Husqvarna TE250R, All Purpose Light Bike Who Designed By Motocross Race Heritage

Prestige, racing heritage, dan fungsional. Penuliz baru merasakan bahwa ini motor yang rohnya berbeda dengan motocross harga pahe pada umumnya….

Lanjut lagi nih ngomongin soal test ridenya Husqvarna kemarin….

Setelah nulis registrasi plus dapet senyuman mbaknya yang ihirrrrrrrrrrrr 😳 Penuliz langsung clingak-clinguk cari motor yang asik dicoba. Jujur dari semua line upnya Husqvarna yang sedang ditest, penuliz lebih prefer ke model TE250R. Motor yang selisih harganya dengan KLX250 bisa buat beli CBR250R non ABS ini adalah motor yang sering dipakai di banyak kejuaraan motocross dunia.

kaibutuoozyo3A_078

Husqvarna TE250 ini adalah kendaraan yg digunakan Riza Wildman di dalam komik Kaibutsu Oujo / Princess Resurrection karangan Mitsunaga Yasunori. Kebetulan Yasunori-san memang bikers sejati hehehe….

Namun yah motor ini kalau dibandingkan dengan kakak-kakaknya seperti TE310, TE411 apalagi TE511 ya jelas motor yang tergolong ringan alias light. Namun walaupun dari segi kubikasi sekelas dengan KLX250 tapi secara dimensi doi lebih ringkes dibanding motor jebolan geng ijo tersebut. Bobot saja setara dengan CS1 penuliz [103kg klaim Husqvarna] dengan kubikasi yang 250cc kayaknya bakal joss nih tarikannya 😀

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Lek Yoga saatnya ngetes si Husky, doi juga jinjit balet naik ini padahal lek Yoga termasuk tinggi juga loh

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

kalo bisa nguasain throttle gas dan kopling pasti sensasinya maknyus deh

Pertama dari segi tampang, Dibandingkan dengan KLX250 dan CRF250L, bodinya terkesan lebih ramping, pas. Muka model depan ngga berbeda jauh dengan versi 2012 cuma direfresh dengan pola striping yang sebenarnya ngga jauh berbeda. Model belakangnya juga ngga beda jauh, yaah begini saja tetap istimewa kok. Bedanya yang paling mencolok adalah mesin sudah mengadopsi ala BMW F1 “Red head” alias cylinder headnya dicat merah, hehehe kayak Mitsubishi Lancer Evo aja ya….

318011_297666597002551_877941240_n

nongol kan red head-nya, beberapa parts sudah dimodifikasi BMW termasuk setting EFI-nya

Oke penuliz coba naikin aja deh, wew… ternyata tinggi juga ya. Penuliz berasa jinjit balet, padahal tinggi penuliz kira-kira 180cm. Sangar tenan nih motor, panel indikator fully digital tapi penuliz ngga terbiasa dengan ukurannya yang kecil. Yaaah minimalis tapi cukup lengkap lah. Posisi duduk tetep nyaman aja… untuk ukuran pure racing bike. Hanya saja penuliz belum terbiasa duduk ala motocross yang maju banget ke depan, berasa kayak duduk CS1 orang biasanya bedanya setangnya super lebar [selama ini posisi ane duduk mundur banget sama si wagu, motor CS1 ane…]. Cara nyalainnya cukup special, tarik handle rem dan stater tanpa perlu memainkan gas. Langsung nyala gan 😀

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

lek dipo juga ngerasain “memacul” dengan motor ini. rasanya smooth

Coba ngegazssssss aja deh… karena penuliz dikit banget jam terbangnya duduk di atas offroad bike jadi penuliz coba muter-muter keliling lapangan bola dulu. Tancap gas wew lumayam badak masbro…. Sensasi DOHC overbore dipadu  memang berasa mantap, tapi kayaknya malah ngga jauh beda sama Honda Tiger, rada halus walaupun bisa gampang wheelie sih. Sepertinya sih dengan perubahan ECU di EFInya yaah cukup membuat tenaganya rata dari putaran bawah-atas. Menurut Mas Kaka, crosser pengguna CRF250, menurutnya tenaga yang dihasilkan justru masih dibawah kuda besi bawaannya. Tapi dari segi tikung menikung motor ini punya sasis yang baik. Sedulur bisa dengan mudah merasakan sensasi two-wheel drift dengan gampangnya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

mas kaka pengguna crf250, pengendaliannya super banget seakan halangan di track dibabat habis, salut

Coba masuk trek, wew ternyata ngga segampang bayangan penuliz, menyulitkan dan menantang. Penuliz ngga seberani temen-temen crosser yang bawanya bisa ngebut padahal jalanan setapak naik turun belokannya banyak yang u-turn tiba-tiba. Hahaha nikmati aja deh pelan-pelan. Setidaknya sasis motor yang sudah memupuk banyak racing heritage ini memang nikmat ngga bisa bohong. Karakter suspensi merek Kayaba terbilang empuk dengan medan gundukan bervariasi. Soal pengereman juga mengigit sekali bung dan perpindahan gigi juga lancar jaya. Apiknya sensasi putaran atas overborenya sangat membantu untuk melahap tikungan besar. Tapi ground clerance yang tergolong tinggi selalu membuat penuliz kelabakan melahap u-turn. Yah emang penuliz masih amatir juga sih heheh….

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

miring-miring gini tetep sasisnya berasa enak dikontrol

Dua lap selesai, hasilnya penuliz sering banget jatuhnya hahaha…. walau perlengkapan crosser minim tapi untungnya kontur tanah sirkuit yang empuk membuat penuliz tidak ada luka sama sekali. Ya untunglah masih sehat-sehat aja. Namun posisi yang jauh dari nyaman membuat penuliz jadi encok pegel linu selama 2 hari, lagi-lagi belum terbiasa masbroo… Oh ya untuk TE250R ini sendiri menurut Mr.Arnaud Dechamps, director of GasGas Indonesia cukup baik namun menurutnya masih terlalu soft, Mr.Arnaud lebih menyukai TE310R yang dimensinya nyaris sama namun karakternya jauh lebih galak. Setidaknya untuk penggemar enduro bike yang baru naik kelas ke red head, bisa memilih motor ini yang mengkombinasikan antara racing dan kenyamanan berkendara.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

karakter overbore DOHC 250cc satu silinder memang berasa banget saat track lurus

Husqvarna TE250R 2013 Rp. 103.000.000,-

Mesin
Tipe Mesin : 4-langkah Silinder Tunggal, 4 Valve DOHC – Fuel Injection, Pendingin Cair
Kapasitas : 249,5 cc
Diameter x Langkah : 79 x 50,9 mm
Rasio Kompresi : 13.6:1
Tipe Karburator : KeihinÂŽ Digital Fuel Injection
Starter : Electric & Kick Starter
Transmisi : 6 kecepatan
Tipe Kopling : Hidraulik Multiplate Manual Basah
Rangka
Tipe Frame : Steel Single Tube Cradle
Berat Kosong : 109 kg
Kapasitas Tangki : 8,5 liter
Jarak Sumbu Roda : 1448 mm
Tinggi Tempat Duduk : 909 mm
Suspensi & Roda
Tipe Suspensi Depan : KayabaŽ Upside-down ø 48 mm
Ruang Ayun Depan : 300 mm
Tipe Suspensi Belakang : KayabaÂŽ Multi Adjustable Shock with Soft Damp Linkage
Ruang Ayun Belakang : 295 mm
Ban Depan : 90/90 R21
Ban Belakang : 120/90 R18

*Demi penyempurnaan, spesifikasi ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA 545195_297665217002689_1045506531_n

Waduh jadi pengen buat si wagu agak bertenaga badak, barangkali masbro punya solusinya termasuk para CS1 owner? 😀

Nyetir sehat pasti pintar, salam gendjossssssssssss………….!!!

Honda CB150R, Good Moment for Rising of the CB Clan [Second Round]

Dari sisi fungsionalitas, Honda CB150R Streetfire ini memang bisa diandalkan sebagai partner. Tapi bukan sebagai motor bertalenta khusus, tapi sebagai motor serba bisa.

Yak kembali lagi penuliz menyambung cerita tentang CB ini, tadi kan sudah melihat realita soal tampilan. Sekarang mari kita bahas soal riding position, mesin dan sasis-suspensi yang menjadikan CB sebagai best value. Apa saja thooo? oke kita kupas satu persatu…..

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

yak sesi mesin kita kupas tuntas saja berooooooo…..

Coba kita nyalakan mesin, vruuuuuummm!! Suaranya lebih garing dibanding CBR dan CS1 sekalipun, cukup menimbulkan sensasi ketika dibejek. Yak coba pindah kopling dan wuttt…. tarikannya horror mzbroo…. mesinnya gampang mengkail rpm atas ala CBR tapi dipadu dengan gear yang lebih besar dibanding CBR. Wheelie tiba-tiba pun gampang saja, kerennya sasis yang sudah diracik sedemikian rupa ini membuat CB mudah dikontrol sehingga sekalipun bermain wheelie tetap bisa dicounter dengan mudah. Untuk suspensi, Prolink suspension ala CBR250R memang mantab untuk slalom kecil-kecilan, begitu rigid. Tapi kalau ketemu lubang atau retakan rasanya kayak mobil-mobil premium, begitu empuk dan moderat. Ahayyyyy….

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

rpm bisa mencapai 11.500 sampai 12.000, kualitas honda = kualitas overbore

Berlanjut ke impresi mengemudi, jalanan gunung kidul yang mirip jalanan gunung akina “Initial D” bisa dilahap dengan mudah. Untuk nanjak, CB sangat berbeda dengan saudaranya CBR dan CS1 yang paling alergi tanjakan, kendati mesin overbore tapi torsi tetap dapat dan siap melahap tanjakan sedemikian ekstrim.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

dengan boncenger pun motor ini terasa santai dibawa. position riding ala honda memang mantabbb

Prolink suspension dan Truss frame alias “teralis” ini juga bekerja sangat baik dalam melahap semua tikungan yang ada walaupun penuliz belum mencoba cornering ekstrim ala MotoGP. Pengendalian setangnya pun sangat sigap seakan mengaplikasi teknologi “drive by wire” ala mobil. Dalam hal kenyamanan berkendara, si CB selangkah lebih baik dibandingkan Vixion lama, dan poin ini memang selalu menjadi kartu as Honda selama ini.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

segitiga egronomi ala honda, menjamin kenyamanan pada kaki dan tangan saat touring jarak jauh

Saat mulai jalan ke Ringroad Barat Yogyakarta, rombongan sempat “nakal” dengan mengambil jalan mobil yang kosong demi test “Tunjukin Nyali Lo!” [ngalay dikit nggak pa pa kan?]. Saat aba-aba sweeper dimulai, sontak kami langsung bejek gas sejadi-jadinya. Walaupun penuliz sudah terbiasa dengan putaran atas ala overbore di CBR dan CS1 namun untuk putaran atas CB memang sangar di gigi 1 sampai 4. Saking cepatnya kadang penuliz tidak sadar bila si CB sudah mencapai redline.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

melakukan hal ini? penuliz cuma bisa bilang wawwwwwwwww!!!

Dari hasil ngalay akhirnya rombongan blogger memecahkan hasil topspeed berada di 137 km/jam dengan rider Adhani-horee yang biasa menunggangi CBR150R generasi pertama, selamat, podium gan! penuliz Cuma dapat 135kpj, yaahh mesaknee…. Sampai di AHASS Jombor pun kami merasa indikator digital 5 digit tidak mengalami perubahan berarti, padahal jarak yang kami lalui sekitar 66km. Sepertinya figur konsumsi bbm memang sekitar 1 : 36km, ini saja belum dicoba eco riding.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

begini nih mesin CBR dengan sedikit diakali bagian bukaan klepnya dan penggusuran sensor O2. jadi pengen ditempel di CS1

Overall ini memang motor yang bagus dan kebetulan moment yang pas untuk menyerang balik daerah sport yang dulunya pernah dikuasai honda. Dengan harga 22.3 juta, motor ini jelas punya sensasi ngebut di putaran atas dan sasis fleksibel seperti CBR150R, suspensi ala CBR250R namun dengan sensasi kenyamanan ala Tiger. Walaupun dari segi desain sebenarnya kurang mencirikan desain Honda pada umumnya namun CB150R menawarkan sisi fungsionalitas dibanding kompetitornya yang cenderung ke fashion. Cuma penuliz merasa ini bakal jadi mainan baru para DOHC mania yang memang suka kebut-kebutan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

dengan mesin, sasis dan suspensi yg superrrrr…. mengendalikan motor ini sangat-sangat mudah. seakan punya fitur drive by wire ala mobil

Dari segi fisik dan kelas doi memang saingannya V-ixion tapi dari segi performa doi jelas saingannya Satria FU. Semoga nggak banyak orang yang pecicilan pakai motor ini apalagi yang pakai ban cacing, penuliz cukup facepalm aja deh….

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

honda cb150r, tampilan biasa…. performa istimewahhhh…. saran aja semoga next CB buntutnya dibuat serupa CB500X atau CBR – NMP lah yaa….

Jadi pengen CS1 pakai mesin CB150R ini hehehe….

SPESIFIKASI HONDA CB150R STREETFIRE

  • Panjang X lebar X tinggi : 2.008 x 719 x 1.061 mm
  • Jarak Sumbu Roda : 1.288 mm
  • Jarak terendah ke tanah : 148 mm
  • Berat kosong : 129 kg
  • Tipe rangka : Diamond Steel (Truss Frame) New Innovative Trellis Frame
  • Tipe suspensi depan : Telescopic
  • Tipe suspensi belakang : Lengan Ayun dengan Suspensi Tunggal (Sistem Suspensi Prol-Link)
  • Ukuran ban depan :  80/90 – 17 M/C 44P – Tubeless
  • Ukuran ban belakang : 100/80 – 17 M/C 52P – Tubeless
  • Rem depan : Cakram Hidrolik, dengan Piston Ganda
  • Rem belakang : Cakram Hidrolik, dengan Piston Tunggal
  • Kapasitas tangki bahan bakar : 12 liter
  • Tipe mesin : 4-Langkah, DOHC, 4-Katup, Silinder Tunggal
  • Diameter x langkah : 63,5 x 47,2 mm
  • Volume langkah : 149,48 cc
  • Perbandingan Kompresi : 11.0 : 1
  • Daya Maksimum : 12,5 kW (17,0 PS)/ 10.000 rpm
  • Torsi Maksimum : 13,1 Nm (1,34 kgf.m)/ 8.000 rpm
  • Kapasitas Minyak Pelumas Mesin : 1,0 Liter pada Penggantian Periodik
  • Kopling : Manual, Wet Multiplate with Coil Springs
  • Gigi Transmsi : 6 Kecepatan
  • Pola Pengoperan Gigi : 1 – N – 2 – 3 – 4 – 5 – 6
  • Starter : Elektrik Starter dan Kick starter
  • Aki : MF 12 V / 5 Ah
  • Busi :-
  • Sistem Pengapian : Full Transisterized

ulasan tentang tampilan bisa dilihat disini
Honda CB150R, Good Moment for Rising of the CB Clan [First Round]

Nyetir sehat pasti pintar, salam gendjooooooossssssssssssssssssssss . . . . . !!!

Honda CB150R, Good Moment for Rising of the CB Clan [First Round]

Honda memang telmi untuk main di segmen sport 150cc Young, Tapi ini benar-benar motor yang bagus.

Yudakuzuma edisi motor-motor, bukannya bosen dan muak mengupas tentang roda 4 tapi kebetulan aja dapat kesempatan “mengebiri” produk sayap mengepak. Setelah penuliz sukses mempopulerkan hasil penyiksaan yang sadis di mobil, kini penuliz dipercaya untuk meyiksa sebuah motor yang alim, berhati murni, jernih, bersih, manusiawi, rajin belajar, pandai menyiram bunga, ……….. [tambahno dewe].
Huehehehehe….. siap-siap penuliz siksa yaa…. CETARRR!!!

Eh ini sih syahrini mode on 😛

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

memperkenalkan model baru yang dinikmati para penyuka rambut dijambak dari belakang… Honda CB150R Streetfire!!

Oke, kemarin sebenarnya penuliz memang tidak menghadiri acara ke Honda Bikers Day di Yogyakarta karena harus mengerjakan tugas kuliah [heheh curhat dikit], tapi ternyata penuliz diundang untuk datang di hari minggu tanggal 16 Desember 2012 untuk merasakan impresi berkendara spesies [yang katanya] “Vixion Killer” ini. Penuliz jelas tertarik mendapat undangan tersebut karena yang penuliz coba bisa dibilang sport compact bike dengan sensasi flagship bike. Maksudnya? Ya motor ini mengandung semua unsur yang ada pada CBR series. Memang tidak salah bila ia harus dinamai Honda CB150R Streetfire. Penuliz lebih suka menamainya Honda CB, karena ia membangkitkan kembali klan terkenal CB walaupun tidak membangkitkan historisnya [yah emang ngga ada mirip2nya sih…]. Motor ini bakal dijual dengan kisaran harga 22.3 juta OTR, apakah ini harga yang cukup buat memukul Yamaha Vixion Lightning yang dijual setingkat lebih mahal 400 ribu? Kalau dari segi penampilan sebenarnya bisa dibilang Lightning sudah banyak perombakan yang cukup wawwww…. jadi yaaahh selisih 400 ribu ini seperti biaya modif dari yamaha bila menginginkan sport young yang agak “sport flagship 250cc”wannabe. Tapi tentu penilaian ini tidak fair karena CB memang bermain di tema yang berbeda yaitu menawarkan fungsional yang diadaptasi dari sodaranya CBR-series.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Model terinspirasi kakak besarnya, Honda CB1000R, sayang ban kekecilan tidak membuatnya segagah kakak besarnya itu

Pertama penuliz ingin menyoroti sektor bodi, Honda CB ini menegaskan garis-garis tajam untuk memperkuat aura “cepat”-nya. Bagian depan terinspirasi dari Honda CB1000 yang bernuansa europe look. Walaupun sebenarnya bagi penuliz nggak masalah namun bentuk spido konde [katanya pertamax7] agaknya bisa jadi gangguan bagi sebagian orang. Yaah asalkan diganti dengan spido aftermarket berukuran kecil sih gak masalah, tapi jangan nggak pakai spido loh ya…. horror mzbro kalo mesinnya nggak kepantau. Lalu beralih ke segmen teralis yang katanya honda sih “Truss Frame”, hehe warnanya hitam, lur. Bagus nggaknya pendapat sedulur, tapi kayaknya sih opsi teralis berwarna bakal menjadi sajian buat facelift next CB, gak tahu kapan…. Lanjut ke bagian belakang, bentuknya benar benar “Genius”, nyaris mirip Yamaha V-ixion lama, ckckck… mungkin desainernya lagi galau bikin buntut terus inget V-ixionnya anaknya pak RT-nya mungkin. Padahal bahasa desain honda umumnya yaitu behel pisah dan buntut ala New Megapro dan CBR-series juga tidak kalah gantengnya loh.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sedulur-sedulur saja yang menilai bentuk belakangnya, menurut penuliz sih si CB kehilangan identitasnya.

Berlanjut ke soal pelek, ban berukuran 80/90 di depan dan 100/90 di belakang ini memang “sesuatu” banget. Dimana jaman mulai bergeser ke arah pemakaian ban gambot, mereka malah pede dengan ban tipis, mau anti mainstream mungkin wkwkwk….. Velg racing beda jauh dengan CBR-series palang 5, CB mengadopsi pelek NMP yang berpalang 6, tapi satu yang pintar dari Honda yaitu memakai balancer di velgnya. Menjamin akurasi setir tetap baik dan komposisi pemakaian bannya seimbang. Sekarang coba duduk, wah posisi weenak mzbro, segitiga egronomi CB menjamin kenyamanan saat dipakai turing, memang ciri khas honda banget. Instrument Cluster juga terlihat enak dipandang dengan paduan spido digital analog, sayang komposisinya nggak pas jadi banyak terlihat ruang-ruang yang kosong di spido. Satu yang unik, penuliz menemukan sesuatu yang berbau retro turunan CB lama ke CB baru, apalagi kalau bukan tutup tangki njendulnya, wkwkwk…. AHM bangetzz… Setidaknya mzbro bisa merasakan sensasi membawa CB gelatik dengan tutup tangki super keren ini wkwkwk….

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

demi pengendalian yang apik, wheelbase CB dibuat pendek, tapi kalau mau agak panjangan sepertinya sedulur bisa geser bannya lebih ke belakang.

Overall untuk soal desain, lebih mirip CBR150R Spec Down. Untuk soal keistimewaan menurut penuliz hanya dari Truss Frame dan Prolink Suspension saja, lainnya…. same as usual… depan berbau Tiger revo belakang berbau Vixion. Tapi kalo ditanya ganteng, ya ganteng …. tapi kalo ditanya unik enggaknya…. hmm… sedulur bisa menilainya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

instrument cluster ditata apik dan menawan, semua indikator terlihat jelas. posisi setang mirip Honda Tiger Revo.

Tapi yang istimewa dari Honda CB ini justru dari soal fungsionalitasnya yang berasa saat dibawa [position riding, mesin, sasis dan suspensi], nah kalo soal itu bakal penuliz susulin di next artikel. Sorry agak sok sibuk ehehehe…. 😀

next artikel silahkan klik dibawah ini 😀
Honda CB150R, Good Moment for Rising of the CB Clan [Second Round]

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

persiapan batin sebelum ngalay dulu gan! MANTAB GAN!

Nyetir sehat pasti pintar, salam gendjooooooooooossss………..