Suzuki Karimun Wagon R GS Sudah Menampakan Batang Hidungnya di Indonesia [Goes To The IIMS 2014]

Goes To The IIMS 2014 adalah artikel yang akan membahas seputar produk apa saja yang akan dipajang saat IIMS berlangsung. Pertama adalah Kargoner GS

Hai hai lur….

Satu minggu lagi akan digelar sebuah pameran otomotif terbesar dan terlengkap di Indonesia, yaitu Indonesia International Motor Show 2014 yang akan digelar di JI Expo Kemayoran Jakarta. Tentu IIMS bukan lagi hanya momentum kebangkitan otomotif nasional namun sudah pada taraf dunia. Indonesia sebagai negara yang cukup diperhitungkan dengan pesatnya pertumbuhan berbagai kendaraan, cukup wajar apabila gerak geriknya mulai dilihat oleh seluruh dunia. So IIMS pun adalah momentum yang tepat juga oleh para pabrikan dunia untuk menunjukkan tajinya disini.

Kali ini penuliz akan hadir sebagai media IIMS 2014, tunggu update beritanya di yudakusuma.com pada tanggal 18 September 2014 – 28 September 2014. 😉

indonesia-international-motor-show

Oke lanjut lagi, Booth Suzuki IIMS 2014 ada apa? Karimun Wagon R GS [sebut saja Kargoner GS]

wagon 

 

Continue reading

Modifikasi Suzuki Karimun Wagon R…. walau LCGC juga bisa kelihatan kece kok gan….

Kargoner ini menerapkan modif ala stancework, bodi kotaknya ditegaskan dan ban hellaflush… hmmm imut kayak mainan nih 😛

Halo halo lur….

Dalam artikel kali ini penuliz kembali membahas tentang mobil modifikasi lur… Oh ya apabila ada mobil modif sedulur ada yang ingin diulas bisa kirimkan gambar dan review apa aja yang dimodif di stridently@gmail.com silahkan deh menuangkan keluh kesah mobil agan 😀

Nah apa yang penuliz pengen bahas? yah sebuah LCGC, Suzuki Karimun Wagon R atau mungkin lebih enak diomongin “Kargoner” kali ya… soalnya kepanjangan nama [ini nama apa gelar ^^’ ] So berawal dari wall-nya mas bro Yudho Handadi, juragan KARAN Autoworks yang punya motuba VW Golf Mk1 dan Suzuki Karimun Kotak [sebut saja Karko] ini tiba tiba memajang foto sebuah kargoner… pikir penuliz sih wah mainan baru lagi nih… 😯

1001981_10201864219702695_877226717680918115_n

 

Continue reading

Review Toyota Agya oleh Media Otomotif Filipina… gimana impresinya menurut mereka?

Melalui ekspor ke Filipina dengan nama Wigo, toyota meyakinkan konsumen indonesia bahwa Agya kualitasnya teruji. Namun apa kata orang Filipina sendiri?

Pagi lur….

Mungkin sudah tidak asing lagi bahwa Toyota Agya telah diekspor ke Filipina dengan nama Toyota Wigo… namun semenjak ekspornya Agya selama kurang lebih sebulan barulah penuliz menemukan review dari Agya ini… oh ya nama di Filipina bukan Agya lagi deng… oke jadi penuliz nemu review Wigo ini dari Autoindustriya.com… media otomotif Filipina.

post4555_5

Gimana impresinya menurut mereka… langsung saja… kompor gassssss… :mrgreen:

Continue reading

Daihatsu Ayla di parkiran dengan Honda Jazz vs Toyota Avanza vs Suzuki Grand Vitara. Size nyaris sama

City car LCGC yang satu ini emang dimensinya menipu lur… cuma karena desain aja yang membuatnya terkesan kecil

Ngomongin soal LCGC lagi inih…

Kemarin penuliz sudah menyinggung ripiu Agya vs QQ, naah sekarang penuliz mau bahas soal Daihatsu Ayla dengan dimensi yang [jelaslah] mirip dengan kakaknya Toyota Agya. Kemarin penuliz pas lagi main ke platinum internet cafe [alaah bilang aja warnet] deket hokben jalan kaliurang. Pas lagi muter muter doang di parkiran penuliz kebetulan menemukan Ayla yang lagi parkir di samping Jazz gen 1, Grand Vitara dan Avanza… ceritanya lagi jejeran. Bingungnya kenapa ukurannya Ayla jadi nyaris segede Jazz ya?

Continue reading

Baru vs Second! Suzuki Karimun Wagon R vs Suzuki Karimun Mk1, Mirip tapi beda.

Seperti Silat, sebelum menantang merk tetangga, coba kalahkan dulu guru sendiri

Suzuki Karimun Wagon R alias Kargoner selain karena ia adalah LCGC andalan suzuki dan pesaing agya-ayla, sebenarnya yang membuat kita antusias terhadapnya adalah bentuknya yang membangkitkan kenangan. Ya, Suzuki karimun kotak alias karko, sebuah city car yang bahkan sampai sekarang belum ada city car lain yang menyamai keidentikannya…. spacious, simpel, gesit dan mesin bandel. Kargoner baru mencoba peruntungannya dengan memanfaatkan image karko ini, namun apakah dia sudah bisa menyamai keidentikannya? mari kita lihat.

kk01

Continue reading

Impresi tentang kabinnya suzuki karimun wagon r pas coba di IIMS 2013, gimana yah?

Bentuk yang outstanding dibanding kompetitor membuat orang bertanya-tanya. Mobil ini nyaman gak ya?

Bro yang kemarin dateng ke IIMS 2013 pasti ada dong yang nyoba-nyoba duduk di kabinnya beberapa low cost green car alias loreca…. sayangnya sih penuliz ngga bisa dateng dikarenakan jadwal kuliah padet jadi ngga bisa ke jakarta. Ya sudahlah cuma bisa dengerin komentar orang-orang yang sudah kesana. Toh pasti lama-lama mobil city car itu mampir ke Jogja, bisa ane bully hihihi…..

So topik apa yg mau dibicarain? ini dia loreca suzuki, karimun wagoner [apa disingkat kargoner ya?]

IMG_1012

Nah ada yang ngetes rupanya, warga motuba mas hamzah yang menyampaikan testimoninya. Walaupun sih kita udah seneng aja punya motuba, luas tur murah 😛

Continue reading

Penampakan dan review dari Suzuki Karimun Wagon R, Si kotak balik lagi ke indonesia!

Ternyata bener gan dugaan ane, nama buat lcgc ya pakai “karimun” aja

lur kali ini ane mau bahas mobil lcgc buatan suzuki ini

Ya walau masih minim informasi, setidaknya bisa kita gali. Model yang kita lihat di gambar ini adalah suzuki wagon r versi indonesia yang bernama suzuki karimun wagon r [aduuuh kepanjangan]. Mobil ini bakal mengaplikasikan mesin K10B 3 cylinder 998cc yang sejenis dengan karimun estilo, Bertenaga 67 hp dengan 90 Nm @ 3500rpm. Namun kapan dipasarkannya masih entah berantah nih….. 😐

Frontal-728x1092

Namun bagi yang penasaran seperti apa sih suzuki karimun wagon r ini? naah sedulur bisa lihat artikel penuliz yang dulu tentang suzuki wagon r yang di review oleh team-bhp.com.

Continue reading

Terungkap Juga Lorecanya Suzuki, Suzuki WagonR si penerus tahta Karimun

Basi dengan yang imut-imut? beralihlah ke kotak sabun

Sebelum penuliz melanjutkan artikel, penuliz mau menerangkan arti dari loreca itu sendiri. Mungkin ada yang masih inget, loreca itu Low Cost Green Car, biasanya disebut LCGC tapi kayaknya ngga simpel, jadi dengan seenaknya penuliz ganti Loreca oke 😆

Suzuki_Concept_G_II_01

suzuki wagon r, diwarnai green leaf gini malah mengingatkan nostalgia karimun ijo

So loreca suzuki? kemarin ane memprediksi yang meluncur duluan adalah Suzuki Alto karena ada yang sudah wara-wiri di jalanan. Jebule opsi lain lebih dipercaya suzuki, dengan kode Suzuki Concept GII. Jelas banget ini Suzuki WagonR baru atau yang biasa dengan kita kenal Karimun.

Masuk akal kalo karimun estilo sekarang bakal discontinue setelah LCGC disahkan, Tapi ini sih bukan discontinue, melainkan diganti versi baru. So bagi yang merindukan sensasi kotak sabun jelas patut ditunggu yang satu ini.

570039d1309461514t-my-3-cylinder-ride-comes-home-maruti-wago

bagian depan tampilan bersahabat, grill gede membuat tampilan agak ketolong

570040d1309461514t-my-3-cylinder-ride-comes-home-maruti-wago

boxy banget, ya memang ciri khas penerus karimun

570041d1309461514t-my-3-cylinder-ride-comes-home-maruti-wago

belakangnya kok ngeflat banget yaaa??

Pertama kita preview dulu dari asalnya India, dari team-bhp.com akhirnya ane menemukan seseorang yang memberi review Suzuki WagonR-nya. Pertama kita lihat dari tampangnya dulu, walaupun terasa jangkung tapi tetap enak dilihat dan resik. Bagian lampunya diberi unsur mika biru, jadi kelihatan futuristik [sedikit]. Nah dilihat dari samping pun tampilannya memang berasa kaku, kalo penuliz sih merasa keren aja karena dapet nuansa style jdm ala wagonR turbo. Oh ya bannya mengadopsi 155/65 R14 jadi sedikit menyumbang proporsi badan. Bagian belakang kalo menurut penuliz ngga begitu bagus, malah mirip mobil china. seandainya belakang ngga begitu ngeflat mungkin lain cerita.

570063d1309464667t-my-3-cylinder-ride-comes-home-maruti-wago

model dashboard polos ala model suzuki, semua piranti mengikuti bentuk dashboard

570333d1309512465t-my-3-cylinder-ride-comes-home-maruti-wago

dejavu banget sama cluster ini, entah kenapa kayak brio

Lalu beralih ke interior dan tentu saja topik pertamanya dashboard. Dilengkapi dengan airbag, integrated double DIN, aux-in, audio 4 speaker, power window dan cupholder. Lalu untuk sektor instrument clusternya, ternyata bentuknya simpel dan mudah dibaca, sedikit mirip Honda Brio juga sih. Bagaimana dengan kenyamanan di kabin depan? ternyata bisa duduk dengan enak lurrr…. ngga perlu ada kata kesusahan lagi, bagian belakang pun sama. ngga ada yang perlu dikorbankan cuma buat kenyamanan deh. apalagi pintunya bisa dibuka nyaris 90 derajat membuat aksesnya lebih pewe lagi. Sayang untuk masalah bagasi luasnya terbatas dan aksesnya sulit karena bibir bagasi terlalu tinggi.

571013d1309611976t-my-3-cylinder-ride-comes-home-maruti-wago

mesin masih percaya sama k10b, kelihatannya mesin ini punya identitas yang mirip2 dengan f10a yang torq banget

Mesinnya mengguankan K10B 3 cylinder 998cc yang sejenis dengan karimun estilo, Bertenaga 67 hp dengan 90 Nm @ 3500rpm. weleh lumayan lah ya torsi segitu di rpm yang ngga perlu gede-gede amat. Namun kalo dilihat, mesin K10B ini terlihat penuh di di kap wagonR. Apakah memang penuh sesak ya ngga tahu juga, Oh iya lur, doi sudah dilengkapi dengan abs buat ngerem, airbag juga ngga lupa disematkan namun ngga tahu deh pas masuk Indonesia apakah bakal disematkan juga apa tidak. [paling ya jadi strategi facelift]

570493d1309529964t-my-3-cylinder-ride-comes-home-maruti-wago

penyimpanan bagasi ngga begitu luas dan aksesnya ketinggian

570496d1309530587t-my-3-cylinder-ride-comes-home-maruti-wago

jok belakang dijamin memberi kelegaan, wagon r dari dulu memang roomy banget

Menurut tester team-bhp.com di India, si WagonR untuk konsumsi rata-rata bisa menenggak 17 km / liter. Namun kalo di tol dia bisa menjadi 19 km / liter. Berasa kurang hemat dengan regulasi? yaah sepertinya PT.SIS bakal meracik ulang biar bisa mencapai 22 km / liter.

570497d1309530587t-my-3-cylinder-ride-comes-home-maruti-wago

pintunya bisa terbuka sampai 90 derajat, akses serba gampang

Overall mobil ini memang disetting buat menjadi partner kerjakeras alias mobil operasional. Menawarkan kabin yang serbaguna dan akses yang mudah [spacious] dibantu dengan harga jual yang disetting [moga-moga] murah. Maka bukan mustahil dia bisa seperti karimun yang dulu

Eng… katanya kan regulasi LCGC namanya harus berbau indonesia. Jangan2 doi mau dinamain Karimun lagi 😛

Nyetir sehat pasti pintar…… salam gendjossssssssss……….!!!

Jeng… Jeng… Tabir Loreca Toyota Daihatsu Dimulai Dengan Preview Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla.

Baru kemarin kabar sepi-sepi aja, tiba-tiba penuliz dikejutkan dengan preview mobil yang [katanya sih…] menghebohkannn… walaupun acara prevewnya sendiri nggak heboh-heboh amad. Akhirnya muncul juga Low Cost Green Car / LCGC atau penuliz gampang meyebutnya Loreca andalan Toyota-Daihatsu. Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla [ups kemaren digosipin namanya alya ternyata ayla toh wkwkwk….] mungkin melihat sosoknya membuat penuliz terkenang dengan Preview Avanza Xenia tahun 2004 silam, ada yang berdecak kagum ada juga yang meremehkan. Menurut penuliz tercantumnya nama Astra di depan nama Toyota-Daihatsu adalah hal yang semestinya dilakukan, bahkan dari jaman Avanza Xenia kalau perlu. Sebab selain menumbuhkan rasa nasionalis, sejatinya di negara asia yang lain juga ada yang seperti ini sejak lama, apalagi kalau bukan Maruti-Suzuki dari India, FAW-Volkswagen di China. Semoga saja perusahaan lokal yang ngumpet dibalik bayang2 perusahaan besar saat ini berani mencantumkan nama di produknya.

sesuai dengan namanya, agya mengedepankan unsur stylish sekaligus sporty dengan gril X khas toyota. apakah mesinnya bakal sesuai dengan namanya, entahlah….

si mulut besar ayla terinspirasi dari daihatsu a-concept, model lebih polos dan feminim cocok buat kaum wanita

sang inspirator hasil desain anak bangsa, dari tampilan depan sebenarnya jauh lebih cakep si doi

basis pengembangan Agya Ayla dari Daihatsu Mira e:S yang ekonomis dan cocok buat manusia-manusia efisien.

Pertama penuliz akan menyinggung soal penampilan dahulu, dimana biasanya konsumen indonesia selalu menomorsatukan hal ini. Model mereka diproduksi oleh ADM, APM Daihatsu dan contohnya dicomot dari Daihatsu Mira e:S, sesosok kei car yang sempat menjadi perhatian publik dunia karena konsumsinya yang setara Kawasaki Ninja 250 alias 30 kpl. Dari segi styling seperti biasa Mira selalu identik dengan bemper menyerupai kaki kucing di belakang, Agya Ayla pun juga mengikuti style yang sama. Sedulur juga bisa lihat kemiripan Mira dengan Agya Ayla di bagian pilar A dan B , lampu belakang serta desain samping. Namun dari segi wajah dan interior tetap ada kesamaan dengan Daihatsu A-Concept yang didesain Mark Widjaja. Beda merek beda pula tampilannya, Untuk Agya diterapkan tampilan senada dengan desain toyota lainnya, dimana grille-nya menyerupai huruf X seperti Camry dan Corolla. Sedangkan Ayla mengikuti desain ala Daihatsu A-Concept dimana grillenya menganut paham Audi-isme, sayang lampu utama mereka tidak seeksotis A-Concept yang terlihat eropa beuuudd….

Untuk lulus regulasi LCGC yang katanya nama harus bernuansa indonesia, pemilihan nama mereka diambil dari Bahasa Sansekerta. Agya berarti Cepat dan Ayla berarti Cahaya. Untuk logo depan Agya memakai tampilan burung garuda sedangkan Ayla hanya logo berbentuk huruf A saja. Selebihnya nama Astra tersemat di atas nama Toyota dan nama Daihatsu.

bokongnya malah mirip mira e:s daripada a-concept, dengan bodykit ondel-ondel ga bisa dibilang cantik sih….

mungkin desain bokong mira e:S memang cocokan polos gini seperti daihatsu ayla

bye… bye… bokong model aston-isme, kau memang keren walaupun itu hanya penampilanmu sesaat

yang paling menarik dari mira e:s sebenarnya kaki-kakinya yang terinspirasi dari kaki kucing ini. perhatikan bumper belakang dekat sepatbor

Bagian belakang Agya dan Alya masih memiliki ciri khas yang serupa dengan Mira e:S, ini juga yang menjadi kekecewaan penuliz kedua karena mereka tidak mengadopsi lampu belakang Daihatsu A-Concept yang berbentuk seperti bumerang alias lampu bergaya Aston Martin. Penuliz paham bahwa mobil produksi kadang desainnya jauh dari tampilan mobil concept, namun ini terlampau jauh. Bahkan konsep Toyota iQ saja tidak beda jauh dengan versi produksi. Oh ya, walau mobil murah namun Agya juga mendapatkan opsi TRD-S yang dibuat oleh divisi TRD indonesia wajar mengingat konsumen indonesia sangat menjunjung tinggi sebuah tampilan. Seperti biasa, jangan harap ada opsi peningkatan tenaga dan suspensi oleh TRD indonesia, kenapa? mereka takut garansi angus, lur. Sedangkan dari ukuran ban mereka berdua memiliki opsi R14 dengan velg alloy, namun Ayla menggunakan R13 dengan velg kaleng untuk tipe menengah dan tipe bawah.

Menilik sektor interior cukup ditata apik dan fungsional walau info yang didapat masih minim. Dari segi kelengkapan, baru terkuak bahwa Ayla tipe terendah tidak akan dilengkapi AC, Power Steering, Power Window, dan audio. Hanya versi tertinggi Ayla dan Agya semua varian yang dilengkapi semua itu. Sedangkan sektor mesin, mengandalkan mesin yang berbeda dengan Xenia, beberapa komponen mencomot resepnya Mira e:S sehingga diharapkan walau 1000cc juga bisa seefisien Mira e:S yang 660cc.

interior agya walau simpel namun terlihat keren, apakah desain interior ini terinspirasi dari a-concept?
VVV

dan terinspirasi buung… well done…. inilah mobil desain anak bangsa, mangstapp….

Mesin ini berkode 1KR-DE ini sama dengan punyanya Toyota Aygo, kembar bulenya di eropa sana, dengan bore x stroke-nya 71 x 84. Walau sama sama 1000cc namun Xenia mempunyai spesifikasi bore x stroke yang berbeda yaitu 72 x 81, mengindikasikan Agya Ayla akan bertorsi lebih baik dibanding Xenia.

Menilik dari specnya si Aygo ini bertenaga 50kW atau 67 hp yang didapat saat 6000rpm dan bertorsi 93 nm yang didapat saat 3600rpm. Bedanya dikit-dikit lah dibanding Xenia yang bertenaga 63hp dan bertorsi 90nm. Ditambah lagi karena berbahan alumunim sehingga lebih ringan dibanding mesin EJ-VE xenia.  Max speednya si Aygo disini ditulis 157kpj dan akselerasinya 0-100kpj cukup responsif, berkisar 14,2 detik. Figur keiritannya juga 1 liter 23.25 km, memang tidak perlu diragukan lagi mesin mobil yang lulus standar regulasi euro 5 yang terkenal ketat seketat celana dalem wkwkwk….

Toyota Aygo juga turut menyumbangkan mesin pintarnya, walau kehematannya tidak seekstrim mira e:s tapi patut diacungi jempol bisa lebih dari 20 kpl. emisinya pun kecil

Overall menurut penuliz, walau sekedar preview kita bisa melihat prospek yang menjanjikan kepada Agya dan Ayla. Sekaligus memberi gambaran sejatinya mobil loreca bakal seperti apa sih? Walau sampai saat ini kebijakan LCGC belum kelar-kelar juga, tapi dengan adanya preview Agya Ayla bisa membuat produsen mobil lain sedikit kepanasan juga untuk mensosialisasikan “kartu as” mereka. Sekaligus menjadi jawaban bagi kita bahwa LCGC alias loreca itu bukan hal maya atau opini semata. Juga obat sakit hati karena kemunculan mobil mobil yang seharusnya tergolong loreca di beberapa negara, disini malah harganya mahallll…. perlu gak sih dikasih tahu itu mobil apa??? Katanya Mzbrohh Ipanase sih Lost Cost and Green Coating  😆

Ditunggu deh test drivenya, kalo cuma preview kan kita yang bikin berita bingung juga harus komentarin apa <[blogger gaje, nggak mutu].

Ayo semangat bikin lorecanya Suzuki, Nissan eh Datsun, siapa lagi ya… Volkswagen? Atau Honda [em… mungkin gak sih?]

Nyetir sehat pasti pintar, salam gendjooooooooooooooooossss!!!

Maruti Suzuki A-Star alias Suzuki Alto, Kei Car Blasteran Jepang – India Kandidiat Panas Loreca.

Kemarin kita sudah bahas Toyota Agya dan Daihatsu Alya, walaupun bentuk, fitur dan mesinnya juga tergolong masih belum jelas namun Suzuki rupanya sudah mengambil ancang ancang untuk menghadang laju si kembar paket hemat ini.Berbeda dengan Toyota dan Daihatsu yang me”remake” ulang loreca[Low Cost Green Car / LGCG]-nya dari basis kei car Jepang agar diterima pasar Indonesia, Suzuki justru memodifikasi sedikit kei carnya agar diterima public dunia, termasuk Indonesia. Sebagai partner utama Suzuki, Maruti India dipercaya memodifikasi kei car Suzuki agar cocok dengan selera global. Contoh paling utama adalah Suzuki MR.Wagon yang dicangkokan dengan rancangan mesin seri K10B 3 silinder, 1000cc dan kaki-kakinya sehingga berubah menjadi Suzuki Karimun Estilo yang kita kenal. Selain itu mereka juga mengembangkan Suzuki Splash dengan mesin seri K12M 3 silinder, 1200cc dan Suzuki Alto yang ditawari mesin serupa Karimun Estilo sehingga bertransformasi menjadi Suzuki A-Star. Nah kali ini kita akan mengulas tentang jagoan yang diprediksi akan menjadi senjata loreca ala PT.SIS, APM Suzuki ini.

walau assembling ala india tapi diekspor sampai eropa brooo… jaminan kualitas [setidaknya]….

Sejatinya Suzuki A-Star atau biasa dikenal Suzuki Alto ini bukanlah barang baru andalan Suzuki, doi punya sejarah yang cukup lama sejak dimunculkan oleh Suzuki sebagai kei car. Mobil ini lahir di awal 90-an sebagai competitor Daihatsu Mira yang kita kenal sekarang adalah Daihatsu Ceria. Kei car Alto menganut bentuk hatchback sehingga lebih mengedepankan pemakaian di dalam kota. Seiring berkembangnya pemakai kei car, muncullah versi hot dari Suzuki Alto yang dinamakan Suzuki Alto Works. Model ini masih berkapasitas 660cc sesuai regulasi jepang namun ditambahkan doping turbo dan sasis yang lebih rigid. Tidak lupa juga system 4wd dan imbuhan bodykit makin mengentalkan suasana sporty dalam diri Alto.

suzuki alto versi jdm yang dinamakan alto works rs-x. kap mesin bulge bukan sembarang lobang tikus tapi ada turbo yang tersemat di dalem.

Sedangkan untuk pasar luar negeri, Alto dikembangkan dengan mesin 3 silinder 1000cc yang telah terbukti efisiensinya. Basis perakitannya sendiri di india bekerjasama dengan aliansi suzuki di India, Maruti. Lahirlah Suzuki A-Star dipasarkan untuk global, bahkan sampai ke benua eropa, sehingga kualitasnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Mobil ini pulalah yang konon bakal menjadi pesaing sengit Agya dan Alya. Walaupun kabarnya hanya samar-samar namun sejatinya sudah ada tanda tanda positif, bahkan sering wira-wiri di jalanan Indonesia. Bagaimana impresi dan keistimewaannya? Nah ternyata di situs team-bhp.com sudah muncul reviewnya, yuk kita tilik.

untuk non-jdm ya dikasihnya non-turbo wkwkwk…. tampilannya agak mirip splash campur karimun estungtung estilo

Pertama kita lihat dari segi sosoknya, hmmm guratan-guratannya menandakan bahwa ia cenderung ke style anak muda. Bahkan ada kemiripan dengan kakaknya Swift dan Splash. Hanya saja mukanya bulat-bulat, sepertinya sih bakal disukai kaum wanita karena lucu. Muka depannya berbau Audi-isme [kenapa sih suzuki mempertahankan style ini, mau konstipasi eh…. kontrasepsi halah…. konspirasi ya?] yang menonjolkan sosok sporty. Belakangnya mengingatkan penuliz pada kaki kucing, sekali lagi kaum wanita pasti suka dengan sosok seperti ini. Namun kelihatannya dengan kaca belakang yang begitu kecil nampaknya pandangan ke belakangnya kecil. Soal ban ia menggunakan R14, sama seperti loreca-loreca umumnya. Mungkin seperti tradisi SIS pada umumnya kalaupun ia dijual di Indonesia bakal dipastikan tersemat bodykit, namun dengan bentuk seperti ini rasanya sulit menduga bodykitnya bakal seperti apa. Ini seperti mengubah style personil JKT48 menjadi anggota band J-Rock, cute namun harus manly, cewek gantengkah?? 😆

belakangnya “kaki kucing” style ala mobil perancis [lihat bumpernya yang tinggi], sepertinya desain seperti ini bakal booming.

Mari berlanjut ke interiornya, dashboardnya terlihat familiar dengan saudaranya Splash. Apalagi melihat fascianya yang bulat, sayang isinya hanya speedometer, tachonya entah kemana. Hal serupa juga terjadi pada Karimun Estilo yang bermesin sama, apa iya mesin seri K 1000cc tidak perlu tachometer? Setidaknya kehadiran MID cukup menolong. Melihat dari tengah dasbor, ada single-DIN yang sudah integrated, pengaturan AC dan cup holder yang ditata cukup apik. Menilik glovebox, hmm ukurannya sedang… cuma bisa muat kamera slr thok, terus penyimpanan di bagian pintu terbilang minim, cuma bisa taruh majalah maksimal 2 buah asal jangan taruh tangan aja, berabe kalo kejepit kan. Oke, coba kita naik, hum… posisinya sudah pewe lah, legroomnya luas walaupun setirnya agak tinggi.

posisi setir agak tinggi tapi sedulur dapat duduk dengan nyaman disini, in car entertainmentnya juga gampang dijangkau. sayang tidak dilengkapi tachometer

kaki baris kedua menjamin ruang yang lega

penyimpanan di bangku pertama sangat sempit, bahaya kalo cincin atau barang kecil masuk kesini, susah ngambilnya.

Coba menilik bagian belakangnya, malah kebalikan dari bagian depan. Mirip tikus yang masuk jebakan, sempiiitt… Mau tak mau baris pertama harus mengatur maju-mundur kursinya biar baris kedua agak pas. Bagian pintu belakang juga kebalikan dari pintu depan, penyimpanannya justru lebih oke di belakang dan juga dilengkapi dengan cup holder. Oke sekarang dibuka bagasinya, sepertinya akibat posisi kursi belakang berdampak baik pada bagasinya, cukup luas untuk sebuah city car, bahkan koperpun bisa ditaruh horizontal ditambah dengan tas travel satunya.

bangku belakang yaah seperti yang sedulur lihat …. brace yourself.

koper bisa masuk horizontal dengan enak, bagasinya okeh juga….

Bagaimana dengan mesinnya? Seperti yang tadi diulas, A-Star menggunakan mesin K10B, yang sama dengan Karimun Estilo sehingga kawin silang parts juga bisa. Dari segi spek, mesin ini berkonfigurasi 3 silinder 1000cc DOHC  bertenaga 68hp @ 6200rpm dan bertorsi 90Nm @ 3500rpm. Efisiensinya lumayan baik, 17 kpl dengan rute yang variatif, nampaknya bisa melampaui angka 20 kpl. Mesinnya menghasilkan torsi yang baik dan cocok di kepadatan kota. Unit yang dites adalah versi matik 4-speed, sedikit tidak nyaman dengan adanya jeda saat berpindah dari gigi 2 ke gigi 3. Tapi rasanya SIS bakal menjual versi manual saja seperti yang terjadi di Karimun Estilo, kalo bakal ada matic ya syukur namun kalau disuruh pilih rasanya menurut penuliz masih lebih enjoy manual. Saat dibawa dengan kecepatan 110-120 kpj, doi sangat stabil, bahkan menyentuh topspeed 145 kpj pun tidak masalah. Untuk pengereman, A-star sudah menggunakan ABS dan EBD walaupun karakter pengeremannya sendiri sebenarnya kurang pakem.

mesin andalan K10B tersemat disini, nampaknya bisa kawin silang spareparts dengan karimun estilo

Overall dari bentuknya memang sudah ketahuan bahwa Suzuki A-Star ini memadukan unsur kelincahan Karimun Estilo dipadu dengan kenyamanan khas Splash. Bentuknya sendiri seperti Swift namun diperkecil. A-Star menunjukkan karakter yang baik sebagai personal’s car, memanjakan pengemudi, bagasi yang luas, pasangan bisa betah di kursi samping, bawa anak di belakang nggak masalah. Sepertinya bakal menjadi pesaing sengit Agya dan Alya bila strategi harga yang dimainkan SIS baik.

Atau beli karimun kotak aja, kabinnya lebih luas, mesinnya legendaris, bandel pula, hemat pula. [halah racun motuba meneeehh….]

Nyetir sehat pasti pintar, salam gendjoooooooooooooossss!!!

Source from : team-bhp.com