Leaked! ternyata seperti ini toh sosok dari Toyota Evonza… Avanza mesin Evo… Bodinya polos gan……

Avanza mesin Evo… beberapa ada yang mengapresiasi dan ada pula yang mencibir… tapi tentu saja idenya bisa dibilang gokil!

malem lur…

Dulu masih inget penuliz pernah membahas sebuah Toyota Avanza yang sedang di dyno…. dan buka kap mesin terlihat kotak merah di dalamnya… Dari bentuk mesin yang sederhana ini orang biasa mungkin menggangap biasa saja. Tapi engine bentuk kotak merah ini bukan mesin biasa…. inilah mesin dari Mitsubishi Evo.

Artikel dulu bisa dibaca disini >>>

Edaann Gan! Toyota Evonza…. Avanza Bermesin Lan Evo minibus pembunuh sportscar, sleeper mania… Mantap!

1456077_10152055187319403_1177717224_n

 

Continue reading

Advertisements

Edaann Gan! Toyota Evonza…. Avanza Bermesin Lan Evo minibus pembunuh sportscar, sleeper mania… Mantap!

 

Cukup banyak sekarang mobil city car atau mobil diesel yg jadi langganan riset dengan spek gila gilaan… namun siapa sangka ada yang tertarik spek gila gilaan di avanza.

Toyota Avanza…

Apa yang ada di benak sedulur? mobil sejuta umat? mobil seven seater? mobil dengan harga jual yang tinggi? mobil dengan sparepart tiada batas? mobil yg ngerawatnya cukup merem doang? mobil kaleng? [halah…] Namun pada intinya mobil ini memang masih menjadi idola keluarga indonesia dan tentu saja dimana mana ada [selama masih indonesia loh ya]. Bahkan ada yang berkata ngga bakal bisa menang deh lawan avanza, sekalinya dibalap pasti di depan ada lagi.

1912042_726946767336521_734570031_n

Continue reading

Driving Impression Toyota Avanza 1.5 S 2010, Seberapa Layakkah dia beremblem “S”?

Mudik tahun ini bisa dibilang merupakan mudik yang lebih meriah dan ramai dari biasanya, apalagi banyak terdeteksi mobil-mobil baru, dimana plat plat putih dari berbagai kota sudah mengerumuni jalanan aspal panas jalur utara [pantura] dan jalur selatan. Tadinya sih penuliz dijanjikan akan bertemu dengan Suzuki Ertelu untuk diuji coba ke kampung halaman, ternyata sudah ada yang mengambil di rentalan, huhuhuhuuu…. rupanya faktor lebih banyaknya orang yang minjam mobil daripada tahun lalu dan waktu tempo meminjamnya lebih lama [sampai seminggu] menjadi faktor penuliz kalah rebutan Ertelu. Yaah mobil baru dan gres dengan berat hati urung penuliz dapatkan. Sebagai gantinya penuliz mendapatkan Toyota Avanza 1.5 S lansiran 2010 facelift akhir, bukan versi Veloz sih … tapi berhubung belum pernah penuliz coba versi 1500cc-nya ya sutra lah …. gak papa….

syukuri apa yang ada…. yaah sebagai avanza teratas lumayan lah, modelnya juga nggak katro-katro amat…

Toyota Avanza 1.5 S adalah model Avanza yang paling bagus menurut penuliz, bodykit seluruhnya memang terasa menyatu dan tercium aura racing elegant style. Beda dengan Nissan Grand Livina Highway Star yang malah terasa seperti pakai sarung. Apalagi ada diferensiasi mesin 1500cc yang membuat versi S tidak hanya diambil dari inisial kata “sport” tapi juga “special”. Kalau boleh bilang sih, jenis kasta Avanza ini seperti jenis kasta mobil kelahiran Eropa umumnya seperti divisi M-nya BMW, RS-nya Ford, Type-R-nya Honda yang versi racingnya berada di kasta tertinggi. Dan hasilnya nggak buruk juga mengadopsi marketing ala Euro Domestic Market begini.

trek yang bakal dilalui oleh penuliz untuk membantai avanza “big grin” ini. yang dikiri bukan gempa bumi loh ya xixixi….

Setelah minjem malam-malam akhirnya pagi tanggal 23 Agustus, penuliz beserta keluarga menyiapkan perlengkapan untuk mudik. Tujuannya? Biasa, ke Madiun… menuju kampung ibu penuliz… lagipula trek madiun ini selain jaraknya dekat, juga strukturnya bervariatif. So… setelah mulai berkemas, kami ke kaliurang dulu. Eitttss… bukannya mau wisata, tapi lewat jalur alternatif. Soalnya diprediksi Prambanan bakal menjadi biang kemacetan arus mudik, jadi kami harus melewati Cangkringan dulu.

siap-siap dulu di jogja, sekaligus sarungin si “gerobak” soalnya ditinggal agak lama

Di Cangkringan, kami dihadapkan pada kondisi jalan yang meliuk-liuk dan naik turun. Dari beberapa tikungan memang penuliz mendeteksi sedikit limbung daripada versi terdahulu, namun sebenarnya tidak begitu seheboh Innova dan bisa dieliminir dari teknik mengemudi saja. Namun sisi positifnya bantingan versi S cukup manusiawi dibandingkan para pendahulunya, akhirnya terlhat hasil riset suspensi yang cocok untuk mobil sejuta umat ini. Sayang walau lebih empuk namun tetap saja tidak bisa menahan ganasnya jalanan turunan Cangkringan yang sudah sangat rusak karena sering dilewati truk penambang pasir, duh mbok diaspal dong….

demi menghindari kemacetan, penuliz harus nyasar ke goa jepang. jauh ya, soalnya tahunya jalan alternatif cuma ini hehe….

Setelah masuk ke jalan Jogja – Solo akhirnya kami melakukan eco riding saja, sebab arusnya cukup ramai dan 4 lajur. Memang karakter jalannya mengundang banyak orang untuk melakukan pedal to the metal, tapi niat itu disimpan sajalah untuk jalur Solo – Ngawi yang karakternya banyak tikungan dan 2 lajur. Biar agak seru heheh…. Eco riding menghasilkan figur konsumsi 1 liter 14 km, wew lumayan mengingat jalanan penuh sehingga masih berkarakter stop n go. Lucunya Toyota Avanza 1.3 G yang dulu pernah penuliz coba figurnya sekitar 1 liter 12 km. Kok bisa nggak hemat ya? Ada yang salah? Padahal karakter pengemudian dan jalanannya sama.

kapasitas bagasi nggak jauh beda sama ertelu, tapi kalo dibandingkan dengan evalia, luxio dan “gerobak” yaah angkat tangan si doi.

Mulai masuk Solo artinya mulai dihadapkan kondisi stop n go sesungguhnya, disini lumayan menguji kesabaran saking sumpek dan macetnya. Namun AC-nya yang dingin cukup menenangkan perasaan, apalagi suasana dalam interior cukup akomodatif untuk semuanya. Tersedia cup holder di sisi samping penumpang dan penyimpanan cukup besar. Sektor bagasi jelas nggak begitu sebesar Evalia, Luxio dan APV apalagi “Gerobak” penuliz. Setidaknya masih bisa menampung 6 tas travel kecil. Yang patut disayangkan adalah sektor double din ori Toyota yang sudah K.O memutar CD player, memang ada gossip bahwa double din ori Toyota rentan rusak. Waduh kirain cuma opini doang… moga-moga saja versi Veloz yang integrated sama dashboard sudah direvisi. Namun bila ada yang tertarik dengan Avanza second, tidak ada salahnya kalau mengecek sektor audio lo….

posisi setir cukup ideal walau tak ada tilt steering. acnya dingin, penyimpanannya banyak, sayang double din ori sudah tidak bertaji untuk putar cd player.

Setelah belok kiri dari pertigaan Palur, jalanan Solo – Ngawi pun berhasil disentuh, jalanan ini maunya dijadikan 4 jalur tapi kelihatannya belum selesai dibuat, yaah semoga saja dipercepat pembangunannya. Setelah menjadi 2 jalur, mulailah saat-saat thriller, banyak para mudikers yang mulai main kucing-kucingan mulai dari panther gen 2, Luxio, Lancer, Innova, Avanza sampai sekelas Camry dan Vellfire . Penuliz pun ikutan sekalian menguji seberapa akseleratifkah anak ini? Sempet googling dulu cari spesifikasi mesin 1500cc ini, menurut spek torsi 130 nm-nya bisa didapat saat 4300 rpm, dan benar saja, langsung kuat melaju saat dipanteng 4300 rpm. Saat harus selap-selip melawan Avanza 1.3 G yang menguntit penuliz dibelakang, mesin 1500cc pun bekerja dan penuliz bisa meninggalkan versi G tersebut. Walau kami sama-sama gazzpollll tapi perbedaan mesin terlihat nyata. Sayangnya dibandingkan Luxio yang bermesin sama, perbandingan rasio giginya terbilang buruk sehingga kadang sulit untuk mendapatkan momentum menyelip mobil, bahkan memaksa penuliz menurunkan gigi.

bersanding dengan motuba josss chevrolet zafira, dimensi si eropa nyaris sama dengan avanza tapi pridenya lebih!

Walau menggunakan mesin Daihatsu 1500 cc anehnya Avanza S juga tidak seakseleratif Luxio, sedikit agak sulit untuk memainkannya di putaran menengah [60 kpj – 100kpj]. Untuk hal ini bahkan Avanza G 1300 cc lebih baik untuk putaran menengahnya. Mungkin mesin ini bertaji saat keadaan top speed saja [penuliz belum coba topspeednya karena jalanan begitu ramai]. Satu kelemahannya lagi adalah sasisnya kurang presisi, ini terbukti saat melakukan pedal to the metal di jalanan lurus Ngawi – Maospati. Lebih ngeri lagi saat di tes di jalan Maospati – Madiun yang Anginnya cukup kuat karena disampingnya Pangkalan Udara Iswahyudi. Rasanya gejala yang ditimbulkan bukan limbung, lebih tepatnya agak ngebounce alias goyang. Padahal hanya diisi 6 orang dan 6 tas travel kecil saja di dalam, tidak separah Avanza Saipul Jamil yang kalau gak salah diisi sampai 9-10 orang di dalamnya [belum tas2nya].

mampir di hutan konservasi jati @ ngawi buat beli furniture. oh ya, avanza 1500cc ini punya tipikal mirip kijang kapsul yang cenderung kurang lihai ngebut, harus pintar2 main rpm.

baris pertama dan kedua no problem tapi baris ketiga bukan untuk orang berpostur 170cm, sempittt mak!

Setelah bertahan dengan padat merayapnya jalanan luar kota, akhirnya sampai juga di Madiun, menempuh perjalanan sekitar 6 jam memang terasa capek apalagi perut emang sudah nyanyi “keroncong” protol dengan nada tinggi. Saatnya makan dengan menikmati Bakso yang gurih dan hangat. Puazzzzzzzz gan!!!

nyampe deh, walau kali ini jalannya agak santai, tapi kalo soal makan ngebut aja deh wkwkwk….

1.3 G M/T Minor Change 1.5 S M/T Minor Change
Transmisi Manual 5 Kecepatan Manual 5 Kecepatan
Perbandingan Gigi ke-1 3,769 3,769
Perbandingan Gigi ke-2 2.045 2.045
Perbandingan Gigi ke-3 1.376 1.376
Perbandingan Gigi ke-4 1.000 1.000
Perbandingan Gigi ke-5 0.838 0.838
Perbandingan Gigi Reverse 4.128 4.128
Perbandingan Gigi Terakhir 5.125 4.875
Suspensi Depan Mac Pherson Strut dengan Pegas Koil & Stabilizer Mac Pherson Strut dengan Pegas Koil & Stabilizer
Suspensi Belakang 4 Link dengan Pegas Koil dan Lateral Rod 4 Link dengan Pegas Koil dan Lateral Rod
Rem Depan Cakram Cakram
Rem Belakang Tromol Tromol
Sistem Rem Tambahan Proportion Valve (PV) Anti-Lock Braking System (ABS)
Ukuran Ban Alloy Wheel,. 185/70 R14 Alloy Wheel, 185/65 R15


1.3 G M/T Minor Change 1.5 S M/T Minor Change
Panjang | mm 4,120 4,120
Lebar | mm 1,635 1,630
Tinggi | mm 1,695 1,695
Jarak Sumbu | mm 2,655 2,655
Jarak Pijak Depan | mm 1,405 1,415
Jarak Pijak Belakang | mm 1,415 1,425
Berat Kosong | Kg 1,045 1,070
1.3 G M/T
Tipe Mesin 4 Silinder Segaris, 16 Katup, DOHC
Isi Silinder cc 1,298
Diameter x Langkah mm x mm 72.0 x 79.7
Daya Maximum ps/rpm 88 /6,000
Bahan Bakar – Kapasitas Tangki L 45
Bahan Bakar – Jenis Bensin Tanpa Timbal
Bahan Bakar – Sistem Sistem Bahan Bakar Elektronik
Mesin K3-VE
Torsi Maksimum Kgm/rpm 12.2 / 4,400

LOVE IT :

Mobil investasi, value for money masih tinggi, lebih tinggi “pridenya” dibanding avanza dibawahnya, topspeednya lebih panjang, fitur lengkap dan serbaguna, sparepart dimana-mana dan bisa plug n play sama daihatsu, suspensi lebih empuk dibanding mk1 dan mk2, bodykit nggak sarungan [pas lah sama bodi], kit variasinya juga banyak.

LEAVE IT :

Gengsi kurang karena mobil sejuta umat, kaki-kaki masih berbau sedan jadi kurang stabil bawa orang banyak di kecepatan tinggi, double din ori kurang bandel, baris ketiga dan bagasi pas-pasan, mesin kurang akseleratif dibanding avanza 1300cc, harga masih terlampau tinggi dibanding people carrier berharga sama dengan fitur lebih.

harga pasaran : 130 juta- 140 juta, masih tinggi yah….

impression driving sebelumnya :

Impression Driving (Mudik) with Toyota Avanza G 1.3 2005 (Cerita 1)

Impression Driving (Mudik) with Toyota Kijang LGX 1.8 EFI

Semoga impression driving kali ini menambah info bagi sedulur yang minat dengan Avanza S kali ini, biar makin mantep dengan pilihannya, oke….?!

Nyetir sehat pasti pintar, salam gendjoooooooooooooossss!!!!