil2 tahun ’90-’00. Oh iya model susunan tempat duduk Evalia ini rata sampai belakang… tidak model theater seperti Avanza, Freed dan lainnya. Terserah mo menilai itu positif atau negatif, bagi penuliz sih positif soalnya penumpang kedua dan ketiga gak akan terasa seperti duduk di bangku pertama, gak bakal gampang kagetan dengan lingkungan sekitarnya.

” Mas, ini mobil eropa bukan?” “Ya… ini mobil kargonya eropa pak wkwkwk…”

Di atep adanya TV, bukan double blower (DB)… Trus mana DBnya? waah tempatnya istimewa banget wkwkwk….

model jendela yang bisa ditemui di kijang kapsul dan model nineties lainnya. Jangan harap electric

lipat tempat duduk baris ketiga? cukup tarik saja tali ini. Tarikk mang!

Baris ketiga… disini mulai berasa seperti naik kargo… sedulur bakal terasa seperti “barang” yang ditaruh di belakang. Sempit bung! Kaki para gerombolan siberat ini terjepit dengan bangku baris kedua. Jelas untuk perjalanan jauh sangat tidak nyaman, bangku baris ketiga ini pun bisa diduduki 3 orang asal syaratnya tinggi badan kurang dari 170cm dan 2 dewasa dan 1 anak-anak di tengahnya. Bangku ketiga ini mungkin wajar bagi tipe people carrier macam Avanza dan Ertiga tapi kalau Evalia yang selevel dengan Luxio dan APV… wah minus banget! Kompetitor yang penuliz sebutkan tadi baris ketiganya sangat manusiawi loh. Padahal menilik dari bagasi sebenarnya bisa lapang kalo tempat duduknya digeser mundur sedikit. Fatal berikutnya adalah penempatan double blower AC yang tidak wajar, seharusnya ditaruh di atap tapi kenapa ditaruh di samping kanan di bawah jendela? Jelas bakal tidak merata dinginnya. Juga cup holder yang sayangnya tidak ada di bangku ketiga ini, hikz…

bangku baris ketuiga kalo begini aja sih kesannya lapang, tapiiii…..

adduududuudu… mak! ampoon gak tahan dengkulnya!

kelihatan kan dengkulnya ketahan bangku baris kedua. Mbok ya dimundurkan sedikit posisi bangku ketiganya….

penempatan double blower paling lucu zaman ini wkwkwk….

pelipatan bangku ketiga mirip mirip sama inopah…. simple but nice…

Soal bagasi yaah memang menjadi sedikit lebih besar daripada kompetitornya tapi rasanya itu gak penting karena mengorbankan bangku ketiga… untuk pelipatannya sendiri di bangku kedua cukup dengan menarik tali yang ada di sebelah headrest. Langsung terlipat rapi dan akses ke bangku ketiga sangat lega. Untuk pelipatan di bangku baris ketiga ini metodenya seperti Innova yang dilipat ke samping jendela. Yahh walau konstruksinya model mobil tahun ’90-’00 tapi karena dia penggerak roda depan maka di kabin belakang gak ada gardan yang menggangu, lantainya benar2 landai dan rata sehingga taruh barang lebih leluasa.

Evalia ditawarkan dengan 3 trim, trim S versi terendah hanya dilengkapi manual berharga Rp 145 juta. Untuk SV dilengkapi dengan manual Rp 162 juta dan matic berharga Rp 172 juta. Lalu tertinggi tipe XV dengan manual berharga Rp 175 juta, dan matik berharga Rp 185 juta.

Untuk saat ini pilihan penuliz untuk sedulur adalah trim SV manual agar larinya bisa lebih responsif. Untuk kelengkapannya sendiri bisa ditambah di variasi dengan menambahkan double blower betulan dan ganti jok captain seat.

Sekedar saran penuliz untuk Nissan sih untuk bangku baris kedua dan ketiga yaah setidaknya direvisi penempatan barisnya dan jok tempat duduknya agar ngga terkesan kargo. Apalagi AC di pojok kanan adalah… waah sesuatu banget deh… Semoga facelift berikutnya bisa diatasi. Overall ini mobil yang bagus bagi konsumen yang menginginkan akomodasi dan modifikasi tanpa ubah sana sini. Nahh jabaran sudah cukup luas tentang Evalia ini, setidaknya bisa menjadi bahan pertimbangan walaupun hanya sekedar informasi interior. Tunggu bahasan dari kami untuk pengujiannya di jalanan (walau mungkin agak lama).

pilihlah warna putih, paling berasa JDM ala “serena”nya

Salam gendjooooooooooooooosss, Sleman Sembada!

Sisa-Sisa Event Djogja International Classic Bike Show 2012, Retro Abiss Ganz!

Kemarin penuliz sudah menceritakan beberapa hal yang “cukup” menarik yang ada di Jogja Automotive Show. Naah sekarang Penuliz mau geser ke event sebelahnya, disana ada Djogja International Classic Bike Show 2012 (DICBS). Inilah event yang banyak bikin penasaran bikers Jogja dan sekitarnya karena tidak hanya skalanya yang internasional tapi juga motornya yang pasti jarang kelihatan di jalanan umum biasanya. Kapan lagi kan bisa lihat Bimmer (red. BMW), Norton, Royal Enfield, BSA, Auto Union, H-D, duet big five Jepang (Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki) model lama, Vespa dan lain sebagainya. Tentu saja jebolan dari DICBS pasti bermodel eksotis dan bermesin heboh alias moge. Disini juga dimeriahkan acara konser gede-gedean, jualan sparepart motor lama serta keikutsertaan ATPM motor yang memang bernuansa moge retro seperti H-D dan Norton. Bahkan mobil bernuansa retro pun juga turut meramaikan event ini. Lalu dari mana aja asal classic bike ini nongol untuk memeriahkan DICBS ini? Terutama jelas dari Jogja lalu juga ada yang dari Bandung yang juga kota retro, selain itu juga dari Jakarta, Solo, Semarang, Banyumas, Surabaya, Malang, Sumatera, Kalimantan bahkan ada yang sampai Makassar dan Papua segala. Luar negeri? Jelas ada terutama dari para bule, sayang nggak terdeteksi dari mana aja asalnya (soalnya kadang muka bule tampangnya sama semua sih… wkwkwk…)

wew CB100 model rat-japs style! retro tak harus klimis kan?

Acaranya heboh banget, sampai-sampai jalanan serba ramai seperti antrian semut. Motor klasik retro nyaris meramaikan timur jogja sampai daerah keraton. Bahkan cukup nongkrong daerah jalan Sultan Agung pun kita masih bisa menikmati motor klasik berlalu lalang.

lho kok kosong melompongg?? oalah udah kukutan …. hikz……

Tapi ya itu saat sabtu tanggal 23 Juni lalu, saat penuliz hadir pada hari minggu sore besoknya, jangan harap seramai cerita diatas. Semua orang sudah bersiap kukutan (red. Beres2) dengan pick up2 dan towing untuk menaikkan motor2 eksotis itu. Lumayan ada efek positfnya sih, nggak harus bayar Rp 15ribu alias gratis, ahahayy….. Tapi ya nggak semua modal pick up untuk balik ke kota masing-masing sih, ada juga yang bermodal semangat untuk turing balik ke kotanya. Oke kayaknya cukup deh omongan ngalor-ngidul penuliz karena nggak banyak yang penuliz bisa ceritakan saat DICBS pada kukutan. Akhirnya penuliz sajikan saja gambar hasil colongan motor yang wira-wiri di DICBS ini, lumayan menyegarkan mata juga ahihihihihi……

Sorry banyak banget gambarnya……

harley davidson or royal enfield?

di DIBCS, pengguna bimmer bisa sebanyak pengguna mio di jalanan dan pengguna mio bisa selangka pengguna bimmer di jalanan

yang penasaran sama tenaga bimmer r25, katanya cuma 13 hp. waduh?

wew ada mercy eagle disini, bagi yang mau monggo. soalnya dijual dab….

H-D versi lawas bisa dilihat dari jari2 dan logonya

ajiiibb…. towing carriernya pake mitsubishi pajero versi awal, nice!

harley davidson 883 roadster yang penuliz demen malah nongol

chopper style tapi gak tahu mereknya apa…

kok mirip BSA yang dipakai bapak temen penuliz ya?

tempat konser malah sekalian dipake buat ajang test ride motor classic ini

pulang ke bandung dengan touring nih…. manteb… manteb….

byuuh udah kukutan hikz….

BSA juga nih, keren juga yaaaa…..

wew towing carrier disini manteb2 yaaa….. L300-nya mabua HD aja gak dibolehin standar, velgnya R15!

ki : om, balapan sepanjang janti mau nggak?
ka : opo ra cedak le? 20 lap keliling ringroad piye?

bule ini kekecilan sama motornya, xixixixi…..

pak lik cb125 ini pengen ikutan balap 20 laps keliling ringroad tadi….

yuk pulang guyz…. tumpukan di kantor sudah menunggu kita!

yang mau beli H-D, monggo…..

yang mau beli norton, monggo…..

yang mau beli vespa, monggo….. jangan komplain soal harga kalo buta history ya om….

plymouth belvedere wagon gen 3 ini juga turut meramaikan DIBCS ini

datsun sama holden juga ikut dimarih cyiiin…..

pulang atau ikutan balapan 20 lap ringroadnya bapak tadi yaa?

bodo ah, yang penting madaaanng!!!

Udah ah…… nyoba Nissan Evalia dulu …..